Parkir paralel kadang jadi solusi ketika lahan parkir sudah penuh. Masalahnya, posisi mobil seperti ini bisa saja membuat kendaraan lain yang terparkir di belakang atau di depannya ikut terjebak.
Makanya, mobil yang ditinggal dalam posisi parkir paralel harus bisa dipindahkan. Pada mobil manual, urusan ini relatif sederhana. Tinggal masukkan transmisi ke posisi netral atau N, lalu kendaraan bisa didorong ketika pemiliknya sedang tidak ada.
Lantas bagaimana dengan mobil matic yang sudah menggunakan sistem elektrifikasi seperti hybrid dan Electric Parking Brake (EPB)?
Menurut Auto2000, pemilik mobil hybrid Toyota tidak perlu khawatir. Kendaraan tetap bisa diposisikan agar dapat didorong saat parkir paralel, selama prosedurnya dilakukan dengan benar.
Justru ada dua komponen yang perlu dipahami pemiliknya, yakni EPB dan shift lock.
Hal ini penting karena parkir paralel yang dimaksud bukan sekadar parkir berjajar di pinggir jalan. Ada kondisi ketika lahan parkir penuh dan satu mobil harus diparkir di belakang mobil lain, sehingga kendaraan yang ditinggal bisa menghalangi akses keluar-masuk kendaraan di sekitarnya.
Dalam situasi seperti ini, mobil yang menghalangi harus bisa digeser oleh petugas parkir atau pengguna kendaraan lain.
Pada mobil matik, posisi transmisi P membuat kendaraan terkunci dan tidak bisa begitu saja didorong. Karena itu, untuk kebutuhan parkir paralel, posisi transmisi pada akhirnya harus berada di N dan rem parkir harus dalam kondisi tidak aktif.
Nah, di sinilah keberadaan shift lock pada mobil hybrid Toyota punya peran penting.
Fitur ini memungkinkan tuas transmisi yang sebelumnya berada di posisi P dipindahkan ke N setelah sistem kendaraan dimatikan. Pada mobil hybrid Toyota seperti Kijang Innova Zenix Hybrid EV, Veloz Hybrid EV, dan Yaris Cross Hybrid EV, shift lock bekerja bersama prosedur pelepasan EPB untuk membuat mobil tetap bisa dipindahkan saat ditinggal.
Jadi, sistem hybridnya sendiri bukan sesuatu yang membuat mobil otomatis tidak bisa didorong.
Auto2000 menjelaskan, saat kendaraan sudah dalam kondisi OFF, sistem hybrid tidak bekerja untuk menggerakkan kendaraan. Yang perlu diperhatikan justru bagaimana posisi transmisi dan rem parkir diatur sebelum pemilik meninggalkan mobil.
Caranya memang sedikit berbeda dibanding mobil matik konvensional.
Pertama, pastikan posisi mobil sudah lurus dan berada di tempat yang aman untuk parkir paralel. Setelah itu, pindahkan tuas transmisi ke posisi P seperti ketika parkir biasa.
Berikutnya, tetap injak pedal rem lalu tekan tombol EPB selama beberapa saat sampai muncul notifikasi pada panel instrumen yang menunjukkan EPB sudah deactivated atau tidak aktif.
Setelah itu, matikan kendaraan menggunakan tombol start/stop.
Sebelum turun, ambil remote mobil dan keluarkan kunci pintu cadangan yang tersimpan di dalam remote tersebut. Kunci inilah yang nantinya digunakan untuk mengoperasikan shift lock.
Lubang shift lock berada di sisi tuas transmisi, tepatnya di depan posisi P. Masukkan dan tekan kunci tersebut ke lubang shift lock, kemudian dengan tangan yang lain geser tuas transmisi ke posisi N.
Kalau semua langkah dilakukan dengan benar, mobil sudah berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk didorong.
Bila masih ragu, pemilik bisa mengecek dengan memberikan sedikit dorongan pada mobil sebelum meninggalkannya. Tujuannya untuk memastikan kendaraan memang sudah tidak terkunci oleh posisi transmisi atau rem parkir.
Saat mobil hendak digunakan kembali, prosedurnya juga perlu dikembalikan seperti semula. Pindahkan tuas transmisi ke P, kemudian nyalakan kendaraan.
Dengan pedal rem tetap diinjak, tarik tombol EPB ke atas untuk mengaktifkan kembali rem parkir.
Marketing Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara mengatakan prosedur tersebut pada dasarnya tidak rumit selama pemilik memahami fungsi masing-masing fitur.
“Parkir paralel pada mobil Hybrid EV Toyota pada dasarnya mudah dilakukan selama AutoFamily mengikuti prosedur yang tepat. Konsultasikan kebutuhan mobilitas AutoFamily dengan mobil Toyota kepada teknisi Auto2000 yang berpengalaman,” kata Nur.
Meski begitu, Auto2000 tetap menyarankan pemilik mobil untuk tidak menjadikan parkir paralel sebagai pilihan utama jika situasinya tidak mendesak.
Alasannya sederhana. Mobil yang sudah dibuat agar bisa didorong tetap berpotensi bergerak maju atau mundur ketika pemilik tidak berada di dekat kendaraan. Karena itu, kalau tersedia area parkir yang tidak menghalangi kendaraan lain, pilihan tersebut tetap lebih aman. ![]()
