Ducati Corse tampaknya harus menarik kembali prinsip yang selama ini mereka banggakan. Bertahun-tahun, pabrikan asal Italia itu kerap menegaskan pentingnya memiliki setidaknya satu pebalap Italia di tim pabrikan MotoGP sebagai representasi identitas merek dari Borgo Panigale.
Namun, bursa transfer pembalap MotoGP untuk musim 2027 justru menunjukkan arah berbeda.
Hanya sehari setelah mengumumkan perpisahan dengan Francesco Bagnaia di akhir musim 2026, Ducati langsung memperkenalkan Pedro Acosta sebagai pebalap Ducati Lenovo Team untuk dua musim berikutnya. Artinya, mulai musim depan tim pabrikan Ducati akan sepenuhnya diisi oleh dua pebalap Spanyol: Marc Marquez dan Pedro Acosta.
- Photo: KTM Press
Situasi ini cukup menarik mengingat Bagnaia selama bertahun-tahun bukan sekadar pebalap utama Ducati. Juara dunia MotoGP dua kali itu juga menjadi simbol keberhasilan proyek nasional Italia, yakni memadukan motor Italia dan pebalap Italia di level tertinggi Grand Prix.
Saat Marquez direkrut pada 2025, keberadaan Bagnaia masih menjaga identitas tersebut. Namun dengan hengkangnya Pecco dan masuknya Acosta, tidak ada lagi pebalap Italia yang tersisa di skuad pabrikan Ducati.
Keputusan ini menunjukkan bahwa Ducati kini lebih mengutamakan performa dibanding simbolisme kebangsaan. Acosta memang sulit diabaikan. Di usia 22 tahun, ia sudah mengoleksi gelar juara dunia Moto3 dan Moto2, menyabet Rookie of the Year MotoGP 2024, finis empat besar klasemen musim 2025, serta mengumpulkan 13 podium di kelas utama.
- Photo: KTM Press
Dari sudut pandang kompetitif, perekrutan memang Acosta masuk akal. Ducati mendapatkan talenta muda yang digadang-gadang menjadi bintang besar MotoGP dalam satu dekade ke depan. Namun dari sisi narasi dan identitas tim, keputusan ini menjadi perubahan besar dari filosofi yang selama ini sering disampaikan petinggi Ducati.
Menariknya, CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicali, justru menegaskan bahwa Acosta merupakan sosok ideal untuk membuka babak baru tim bersama Marc Márquez.
“Pedro tak diragukan lagi merupakan salah satu pembalap muda paling berbakat di paddock MotoGP. Di usianya yang baru 22 tahun, ia adalah tipe pembalap yang bersama dirinya babak baru dan menarik dapat ditulis. Kami selalu menyukainya dan telah mengikutinya sejak lama, baik karena prestasinya di lintasan maupun kepribadiannya yang lugas dan santai, yang kami yakini akan membuat para Ducatisti jatuh cinta padanya begitu ia mengenakan seragam merah. Kami yakin bahwa, bersama Marc, ia merupakan pelengkap yang ideal bagi tim yang—dengan membangun atas sejarah dan hasil yang diraih dalam beberapa tahun terakhir—ingin terus memainkan peran terdepan di masa depan serta tetap menjadi sumber kekaguman, rasa hormat, dan dukungan bagi para penggemar Ducati di seluruh dunia”. kata Domenicali.
- Photo: KTM Press
Pandangan serupa disampaikan oleh General Manager Ducati Corse, Luigi ‘Gigi’ Dall’Igna. Menurutnya, Acosta merupakan kandidat terbaik untuk masa depan proyek Desmosedici GP.
“Pedro merupakan kandidat ideal untuk masa depan Tim Ducati Lenovo. Setelah Marc dipastikan bergabung, kami ingin menambahkan seorang pembalap muda dan cepat ke dalam proyek pengembangan Desmosedici GP. Pedro, selain memiliki bakat yang tak terbantahkan, telah menunjukkan kematangan di usia yang sangat muda. Dalam waktu kurang dari enam tahun di Kejuaraan ini, ia telah meraih dua gelar di kelas-kelas bawah dan mencatatkan penampilan yang sangat meyakinkan di MotoGP. Kedatangannya di Tim ini akan menjadi motivasi bagi semua orang; ia akan membantu kami berkembang, dan kami akan mendukungnya dalam perjalanan menuju kematangan penuh sebagai pembalap. Saya yakin bahwa, dengan dorongan dari Tim kami dan dengan waktu yang cukup, kontribusinya pasti akan memastikan langkah maju lebih lanjut dalam hal performa dan pencapaian tujuan,” tutur Gigi.
Dengan kata lain, Ducati kini tampak memilih masa depan dibanding tradisi. Jika sebelumnya mereka selalu berusaha mempertahankan sentuhan Italia di garasi pabrikan, mulai 2027 ‘Tim Merah’ akan mengejar gelar juara dengan duet pebalap Spanyol yang sama-sama dikenal agresif dan bertalenta besar. ![]()



