Honda Accord CR2 tahun 2013 milik Arfinsyah Aswardwika alias Apin mendapat modifikasi pada sektor suspensi, kaki-kaki, pengereman, roda, dan ban. Mobil berkelir hitam ini menggunakan air suspension Feelair 2 titik, velg Pokal R19 dengan lebar 9,5 inci di depan dan 10,5 inci di belakang, serta ban Accelera PHI berukuran 215/35 R19 di depan dan 225/35 R19 di belakang.

Setup tersebut menghasilkan camber negatif -10 derajat di depan dan -11 derajat di belakang. Kombinasi ini mengedepankan fitment agresif dalam karakter Erotism, namun tetap mempertahankan fungsi Accord untuk penggunaan harian dan perjalanan jarak jauh.

Apin menggunakan Accord tersebut setiap hari untuk bekerja dengan rute Pati-Juwana. Pada akhir pekan, mobil digunakan untuk perjalanan Pati-Kudus, sementara Pati-Semarang ditempuh setiap dua minggu dan Pati-Semarang-Jogja sekitar satu bulan sekali. Rute Pati-Kebumen juga ditempuh sekitar enam bulan hingga satu tahun sekali, di luar berbagai perjalanan road trip lainnya.

Pokal Custom Felgen menjadi pilihan pada sektor roda. Produsen velg forged ini mengembangkan model dengan konstruksi modular, termasuk two-piece dan three-piece, yang memungkinkan face dipadukan dengan barrel dan outer lip berbeda untuk menyesuaikan lebar serta posisi velg dengan kebutuhan fitment kendaraan.

Pada Accord CR2 milik Apin, desain face menggunakan Pokal GRB02 berdiameter 19 inci. Namun, barrel dan outer lip tidak menggunakan konfigurasi standar, melainkan diganti untuk mendapatkan lebar serta offset yang sesuai dengan kebutuhan Accord. Hasil akhirnya berukuran 9,5 inci di depan dan 10,5 inci di belakang, kemudian dipadukan dengan ban Accelera PHI berukuran 215/35 R19 di depan dan 225/35 R19 di belakang. Desain GRB02 tetap menjadi identitas pada bagian face, sementara barrel dan outer lip menentukan dimensi serta posisi akhir velg terhadap fender.

Pemilihan Accelera PHI juga berkaitan dengan kebutuhan fitment. Ban dengan ukuran 215/35 R19 dan 225/35 R19 tersebut digunakan pada velg 9,5 inci dan 10,5 inci dengan camber -10 derajat dan -11 derajat. PHI dikenal di kalangan pengguna stance karena karakter sidewall-nya mendukung aplikasi stretch untuk mendapatkan posisi ban terhadap fender yang rapat.

Di luar kebutuhan fitment, Apin mempertimbangkan karakter PHI untuk penggunaan harian. Menurut pengalamannya, ban tersebut nyaman digunakan di jalur Pantura, tidak mudah rusak ketika melewati lubang, tidak terlalu berisik, dan memiliki daya tahan yang baik. Karakter tersebut diuji melalui penggunaan rutin Pati-Juwana, Pati-Kudus, Pati-Semarang, hingga Pati-Semarang-Jogja. Namun, ban depan tetap lebih boros dibandingkan belakang karena Accord menggunakan sistem penggerak roda depan atau front-wheel drive (FWD).

Sistem suspensi menggunakan Feelair 2 titik yang memungkinkan ketinggian kendaraan diatur melalui controller. Posisi Accord yang sangat rendah pada saat parkir bukan merupakan konfigurasi yang digunakan ketika berkendara. Pada controller terlihat tekanan 0 psi ketika mobil berada dalam posisi rendah, sedangkan saat digunakan di jalan, Accord dinaikkan menggunakan ride mode sesuai kebutuhan.

Menurut Apin, karakter suspensi Feelair juga dapat diatur untuk mendapatkan bantingan yang lebih keras atau lebih empuk. Pengaturan ride height tersebut menjadi bagian penting karena Accord rutin melintasi jalur Pantura dan digunakan untuk perjalanan menuju Semarang, Jogja, hingga Kebumen. Dengan pengaturan tersebut, ketinggian mobil dapat disesuaikan dengan kondisi jalan yang dilalui.

Camber negatif -10 derajat di depan dan -11 derajat di belakang menjadi bagian lain dari setup kaki-kaki Accord. Menurut Apin, camber tersebut tetap mempertimbangkan penggunaan mobil secara rutin dan konsumsi ban. Ia menilai keausan ban masih dapat dipertahankan karena camber negatif tidak dibuat lebih ekstrem dari konfigurasi yang digunakan saat ini.

Konsekuensi setup tetap terasa ketika mobil digunakan. Apin menyebut bantingan terasa agak keras karena menggunakan tekanan angin yang tinggi. Jalan berlubang dan permukaan yang tidak rata juga menjadi kondisi yang perlu lebih diperhatikan. Di sisi lain, kemampuan air suspension untuk mengatur ketinggian membantu mobil menghadapi karakter jalan yang berbeda selama digunakan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Dengan kombinasi Feelair 2 titik, Pokal GRB02 dengan barrel dan outer lip custom, Accelera PHI, camber -10 derajat di depan dan -11 derajat di belakang, serta BBK 6-pot 380 mm, Accord ini tetap digunakan sebagai kendaraan harian. Pati-Juwana menjadi rute rutin, Pati-Semarang ditempuh setiap dua minggu, dan Pati-Semarang-Jogja sekitar satu bulan sekali, selain berbagai perjalanan road trip lainnya.