Kalau bicara soal DNA off-road, Mitsubishi tidak asal klaim buat all-new Pajero. Fondasi mekanisnya dibangun di atas pengalaman puluhan tahun turun di reli dan pengembangan di medan-medan paling ekstrem. Hasil akhirnya berupa kombinasi mesin diesel baru, transmisi baru, dan sasis yang digarap ulang dari nol.
Jantung mekanisnya dipercayakan pada mesin diesel 2.4 liter yang dikembangkan khusus, dilengkapi wide range single variable geometry turbocharger atau VGT. Torsi maksimum yang dihasilkan mencapai 480 Nm, meski pada spesifikasi tertentu angkanya turun jadi 470 Nm. Karakter tenaganya diklaim responsif dari posisi diam sampai kecepatan tinggi.

Mesin ini dipadukan dengan transmisi otomatis 8 percepatan baru yang sudah dilengkapi mode sport. Perpindahan gigi diklaim lebih halus dan seamless, sementara dari sisi berkendara harian sampai off-road, kombinasi tenaga yang responsif terhadap input pengemudi dipadu peningkatan kesenyapan kabin bikin pengalaman berkendaranya terasa lebih matang.
Fondasi sasisnya menggunakan ladder frame yang digadang punya rigiditas tinggi, hasil dari pengalaman puluhan tahun reli dan pengembangan di lingkungan yang menuntut. Penggunaan baja high tensile diperluas untuk membantu efisiensi bobot, sementara area penampang frame diperbesar untuk mendongkrak rigiditas torsional dan bending secara signifikan.

Sistem suspensinya mengusung double wishbone independen di depan, dipadu axle rigid five link yang baru dikembangkan di belakang. Konfigurasi ini disebut membantu ban tetap menapak jalan dengan baik sekaligus mendukung kemampuan off-road, tanpa mengorbankan feel kemudi yang natural dan karakter berkendara yang flat serta stabil.
Mitsubishi bahkan menjadikan off-road comfort sebagai benchmark pengembangan tersendiri, bukan cuma soal seberapa jauh Pajero bisa menaklukkan medan berat, tapi juga bagaimana penumpang tetap nyaman selama perjalanan panjang di permukaan kasar. Body mount yang diperkuat berperan meredam getaran tak diinginkan di jalan rusak sekaligus ikut mendongkrak kenyamanan dan handling secara keseluruhan.

Untuk urusan penyaluran tenaga ke roda, Pajero baru mengandalkan Super-All Wheel Control atau S-AWC yang mengintegrasikan kontrol akselerasi, cornering, dan pengereman jadi satu paket. Sistem Super Select 4WD-II atau SS4-II menyediakan empat mode gerak, mulai dari 2H untuk penggerak roda belakang, 4H untuk 4WD full time, 4HLc dengan differential lock di tengah, sampai 4LLc yang menambahkan gear rendah.
Selain SS4-II, S-AWC juga mengintegrasikan Active Yaw Control yang mengatur distribusi torsi roda kiri-kanan lewat rem depan, Active Stability and Traction Control yang mengoptimalkan distribusi tenaga di permukaan licin, dan Anti-lock Braking System untuk mencegah roda mengunci saat pengereman mendadak. Tujuh mode berkendara turut disiapkan, mencakup Normal, Eco, Gravel, Snow, Mud, Sand, dan Rock, jadi pengemudi dengan level pengalaman berbeda tetap bisa menyesuaikan karakter mobil dengan kondisi jalan yang dihadapi.

Dari sisi dimensi, all-new Pajero punya panjang 4.920 mm, lebar 1.925 mm, dan tinggi 1.910 mm, dengan wheelbase 2.870 mm serta jarak trek depan-belakang 1.630 mm. Ground clearance-nya mencapai 230 mm, dipadu approach angle 30,4 derajat, ramp breakover angle 22,6 derajat, dan departure angle 25,8 derajat, seluruhnya diukur pada konfigurasi pelek 20 inci. Distribusi bobot depan-belakang diatur di angka 52 banding 48, kombinasi yang bersama ladder frame dan suspensi long travel disebut Mitsubishi mampu menjaga ban tetap menapak optimal bahkan di permukaan paling tidak rata sekalipun. ![]()


