Buat pasar di luar Jepang, nama Pajero sempat jadi cerita masa lalu. Sejak 2021, Mitsubishi Motors resmi menyetop produksi SUV legendaris ini untuk pasar global, menyisakan kerinduan di kalangan penggemar off-road yang sudah kenal betul reputasinya menjelajah medan berat.
Namun per hari ini, Rabu (2/9/2026) di Tokyo, penantian itu berakhir lewat world premiere all-new Pajero generasi kelima.

Mitsubishi tidak main-main memposisikan comeback ini. Pajero baru disebut sebagai model flagship generasi baru yang bakal membawa arah baru seluruh lineup Mitsubishi Motors, bukan sekadar penyegaran produk lama. Basis produksinya pun sudah disiapkan matang di Thailand, pabrik yang selama ini jadi tulang punggung produksi kendaraan komersial dan SUV Mitsubishi untuk pasar ekspor.
Peluncuran perdana bakal digelar di Thailand, disusul Jepang dan Australia masih dalam tahun fiskal 2026 yang berjalan sampai Maret 2027. Baru mulai tahun fiskal 2027, Mitsubishi menargetkan ekspansi ke sekitar 100 negara termasuk kawasan ASEAN, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Skema roll out bertahap ini memberi sinyal Mitsubishi ingin memastikan setiap pasar mendapat versi Pajero yang benar-benar siap tempur, bukan buru-buru kejar tayang.
Yang bikin comeback ini terasa berbeda dari sekadar reli nostalgia, Pajero baru langsung diposisikan untuk head-to-head dengan pemain kelas berat di segmen SUV off-road tangguh macam Toyota Land Cruiser dan Nissan Patrol. Bukan lawan sembarangan mengingat kedua nama itu sudah lama jadi standar SUV petualang sejati di banyak pasar termasuk Indonesia.
Modal Pajero untuk masuk pertarungan ini sebenarnya bukan barang baru. Sejak generasi pertama meluncur tahun 1982, Pajero membangun reputasinya lewat ajang paling brutal, Reli Dakar, dengan koleksi belasan kemenangan overall termasuk tujuh kali berturut-turut. Prestasi itu yang bikin nama Pajero melekat sebagai simbol ketangguhan sejati, bukan cuma SUV berbodi gagah yang jarang lepas dari aspal.
Total produksi empat generasi Pajero tembus 3,29 juta unit dan tersebar di lebih dari 170 negara, angka yang menempatkannya sebagai salah satu model paling ikonik dalam sejarah Mitsubishi Motors. Di Jepang sendiri, Pajero jadi salah satu motor penggerak booming RV era 1990-an, ikut membentuk gaya hidup outdoor masyarakat kala itu.
Presiden dan Chief Operating Officer Mitsubishi Motors, Keisuke Kishiura, menegaskan posisi strategis Pajero baru dalam visi jangka menengah-panjang perusahaan menuju dekade 2030-an. “The all-new Pajero adalah model pertama yang mewujudkan visi tersebut. Sebagai model andalan kami, mobil ini tidak hanya akan memimpin seri Pajero yang akan datang, tetapi juga seluruh jajaran produk Mitsubishi Motors,” ujarnya dalam rilis resmi peluncuran.
Kishiura menambahkan Pajero baru dikembangkan dengan level kehalusan yang belum pernah ada di generasi sebelumnya, sekaligus tetap jadi SUV cross-country premium yang bisa diandalkan di segala situasi. Ia menyebut peluncuran akan dilakukan bertahap ke berbagai pasar dunia, dan berharap pelanggan sudah mulai menanti kedatangannya.

Filosofi produk Pajero pun mengalami evolusi di generasi ini. Jika sebelumnya dua pilar utamanya cuma Confidence yang merujuk kemampuan off-road dan reliabilitas, serta Comfort yang bicara soal kenyamanan berkendara, kini hadir dimensi ketiga bernama Prestige. Dimensi baru ini merepresentasikan kualitas premium yang pantas disandang sebuah SUV flagship.
Basis platformnya sendiri diketahui berbagi ladder frame dengan Triton, pikap andalan Mitsubishi yang sudah teruji di berbagai medan. Kombinasi warisan ketangguhan platform komersial dengan ambisi jadi SUV flagship premium inilah yang membuat comeback Pajero kali ini ditunggu bukan cuma oleh basis penggemar lama, tapi juga pasar yang belum pernah merasakan versi originalnya. ![]()


