Dulu, kerja sama antara pabrikan otomotif dan dunia olahraga biasanya berhenti pada logo yang terpampang di jersey atau papan iklan stadion.
Kini, pendekatannya berubah. Ajang olahraga seperti sepak bola tak lagi sekadar media promosi, tetapi telah menjadi pintu masuk untuk membangun hubungan emosional dengan konsumen.
Strategi itulah yang sedang dijalankan PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) melalui Hyundai Cup 2026.
Setelah resmi menjadi Title Partner turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut, Hyundai tidak hanya memanfaatkan momentum pertandingan untuk meningkatkan eksposur merek. Mereka justru mengubah turnamen ini menjadi bagian dari pengalaman yang bisa dirasakan langsung oleh konsumen.
Langkah tersebut terlihat dari berbagai aktivitas yang telah disiapkan menjelang dan selama gelaran Hyundai Cup 2026 berlangsung. Di GIIAS 2026 misalnya, Hyundai menghadirkan Hyundai Cup Corner yang menampilkan trofi resmi turnamen. Pengunjung juga dapat mengikuti Hyundai Cup Slogan Challenge, sementara rangkaian nonton bareng (nobar) akan digelar di Hyundai N Brand Experience Center, Hyundai Motorstudio Senayan Park, hingga jaringan dealer di berbagai daerah.
Tak berhenti di situ, Hyundai juga menyiapkan konvoi bersama komunitas serta memberikan merchandise edisi terbatas berupa side mirror cushion cover dan car tag bagi pelanggan yang membeli Stargazer atau mengikuti sesi test drive.
Jika diperhatikan, hampir seluruh aktivitas tersebut tidak berhubungan langsung dengan penjualan mobil. Justru di situlah letak strateginya.

Hyundai paham bahwa keputusan membeli kendaraan saat ini tidak lagi ditentukan semata oleh spesifikasi mesin, fitur, atau harga. Konsumen, khususnya generasi muda dan keluarga muda, juga mulai mempertimbangkan kedekatan emosional dengan sebuah merek. Mereka ingin menjadi bagian dari komunitas dan merasakan pengalaman yang tidak didapat hanya dengan datang ke showroom.
Karena itu, Hyundai memilih sepak bola sebagai medium. Sulit mencari olahraga lain yang mampu menyatukan masyarakat Asia Tenggara seperti sepak bola. Rivalitas antartim nasional memang berlangsung sengit selama 90 menit, tetapi di luar lapangan olahraga ini juga menghadirkan rasa kebersamaan yang melampaui batas negara.
Nilai tersebut kemudian diterjemahkan Hyundai melalui kampanye “Driving ASEAN as One”. Pesan yang ingin dibangun bukan sekadar soal mobilitas, melainkan tentang bagaimana kendaraan menjadi bagian dari perjalanan, kebersamaan, dan momen yang dinikmati bersama keluarga maupun komunitas.
Strategi ini sekaligus menjelaskan mengapa Hyundai memilih Stargazer sebagai model yang dikaitkan dengan Hyundai Cup 2026. Sebagai MPV keluarga, Stargazer memiliki karakter yang selaras dengan semangat kebersamaan yang ingin diangkat dalam kampanye tersebut.
“Kami percaya bahwa keunggulan mobilitas seharusnya dapat dinikmati oleh semua kalangan. GIIAS 2026 adalah momentum bagi kami untuk mewujudkan komitmen itu secara nyata,” ujar Kenny Lee, President Director PT Hyundai Motors Indonesia.
Untuk memperkuat kampanye tersebut, Hyundai juga menawarkan consumer benefit hingga Rp50 juta bagi pembelian Stargazer Cartenz dan Stargazer Cartenz X selama Juli 2026. Promo itu memang ditujukan untuk mendorong penjualan, tetapi keberadaannya melengkapi rangkaian pengalaman yang lebih luas, mulai dari menikmati atmosfer sepak bola, mengikuti berbagai aktivitas komunitas, hingga akhirnya memiliki kendaraan yang menjadi bagian dari cerita tersebut.
Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa persaingan industri otomotif mulai bergeser. Pabrikan tidak lagi hanya berlomba menghadirkan produk terbaik, tetapi juga membangun ekosistem pengalaman yang membuat konsumen merasa dekat dengan merek. ![]()
