Sachsenring kembali menjadi panggung milik Marc Marquez. Namun kemenangan di MotoGP Jerman 2026 bukan sekadar menambah koleksi trofi di sirkuit favoritnya. Lebih dari itu, hasil tersebut mengubah arah persaingan gelar juara dunia musim ini.
Datang ke Jerman dengan misi mengejar ketertinggalan dari Jorge Martin, pembalap Ducati Lenovo Team itu tampil nyaris tanpa cela. Pole position, rekor lap, kemenangan Sprint Race, hingga finis terdepan pada balapan utama sukses diborong. Dominasi tersebut sekaligus mengukuhkan julukan “SachsenKING” yang telah melekat pada dirinya selama bertahun-tahun.
Yang membuat kemenangan ini semakin penting adalah dampaknya terhadap klasemen. Setelah GP Mugello, Marc sempat tercecer hingga 102 poin dari Jorge Martin. Banyak yang mulai menganggap peluang mempertahankan gelar juara dunia semakin tipis. Namun hanya dalam dua putaran terakhir, situasinya berubah drastis.

Kemenangan di Sachsenring membuat Marc memangkas jarak menjadi hanya 18 poin. Artinya, pembalap bernomor #93 itu berhasil memangkas selisih hingga 84 poin dalam waktu dua seri. Momentum yang sebelumnya sepenuhnya berada di kubu Martin kini mulai bergeser ke garasi Ducati Lenovo Team.
Balapan di Sachsenring sendiri sebenarnya berjalan sesuai skenario bagi Marc. Ia langsung memimpin sejak lampu start padam dan terus mengendalikan ritme lomba. Ancaman sempat datang dari Alex Marquez, tetapi sang adik terjatuh di Lap 9 setelah sebelumnya Fabio Di Giannantonio juga lebih dulu gagal finis. Sejak saat itu, Ai Ogura dan Raul Fernandez menjadi penantang terdekat, namun keduanya tak mampu mengejar kecepatan sang juara bertahan.
Kemenangan tersebut menjadi yang ke-10 bagi Marc Marquez di kelas MotoGP di Sachsenring, atau kemenangan ke-13 jika dihitung dari seluruh kelas Grand Prix. Catatan itu menyamai rekor legenda Giacomo Agostini yang juga mengoleksi 10 kemenangan kelas utama di satu sirkuit, yakni Imatra.

Meski meraih kemenangan yang terlihat mudah, Marc mengaku belum sepenuhnya puas. Ia mengatakan masih merasakan perbedaan besar saat melewati tikungan kanan dibanding tikungan kiri akibat kondisi lengan kanannya yang belum pulih sepenuhnya. Karena itu, jeda musim panas akan dimanfaatkannya untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi paruh kedua musim.
“Target akhir pekan ini adalah menyerang dan mengambil sebanyak mungkin poin. Kami berhasil melakukannya di sirkuit yang sangat cocok dengan gaya balap saya. Saya senang, tetapi belum sepenuhnya puas. Sekarang saatnya memanfaatkan jeda musim panas untuk beristirahat dan meningkatkan kondisi lengan kanan saya,” ujar Marc Marquez.
MotoGP 2026 kini memasuki libur musim panas sebelum kembali bergulir di Silverstone pada 7-9 Agustus. Jorge Martin memang masih memimpin klasemen, tetapi keunggulan yang sebelumnya terasa aman kini mulai menipis. Dengan performa Marc Marquez yang kembali mencapai level terbaiknya, perebutan gelar juara dunia dipastikan kembali terbuka lebar. ![]()
