Dulu, kalau jadi driver Gojek berarti harus tunggu orderan lewat telepon. Belum ada aplikasi, belum ada notifikasi pesanan masuk dari layar ponsel seperti sekarang. Layanan Gojek saat itu masih mengandalkan call center untuk mempertemukan pelanggan dengan pengemudi.
Dari fase itulah perjalanan 70 Mitra Driver Legend dimulai. Mereka bergabung dengan Gojek di wilayah Jabodetabek pada rentang 2010 sampai 2014 dan sebagian masih aktif mengemudi sampai sekarang.
Setelah lebih dari 15 tahun ikut menjalani perubahan tersebut, 70 driver ini mendapat apresiasi berupa kesempatan menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci. Mereka dijadwalkan berangkat pada 2 September 2026 sebagai bagian dari Program Apresiasi Mitra Gojek.

Buat Gojek, para driver tersebut bukan sekadar mitra dengan masa kemitraan panjang. Mereka merupakan bagian dari kelompok yang ikut membuka jalan ketika bisnis Gojek masih berada di tahap awal.
Direktur Utama dan CEO GoTo Hans Patuwo mengatakan perjalanan Gojek memang tidak bisa dilepaskan dari para mitra yang sudah bersama perusahaan sejak masa awal.
“Gojek tidak pernah dibangun sendirian. Sejak awal, saat layanan Gojek masih berbasis call center, para Mitra Driver Legend telah berjuang bersama kami. Mereka membuka jalan, membangun dan membesarkan Gojek hingga bisa seperti sekarang,” ujar Hans.
Menurutnya, keberangkatan ke Tanah Suci menjadi bentuk apresiasi atas kesetiaan dan dedikasi para mitra selama lebih dari satu dekade. Ke depan, Gojek juga berencana membuka kesempatan umrah bagi lebih banyak mitra melalui Program Apresiasi Mitra.

Menjelang keberangkatan, Gojek menggelar doa bersama sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Jakarta pada 28 Agustus 2026. Acara tersebut turut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Habib Ja’far Al Hadar.
Dudy mengapresiasi program yang diberikan Gojek karena manfaatnya tidak hanya menyentuh mitra driver, tetapi juga keluarga mereka.
“Pemerintah sangat mendorong peningkatan kesejahteraan Mitra Driver melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pelaku industri. Kami mengapresiasi komitmen Gojek yang menghadirkan Program Apresiasi Mitra dengan manfaat yang dirasakan langsung oleh para Mitra Driver dan keluarganya,” kata Dudy.
Salah satu driver yang akan berangkat adalah Bambang Raminto. Ia bergabung dengan Gojek sejak 2010, ketika order masih masuk melalui telepon.
Bagi Bambang, kesempatan ini terasa lebih personal. Ia mengaku tidak pernah membayangkan bisa mendapat kesempatan pergi ke Tanah Suci, terlebih setelah kehilangan putra sulungnya.
“Setelah kepergian anak pertama saya, saya tidak pernah membayangkan Allah memberikan hadiah berupa kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Saya sangat mengapresiasi program Gojek ini, bukan hanya untuk saya, tetapi juga teman-teman Mitra Driver lainnya,” ujar Bambang.
Program umrah tersebut merupakan bagian dari Program Apresiasi Mitra yang terus diperluas Gojek. Program ini tidak hanya berisi penghargaan untuk mitra dengan masa kemitraan panjang, tetapi juga mencakup perlindungan, kesejahteraan keluarga dan dukungan operasional.
Manfaat yang tersedia antara lain BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Bonus Hari Raya, beasiswa pendidikan anak, perlengkapan sekolah, poin Swadaya dan kuota internet. Gojek juga memberikan sejumlah penghargaan berdasarkan perjalanan serta kontribusi mitra.
Dalam acara pelepasan tersebut, Habib Ja’far Al Hadar memimpin doa untuk kelancaran perjalanan 70 Mitra Driver Legend ke Tanah Suci. Doa bersama juga diarahkan untuk Indonesia di tengah berbagai bencana alam yang terjadi.
Lewat tausiyahnya, Habib Ja’far mengajak para peserta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjalankan pekerjaan, terutama melalui sikap jujur, amanah dan memberikan manfaat bagi orang lain. ![]()


