Apa pilihan bagi pemilik Toyota Alphard?

Standar ting-ting demi anak-istri.
Modifikasi tipis bergaya elegan.
Atau beranjak lebih berani dan membawanya lebih rendah dengan permainan roda dan suspensi.

Kini bahkan telah muncul segmen baru.
Ingin ikut road trip, sedikit bergaya, dan tetap mengejar kenyamanan tanpa tangis derita.
Dengan goal itulah, Budi Insani menggapainya lewat start yang mulus, diakhiri  finish yang memorable.

Modalnya berupa basis Alphard 2015.
Facelift conversion into 2022 SC Modelista spec.
BBS LMR 20x(8.5+9.5) inci dengan offset 15/23.
Ban Accelera Phi 225/40ZR20 dan 235/40ZR20.
Suspensi udara Air BFT dengan kit Garasi Drift Edition.
BBK Brembo GT6 380 + GT4 380 yang lengkap dengan EPB.

Cukup?
Lebih dari cukup.
Banyak pihak yang tergoda bahkan penasaran pada mobil ini.

Tapi izinkan DeepEnd gatal membahas apa yang tidak terlihat oleh DeepEnder. Sebab jika menilai mobil ini dari perspektif modifikasi, ukuran velg dan fitmentnya bukanlah sesuatu yang radikal.  Bahkan cenderung aman dan cukup konservatif. Velg 20x(8.5+9.5) ini memang provokatif secara visual, namun tidak agresif secara angka.

Cobalah beri bobot kritisi pada ET15/ET23.
Justru offset inilah yang membuat setup tersebut menarik.
Kuncinya bukan hanya lebar velg, tetapi seberapa jauh posisi centerline velg digeser ke luar.
Untuk gambaran sederhana, kalau kita bandingkan dengan velg OEM Alphard 30-series yang umumnya berada di kisaran ET40-an, maka ET15 pada lebar 8.5 inci berarti centerline sudah bergeser sekitar 25-30 mm ke luar hanya dari perubahan offset.

Ditambah lebar velg yang bertambah, bibir luar roda bisa terdorong lebih dari 40 mm dibanding konfigurasi OEM. Maka ET23 di lebar 9.5 inci juga bukan sekadar “velg lebar”. Dengan offset serendah itu, posisi roda keluar cukup jauh. Jadi ET15 di depan adalah angka yang patut diperhatikan. Dan inilah yang menjelaskan visualisasi bagaimana roda tersebut berdiri di dalam fender.

Malah kalau kita bandingkan dengan kultur fitment atau stance yang lebih ekstrem, kita bisa menemukan Alphard/Vellfire dengan rim width lebih besar, offset lebih agresif, diameter lebih ekstrem, stretch lebih nyata, bahkan bodi dan fender yang dikorbankan demi mengejar posisi roda.

Mobil Budi tidak menuju ke sana.

Sebab:
20 inci sudah besar untuk Alphard, tetapi bukan ukuran yang luar biasa di dunia stance.
8,5 inci di depan masih relatif aman.
9,5 inci di belakang juga masih sangat wajar.
ET15/ET23 memang cukup keluar dibandingkan spesifikasi OEM, tetapi belum masuk kategori ekstrem.
Begitu juga dengan ukuran ban 225/40 dan 235/40 yang bukan merupakan stretch agresif.
Jadi benar, angka-angka tersebut tidak membawa cerita radikal.

Tapi Harpit benar-benar cerdik.
Membantu Budi Insani masih starter.
Maka semua keputusan tersebut bertujuan the perfect balance.

Alphard memiliki karakter bodi yang sangat khas. Bentuknya besar dan vertikal dengan kaca lebar, pintu geser, serta atap panjang. Ketika dibawa ke arah stance, tantangannya bukan hanya membuat mobil terlihat lebih rendah, tetapi bagaimana menjaga agar proporsi bodi besar tersebut tetap memiliki karakter. Karena pada MPV seperti ini, body drop semata tidak cukup.
Tetap dibutuhkan rasa agar penurunan tinggi kendaraan tidak menghilangkan esensi kemewahan yang menjadi identitas Alphard.

Apalagi kalau bukan hadirnya Air BFT yang membuat ride height dapat bermain sangat rendah.

Namun menariknya, tujuan penggunaan air suspension pada Alphard ini bukan sekadar mengejar posisi parkir yang rata dengan tanah. Di sinilah banyak orang sering salah membaca sebuah MPV besar yang dibuat rendah. Menurunkan Alphard bukan hanya perkara membuat celah roda dan fender terlihat rapat. Bobot kendaraan, panjang wheelbase, karakter suspensi bawaan, hingga kebutuhan membawa penumpang tetap menjadi faktor yang harus diperhitungkan.

Namun ketika mobil mulai bergerak, tekanan udara dapat dikembalikan untuk mendapatkan ketinggian yang lebih rasional. Dan justru di situlah nilai terbesar dari setup ini. Budi tidak membangun Alphard sekadar menjadi pajangan rumah.


Tapi ia berani turun!
Turunkan bodi premium MPV.
Turun pada road trip jalur ganas di Sumatera.