Setelah tahun lalu memperkenalkan diri lewat L8, kali ini PT Aletra Mobil Nusantara membawa satu purwarupa baru di GIIAS 2026 bernama Aletra L7, yang posisinya ada di bawah L8 dan menyasar segmen Low MPV.
Kehadiran L7 bukan cuma soal produk baru. Buat Aletra, ini semacam pembuktian bahwa mereka tak main-main soal Indonesia.
CEO PT Aletra Mobil Nusantara Andre Djojana bilang keikutsertaan mereka di GIIAS tahun ini menegaskan komitmen jangka panjang merek asal Indonesia ini di industri otomotif dalam negeri.
“Menyusul penerimaan positif terhadap Aletra L8 yang terus bertumbuh, Aletra L7 hadir sebagai langkah kami selanjutnya. Kami ingin memastikan bahwa mobilitas berkelanjutan dapat diakses oleh lebih banyak keluarga Indonesia,” ujar Andre saat perkenalan L7 di GIIAS 2026.
Segmen LMPV listrik sendiri terhitung masih sepi peminat di Indonesia dibanding LMPV konvensional yang sudah lama jadi tulang punggung penjualan mobil keluarga. Aletra melihat celah ini sebagai peluang, dengan menyasar konsumen yang butuh mobilitas ramah lingkungan tapi belum rela merogoh kocek sebesar harga MPV listrik yang ada sekarang.

Dari sisi asal produk, L7 sebenarnya bukan murni rancangan orisinal Aletra dari nol. Mobil ini lahir dari kolaborasi dengan Linxys, merek kendaraan energi baru besutan Wuling New Energy, anak usaha Guangxi Automobile Group. Produk unggulan Linxys itu kemudian diadaptasi dan dikembangkan lebih lanjut oleh tim Aletra supaya lebih sesuai dengan karakter jalan dan kebutuhan konsumen Indonesia.
Soal dimensi, L7 punya panjang 4.550 mm, lebar 1.705 mm, dan tinggi 1.725 mm, dengan bahasa desain eksterior yang condong modern dan dinamis. Ukurannya ini menempatkan L7 di kelas LMPV yang cukup ramai kompetitornya di segmen konvensional.
Meski dibidik sebagai LMPV listrik yang terjangkau, Aletra tetap menyelipkan sejumlah fitur yang biasanya cuma ada di kelas lebih atas. Ada opsi konfigurasi captain seat di baris kedua yang bikin akses dan kenyamanan personal jadi lebih leluasa, plus automatic sliding door yang biasanya identik dengan MPV premium.
Yang perlu digarisbawahi, unit yang dipajang di GIIAS 2026 masih berstatus purwarupa dan belum jadi bentuk final. Aletra menyebut pengembangan L7 masih berjalan intensif, dengan peluncuran resmi ditarget berbarengan dengan peresmian kantor pusat Aletra pada Oktober 2026.
“Aletra L7 yang kami pamerkan hari ini merupakan prototipe yang sedang dalam proses pengembangan yang intensif. Kami berharap nanti Aletra L7 bisa menjadi LMPV listrik pilihan keluarga Indonesia yang terjangkau dan juga tetap memberikan pengalaman berkendara yang premium,” kata Andre menutup sesi perkenalan L7. ![]()
