Di tengah perlambatan pasar otomotif dan ketatnya persaingan global, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menilai pemerintah telah memainkan peran penting dalam menjaga keberlangsungan industri otomotif nasional.
Tak hanya insentif fiskal, dukungan tersebut juga mencakup fasilitas investasi, regulasi, hingga forum komunikasi yang mempertemukan pemerintah dengan para pelaku industri.
Menurut GAIKINDO, berbagai kebijakan yang diterapkan sejak masa pandemi COVID-19 hingga era transisi menuju kendaraan elektrifikasi menjadi fondasi penting agar industri otomotif Indonesia tetap kompetitif dan terus menarik investasi baru.
Berikut lima kebijakan yang dinilai memberikan dampak besar bagi industri otomotif nasional.
1. PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP)
Salah satu kebijakan yang paling dirasakan manfaatnya adalah pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Program ini dimanfaatkan hampir seluruh produsen kendaraan yang memiliki fasilitas produksi di Indonesia, seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi Motors, Suzuki, Nissan, hingga Isuzu.
Menurut GAIKINDO, insentif tersebut berhasil menjaga permintaan domestik ketika pasar mengalami tekanan. Dampaknya tidak hanya meningkatkan penjualan kendaraan, tetapi juga membantu mempertahankan utilisasi pabrik serta menjaga keberlangsungan lapangan kerja di sektor otomotif.
2. Fasilitas Bebas Bea Masuk Bahan Baku
Pemerintah juga memberikan fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS) yang memungkinkan perusahaan mengimpor bahan baku maupun komponen yang belum diproduksi di dalam negeri tanpa dikenakan bea masuk.
Selama periode Juli 2008 hingga Desember 2025, realisasi impor melalui skema tersebut mencapai sekitar 8,25 juta ton dengan nilai sekitar USD 800 miliar. Dari total 74 perusahaan pengguna fasilitas tersebut, sebanyak 57 di antaranya berasal dari sektor otomotif.
GAIKINDO menilai kebijakan ini mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
3. Program Kendaraan Rendah Emisi (LCEV)
Komitmen pemerintah terhadap transformasi industri juga diwujudkan melalui implementasi program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021.
Program tersebut menjadi payung bagi pengembangan berbagai teknologi kendaraan, mulai dari Low Cost Green Car (LCGC), Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV).
Menurut GAIKINDO, implementasi LCEV berhasil mendorong lahirnya investasi baru, mempercepat pengembangan kendaraan elektrifikasi, sekaligus meningkatkan penggunaan komponen lokal.
4. Dialog Rutin dengan Pelaku Industri
Selain kebijakan fiskal, pemerintah juga dinilai aktif membangun komunikasi dengan pelaku industri melalui berbagai forum strategis.
Salah satunya adalah Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting yang mempertemukan pemerintah Indonesia dengan prinsipal otomotif Jepang serta asosiasi industri.
Forum tersebut menghasilkan sejumlah langkah konkret, termasuk pembentukan Working Group on Biofuel Co-Creation Task Force untuk mempercepat pengembangan dan implementasi biofuel di Indonesia.
5. Kepastian Investasi Jangka Panjang
GAIKINDO juga mengapresiasi konsistensi pemerintah dalam memberikan kepastian bagi investor otomotif yang telah lama beroperasi di Indonesia.
Menurut asosiasi tersebut, berbagai fasilitas investasi, regulasi yang adaptif, hingga komunikasi yang berkelanjutan membuat Indonesia tetap menarik sebagai basis produksi kendaraan.
Dalam lima tahun terakhir, komitmen investasi Jepang bahkan berkembang tidak hanya pada sektor manufaktur kendaraan dan komponen, tetapi juga pembangunan ekosistem industri seperti Pelabuhan Patimban di Subang dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) atau proving ground di Bekasi.
Ketua Harian GAIKINDO, Anton Kumonty, menegaskan keberhasilan industri otomotif nasional tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri.
”Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, GAIKINDO akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan,” tutup Anton. ![]()
