Jauh sebelum menjadi SUV global terlaris Mazda dengan penjualan lebih dari lima juta unit, CX-5 lebih dulu mengubah wajah pabrikan asal Hiroshima itu. Ketika pertama kali hadir di Indonesia pada 2012, publik langsung memberi banyak “stempel” kepadanya. Ada yang menyebutnya pelopor era Mazda modern, ada pula yang menganggapnya SUV Jepang paling cantik berkat lekukan KODO Design, sementara lainnya jatuh hati pada mesin SKYACTIV yang terasa berbeda dari rival-rivalnya. Tiga hal itulah yang kemudian menjadi fondasi seluruh lini Mazda hingga hari ini.
Empat belas tahun berselang, babak berikutnya akhirnya dimulai, Mazda CX-5 resmi memasuki generasi ketiga dan hadir di Indonesia melalui ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Berbeda dengan banyak produsen yang memilih melakukan perubahan besar setiap berganti generasi, Mazda mengambil pendekatan berbeda untuk the all new Mazda CX-5. Generasi terbaru ini dikembangkan dengan filosofi “Succession and Evolution”, yakni mempertahankan karakter yang sudah dicintai pelanggan, sekaligus menyempurnakan berbagai aspek mulai dari desain, kenyamanan, teknologi, hingga pengalaman berkendara.
Selama perjalanannya itu, Mazda CX-5 berhasil mencatat penjualan lebih dari 5.000.000 unit secara global. SUV premium ini juga dipasarkan di lebih dari 100 negara dan mengoleksi berbagai penghargaan internasional, termasuk raihan 5-Star Euro NCAP serta IIHS Top Safety Pick+ selama sembilan tahun berturut-turut.

Bagi pasar Indonesia, kehadiran generasi ketiga ini menjadi bagian dari komitmen PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) untuk terus menghadirkan produk global Mazda yang berkembang mengikuti kebutuhan konsumen. “Mazda CX-5 bukan hanya memperkenalkan filosofi Mazda kepada jutaan pelanggan di seluruh dunia, tetapi juga menjadi salah satu ikon yang membentuk identitas brand kami hingga saat ini. Karena itulah, ketika mengembangkan generasi ketiga, fokus Mazda bukanlah menciptakan Mazda CX-5 yang sepenuhnya berbeda, melainkan menyempurnakan seluruh aspek yang selama ini paling dihargai pelanggan,” ujar Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia.
Tapi wait, apa itu “Evolusi Tanpa Kehilangan Identitas”?
Secara visual, The All-New Mazda CX-5 tetap mempertahankan siluet khas yang telah menjadi identitasnya selama bertahun-tahun. Namun, berbagai penyempurnaan membuat tampilannya terlihat lebih modern dan berkarakter. Mazda tahu betul bahwa desain CX-5 sudah dicintai banyak orang. Jadi mereka tidak mengacak-acak resepnya. Mereka hanya membuatnya lebih mature dengan aspek consumer behavior terkini.
Mazda justru berjalan ke arah yang berlawanan. Ketika banyak SUV berlomba memasang grille raksasa dan lampu bertingkat yang semakin rumit, CX-5 memilih tetap sederhana. Saat kompetitor sibuk membuat garis bodi setajam mungkin, Mazda justru menghaluskannya. Hasilnya bukan SUV yang berteriak minta perhatian, tetapi SUV yang terlihat semakin dewasa.
Menariknya, saat DeepEnd masuk ke forum-forum, ada suara bahwa Mazda mendengarkan saran pemilik lama tentang kursi belakang agak sempit, bagasi kurang besar, atau pintu belakang kurang lebar. Di generasi baru ini Mazda fokus memperbaiki tiga hal tersebut. Walhasil, legroom lebih lega, headroom bertambah, bukaan pintu lebih lebar, dan bagasi lebih besar dan lebih mudah diakses. Jadi dari samping masih terlihat seperti crossover yang sporty, bukan SUV besar yang “bongsor”.
