Bagi Efendi Surya Nasution, atau biasa dipanggil Abg, pemilik W222 asal Jambi, mengikuti road trip Sumatera Bersatu Vol. 2 bukan sekadar soal membawa mobil berjalan ribuan kilometer. Ada pelajaran tentang modifikasi yang ikut dibawa pulang.
S-Class miliknya memang dibangun cukup ekstrem. Body kit S65 AMG, Work Zistance R20 dengan lebar 10,5 inci di depan dan 11,5 inci di belakang, serta air suspension Feel Air dengan camber kit GOMZ. Seluruhnya dikerjakan di Jambi, walaupun banyak barangnya diboyong dari Bandung.

DeepEnd banyak kenal orang Jambi yang bergelut di Erotism. Namun kebanyakan masih mengirim mobilnya ke Jawa. Abg beda sendiri. Ia justru berani mengaplikasikannya di bumi sendiri. “Di kota Jambi kita berani beda aja dari yang lain,” ujarnya. Bagi DeepEnd, ini asyik betul. Makin banyak yang tumbuh di daerah, makin bagus utuk ekosistem modifikasi mobil.
Sebagai konteks, DeepEnd bertemu Abg di Jambi. Ketika itu, dalam road to Sumatera Bersatu Vol. 2, DeepEnd bersama Willy F*ck Wheel Dude, Surya Burladas, Topan Godwheels Company dan lainnya bertekad jalan darat menuju Pekanbaru. Para pemberani ini singgah menginap di Palembang dan juga Jambi. Di Tanah Pilih Pesako Betuah inilah Abg muncul dengan S 400 2016 yang kemudian kami ajak ikut Sumatera Bersatu Vol. 2.
Mobil Abg sudah nyetel abis.
Ceper kandas.
Proud to the max.



Namun setelah bertemu dengan lebih banyak mobil dan builder, perspektifnya mulai berubah.
Abg melihat bagaimana Team Jawa membangun mobil, terutama dari pilihan velg, kaki-kaki dan kerapiannya. Menurutnya, ada standar dan arah modifikasi yang berbeda dari apa yang selama ini dilihatnya. Misalnya, bukan saja belajar soal memasang part yang tepat, tetapi juga belajar bagaimana memilihnya.
Dalam insight yang lebih in-depth, pengalaman touring lebih dari 2.000 kilometer memberi pelajaran yang signifikan. Mobil dengan airsus dan posisi roda ekstrem ternyata tetap bisa digunakan untuk perjalanan jauh, selama setupnya benar. Bahkan kesalahan kecil seperti center ring yang tidak terpasang hingga membuat baut velg kendor menjadi pengingat bahwa detail tidak boleh disepelekan. Pengaruh perjalanan itu kemudian terlihat pada mobilnya.




Bahkan setelah sesi liputan, pelat nomor kecil dilepas. Ducktail juga dicopot. Kini Abg bahkan sudah membeli BBS Super RS untuk membawa S-Class tersebut ke arah yang lebih sesuai dengan new mindsetnya. Namun yang amat menarik, perubahan itu bukan karena modifikasi sebelumnya dianggap salah.
Abg hanya mulai memahami bahwa tidak semua yang bisa dipasang harus dipertahankan.
Di situlah perjalanan ini menjadi lebih dari sekadar road trip.
Semakin banyak melihat, semakin luas referensi.
Semakin luas referensi, semakin tahu ke mana sebuah mobil harus diarahkan.

Dari yang awalnya sekadar berani berbeda, Abg mulai bergerak menuju sesuatu yang baru.
Berani mengambil arah baru dengan menggeser selera.
Dari yang keren, menjadi semakin ciamik. ![]()










