Ford kelihatannya paham satu hal. Orang yang punya uang lebih dari Rp 1 miliar untuk membeli mobil belum tentu mencari hal yang sama.

Makanya Everest Platinum dan Ranger Platinum bisa punya mesin yang sama persis, tapi dijual dengan karakter yang berbeda. Keduanya mengandalkan mesin 3.0L V6 Turbo Diesel bertenaga 250 PS dengan torsi 600 Nm dan transmisi otomatis 10-percepatan. Bedanya, Everest lebih diarahkan menjadi SUV premium untuk perjalanan yang nyaman, sementara Ranger membawa mesin yang sama ke format double cabin yang lebih dekat dengan aktivitas outdoor.

Duo Platinum ini diperkenalkan RMA Indonesia di Indonesia pada Juli 2026. Everest Platinum ditempatkan sebagai flagship SUV Ford, sedangkan Ranger Platinum menjadi varian tertinggi di keluarga double cabin Ranger.

Di atas kertas, performanya memang identik. Namun begitu melihat bagaimana keduanya dibangun, perbedaan pendekatannya langsung kelihatan. Everest lebih banyak menghabiskan amunisi di kabin, sedangkan Ranger punya perangkat yang memang disiapkan untuk menghadapi medan yang lebih beragam.

Everest Platinum misalnya, mendapatkan Adaptive Cruise Control, Blind Spot Information System, Lane Centering dan berbagai fitur ADAS. Ada pula panoramic sunroof, SYNC 4A dengan layar sentuh 12 inci dan Bang & Olufsen Premium Audio. Kursi depan sudah dilengkapi pemanas dan ventilasi, sementara Pro Power Onboard 400W memungkinkan pengguna mengambil sumber listrik dari mobil untuk perangkat seperti laptop atau kamera.

Karakter seperti ini membuat Everest lebih cocok untuk konsumen yang menganggap mobil sebagai ruang nyaman selama perjalanan. Mau pergi keluar kota bersama keluarga atau sekadar mencari tempat baru di akhir pekan, perhatian utamanya ada di bagaimana perjalanan tersebut terasa di dalam kabin.

Ranger Platinum punya resep yang sama-sama mahal, tetapi cara memakainya berbeda. Area bak belakang memberikan ruang ekstra untuk membawa sepeda, perlengkapan camping atau barang-barang lain yang biasanya mulai merepotkan kalau harus masuk ke kabin.

Mesin V6 diesel 250 PS dan 600 Nm tersebut kemudian ditemani sistem 4WD Full-Time Available, Terrain Management System dan Rear Electronic Locking Differential. Ketika jalan berubah menjadi berlumpur, berbatu atau menanjak dengan permukaan licin, perangkat ini yang mulai punya peran lebih besar.

Menariknya, Ford tidak lantas membuat Ranger Platinum terasa seperti mobil kerja yang kebetulan punya mesin besar. Kabinnya tetap dibekali Bang & Olufsen Premium Sound System, kursi depan heated dan ventilated, 10-way power seat dengan memory function serta SYNC 4A 12 inci. Pro Power Onboard 400W juga tetap tersedia untuk kebutuhan perangkat elektronik saat beraktivitas di luar ruang.

Roelof Lamberts, Regional Director RMA Indonesia, mengatakan kedua model tersebut memang disiapkan dengan karakter berbeda karena cara konsumen menikmati waktu luangnya juga tidak sama.

“Kami memahami bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk mengisi kembali energi setelah menjalani rutinitas selama sepekan. Ada yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga dalam perjalanan yang nyaman, sementara yang lain justru mendapatkan energi baru dengan menjalankan hobi dan mengeksplorasi tempat-tempat baru,” ujar Lamberts.

Di pasar Indonesia, Ford Everest Platinum 3.0L V6 dibanderol Rp 1.295.000.000 OTR Jakarta. Ranger Platinum 3.0L V6 sedikit lebih rendah dengan harga Rp 1.129.000.000 OTR Jakarta. Keduanya didukung jaringan 34 dealer resmi Ford dan layanan Emergency Roadside Assistance atau ERA 24 jam.

Jadi meski sama-sama membawa mesin V6 diesel 3.0 liter, kedua Platinum ini sebenarnya sedang menawarkan dua cara berbeda dalam menikmati kemampuan sebuah mobil. Everest memakai tenaga besarnya untuk membuat perjalanan terasa lebih santai, sementara Ranger punya alasan untuk membawa tenaga yang sama keluar dari jalan aspal.