Minat masyarakat terhadap mobil listrik di Indonesia terus tumbuh. Namun masih ada dua pertanyaan yang sering muncul sebelum orang memutuskan membeli:

  • Bagaimana kalau kondisi baterai mulai menurun setelah beberapa tahun dipakai?
  • Bagaimana nasib harga jualnya saat ingin berganti mobil?

Dua kekhawatiran itu yang coba dijawab VinFast lewat berbagai program kepemilikan yang diperkenalkan di GIIAS 2026. Alih-alih hanya menawarkan produk baru, pabrikan asal Vietnam tersebut membawa sejumlah skema yang dirancang untuk membuat biaya dan risiko kepemilikan mobil listrik terasa lebih ringan.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah jaminan nilai jual kembali hingga 80 persen. Program ini ditujukan untuk memberi kepastian kepada konsumen yang masih ragu terhadap depresiasi harga mobil listrik, mengingat pasar kendaraan listrik bekas di Indonesia masih terus berkembang.

Tak hanya itu, VinFast juga memberikan garansi baterai seumur hidup, gratis biaya langganan baterai selama dua tahun, serta gratis pengisian daya di jaringan V-GREEN. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap biaya penggunaan mobil listrik dalam jangka panjang.

Berbagai penawaran tersebut berada di bawah konsep Drive Worry Free, pendekatan yang diperkenalkan VinFast untuk menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang lebih tenang. Konsep ini dibangun melalui lima pilar, yaitu Zero Operating Cost, Battery Peace of Mind, Ownership Confidence, Service Confidence, dan Business Confidence.

Lewat strategi tersebut, VinFast ingin konsumen merasa lebih yakin sejak membeli hingga beberapa tahun setelah mobil digunakan.