Rangkaian panjang MAXI Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 akhirnya sampai di garis finis. Ekspedisi touring yang digelar Yamaha bareng line-up skutik premium MAXI ini menuntaskan 9 etape perjalanan, membentang dari ujung Barat sampai Timur Indonesia. Total jarak yang ditempuh tercatat lebih dari 3.300 kilometer, melintasi 36 kota dan kabupaten di 6 pulau besar, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Etape pembuka digelar di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Rombongan menyusuri Balige, Meat, Tele, Pangururan, Bukit Holbung, sampai Sibeabea, melintasi jalur pegunungan berkelok dengan latar kaldera Danau Toba sambil singgah di beberapa perkampungan adat Batak.

Dari sana perjalanan berlanjut ke Bengkulu, mengeksplorasi Sungai Trokon, Pantai Sungai Suci, dan Kebun Teh Kepahiang, sekaligus mampir ke Rumah Fatmawati dan Rumah Pengasingan Bung Karno.
Etape ketiga membawa peserta ke Lampung Selatan dengan pemandangan Gunung Rajabasa, dilanjutkan snorkeling di Pulau Pahawang untuk melihat Taman Nemo, sekaligus menggelar CSR penanaman mangrove bareng komunitas Journalist MAX Community.

Masuk Pulau Jawa, MTBN menyusuri Tatar Sunda lewat Bandung, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, sampai Cirebon. Jalur Cijapati yang penuh kelokan, Kampung Naga, terasering Panyaweuyan, Ciboer Pass, sampai Keraton Kasepuhan jadi bagian dari rute etape keempat ini.

Perjalanan lanjut dari Yogyakarta menuju Pacitan, melewati pergantian karakter jalan dari perkotaan ke perbukitan dan pesisir selatan. Di Pacitan peserta menyambangi Pantai Srau dan Tanjung Klayar, sebelum menyusuri Sungai Maron pakai kapal nelayan.

Dari Jawa, rombongan menyeberang ke Bali dan mengunjungi Kintamani serta Danau Batur, bahkan sempat naik kapal tradisional Songan buat menyusuri danau di kawasan kaldera Gunung Batur. Rute berlanjut ke Pantai Amed di Bali Timur dengan karakter pesisir yang jauh berbeda dari Kintamani.

Etape berikutnya di Lombok mengambil konsep eksplorasi 360 derajat mengelilingi pulau, mulai dari Desa Adat Sade, Sirkuit Mandalika, kawasan Gunung Rinjani dan Sembalun, sampai Pantai Senggigi tempat digelarnya CSR pelepasan tukik, ditutup dengan lanskap Mekaki Hills dan Bukit Sekotong.

Etape Kalimantan mengusung tema Explore Borneo, dimulai dari Sampit menuju Pangkalan Bun. Dari situ perjalanan berlanjut ke Taman Nasional Tanjung Puting naik kapal kelotok, menyusuri sungai di tengah hutan tropis sambil mengenal konservasi orangutan, sekaligus bertemu komunitas MAXI Yamaha lokal di sekitar Sungai Arut.
Etape penutup digelar di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, menempuh sekitar 800 kilometer selama empat hari lewat kawasan perkotaan, pesisir, hingga jalur pegunungan Toraja yang penuh tanjakan dan tikungan tajam. Di sini peserta mampir ke Buntu Burake, menikmati suasana pagi di Lolai yang dijuluki Negeri di Atas Awan, mengenal tradisi pemakaman adat di Kete Kesu, sampai menjelajahi Lembah Ollon.
Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat sepanjang perjalanan MTBN 2026, mulai dari pemerintah daerah, media, komunitas, sampai konsumen loyal Yamaha di berbagai wilayah. Ia menyebut MTBN jadi cara Yamaha mempertegas posisi MAXI Yamaha sebagai skutik “Raja Touring” berkat kombinasi performa, durabilitas, dan fitur yang mendukung perjalanan jarak jauh, sekaligus turut mengangkat potensi wisata dan budaya daerah yang dilintasi. Ia juga menyinggung antusiasme yang ditemui di sepanjang rute sebagai bukti basis konsumen MAXI Yamaha terus tumbuh dan makin tersebar di berbagai penjuru Tanah Air setelah lebih dari satu dekade hadir di Indonesia.
Rampungnya etape Toraja sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian MAXI Tour Boemi Nusantara 2026, ekspedisi yang jadi bagian dari semangat Yamaha sebagai KANDO Creating Company dalam menghadirkan pengalaman yang dekat dengan gaya hidup dan passion konsumennya. ![]()