Selama GIIAS 2026, DeepEnd dua kali masuk ke kabin The All-New Mazda CX-5, berbaur dengan pengunjung lain yang penasaran melihat generasi terbarunya. Kesan pertama yang langsung terasa justru bukan layar sentuh 12,9 inci atau panel instrumen digital 10,25 inci, melainkan dashboard yang kini jauh lebih bersih dan minimalis dibanding pendahulunya. Tombol-tombol fisik yang sebelumnya cukup mendominasi kini dipangkas, seolah Mazda hanya ingin pengemudi melihat dan mengakses hal-hal yang benar-benar penting. Filosofi itu terasa hingga ke cara seluruh kendali ditempatkan, mulai dari Active Driving Display yang membantu menjaga fokus mata tetap ke depan, hingga sistem audio premium BOSE dengan 12 speaker yang menyempurnakan pengalaman di dalam kabin.
Namun, fitur yang paling menggoda perhatian justru hadir di roda kemudi melalui Capacitive Steering Switches, tombol sentuh kapasitif yang merespons sentuhan jari tanpa perlu ditekan dalam. Selain memberi kesan modern dan futuristis, teknologi ini membuat pengoperasian berbagai fungsi kendaraan terasa lebih intuitif dan minim distraksi. Menariknya lagi, untuk pasar tertentu seperti Jepang, Mazda bahkan telah membekali CX-5 dengan sistem Google built-in yang mengintegrasikan navigasi, aplikasi, hingga asisten suara langsung ke dalam sistem kendaraan, memperlihatkan arah pengembangan SUV ini menuju pengalaman berkendara yang semakin terhubung.
Oleh sebab baru mencoba di GIIAS 2026, DeepEnd belum bisa bilang secara akustik kabin seperti apa. Tapi riset ke forum Jepang, fokus mereka adalah ruang yang tenang, akibat dari noise lebih kecil, getaran berkurang, interior lebih lapang, material lebih rapi, yang semuanya diarahkan agar perjalanan sehari-hari terasa santai. Dan yang tak pernah berubah juga adalah material premium khas Mazda yang tetap dipertahankan untuk menghadirkan kualitas kabin yang semakin baik.

Kemudian, evolusi terjadi juga pada mesin. Banyak orang mungkin kecewa karena mesinnya masih 2.5 NA, sebab Mazda tetap mempercayakan mesin SKYACTIV-G 2.5L yang menghasilkan tenaga maksimum 179 PS dan torsi 240 Nm. Tapi penyempurnaannya bukan pada angka output dapur pacu, namun terjadinya pengembangan pada setir, suspensi, NVH (Noise, Vibration & Harshness) dan aspek cornering. Pokoknya, mobil wajib terasa lebih enak dikendarai setiap hari.
PT Eurokars Motor Indonesia selaku pemilik hak edar Mazda, menghadirkan dua pilihan varian On The Road (OTR) Jakarta yaitu the all new Mazda CX-5 Sport Edition harga Rp 599.000.000,- dan the all new Mazda CX-5 Kuro Edition yang dilepas pada Rp 689.900.000,-. Kedua varian akan dipasarkan secara bertahap melalui seluruh jaringan dealer resmi Mazda di Indonesia. Bahkan selama GIIAS 2026 masih berlangsung, Mazda juga memberikan program 5-Years MyMazda Warranty yang mencakup garansi kendaraan hingga lima tahun atau 150.000 kilometer, serta 3-Years MyMazda Service hingga tiga tahun atau 60.000 kilometer, termasuk biaya jasa dan suku cadang.
Melalui generasi ketiga ini, Mazda tidak hanya melanjutkan perjalanan salah satu SUV tersuksesnya di dunia, tetapi juga menunjukkan bahwa evolusi tidak selalu berarti mengubah segalanya. The all new Mazda CX-5 bukanlah SUV yang mencoba menjadi orang lain, tetap ingin menjadi CX-5 yang dikenal selama lebih dari satu dekade. Hanya saja kini tampil lebih matang, lebih nyaman, lebih modern, dan lebih memahami kebutuhan penggunanya. Mungkin itulah alasan mengapa Mazda memilih menyebut generasi ketiga ini sebagai sebuah evolusi, bukan revolusi. ![]()
