Mercedes-AMG CLE 646 Spezialanfertigung membawa chassis ke level yang berbeda melalui kombinasi coilover 4-way adjustable hasil pengembangan bersama AMG dan KW Automotive, rem AMG Ceramic High-Performance Composite, serta forged wheel 20 inci dengan ban 305/30 ZR20 di depan dan 335/30 ZR20 di belakang. Suspensi menyediakan pengaturan low-speed dan high-speed untuk compression maupun rebound, sementara sistem pengereman menggunakan cakram carbon-ceramic 420 x 40 mm dengan fixed caliper enam piston di depan dan 360 x 32 mm dengan floating caliper satu piston di belakang.

Di atasnya, perangkat aerodinamika bekerja bukan sekadar sebagai ornamen. Front diffuser memiliki dua posisi Street dan Race, sementara fender louvers, flics, flat floor dengan longitudinal fins, serta rear spoiler yang dapat disetel manual mengatur aliran udara dan distribusi downforce. Pada kecepatan maksimum, seluruh konfigurasi tersebut menghasilkan lebih dari 250 kg downforce. Ada pula AMG Traction Control dengan sembilan level wheel-slip pada axle belakang untuk penggunaan di closed circuit.

Namun ketika chassis sudah dipersiapkan sedemikian rupa untuk menghadapi lintasan, bagian yang paling terasa oleh pengemudi justru berada di dalam mobil. Di sinilah karakter CLE 646 mulai bergeser dari sebuah coupe performa menjadi ruang kerja yang lebih fokus kepada pengemudi.

Mercedes-AMG memangkas sejumlah elemen yang tidak memiliki kontribusi langsung terhadap pengalaman berkendara. Bangku belakang dihilangkan, begitu pula sebagian material peredam suara. Sistem audio dibuat lebih sederhana, sementara sejumlah fitur kenyamanan ikut dikurangi. Bahkan sebagian perangkat bantuan pengemudi, termasuk PARKTRONIC, tidak lagi menjadi bagian dari konfigurasi ini.

Pengurangan tersebut bukan sekadar soal membuat kabin terasa kosong. Setiap elemen yang dipertahankan memiliki alasan fungsional. CLE 646 tidak mencoba mempertahankan seluruh fasilitas sebuah coupe GT, melainkan menggeser prioritas kepada kontrol, posisi mengemudi, dan koneksi antara pengemudi dengan mobil.

Posisi pengemudi ditempatkan pada lightweight racing bucket seat dengan dukungan lateral yang lebih kuat. Karakter jok ini langsung mengubah cara tubuh berinteraksi dengan mobil, terutama ketika kendaraan menerima beban lateral tinggi saat menikung. Pengemudi tidak sekadar duduk di dalam kabin, tetapi mendapatkan posisi yang lebih terkunci untuk mempertahankan kontrol.

Material pada area interior juga mengikuti pendekatan tersebut. DINAMICA microfiber digunakan pada bagian-bagian tertentu, termasuk AMG Performance steering wheel. Bentuk kemudinya dibuat flat-bottom dengan inspirasi motorsport, sementara jumlah kontrol pada spoke dikurangi dibandingkan konfigurasi yang lebih berorientasi comfort.

Pengurangan tombol pada kemudi ikut mengubah pengalaman operasional. Kabin tidak lagi dipenuhi berbagai fungsi yang harus diakses dari posisi tangan, melainkan dibuat lebih sederhana agar perhatian tetap berada pada input utama: kemudi, throttle, dan pengereman.

Di belakang jok terdapat roll-over bar yang bukan hanya elemen keselamatan. Komponen ini menjadi bagian dari struktur kabin sekaligus memberikan tambahan torsional rigidity. Untuk kebutuhan yang lebih serius, Performance Package menyediakan opsi six-point harness yang semakin mempertegas orientasi penggunaan di lintasan.

Panel pintu juga menggunakan pendekatan ringan dengan material carbon. Detail tersebut memperlihatkan bahwa pengurangan massa tidak berhenti pada komponen besar, tetapi masuk hingga ke bagian interior yang dalam konfigurasi normal dibuat dengan pertimbangan kenyamanan, akustik, dan kemudahan penggunaan sehari-hari.

Konsekuensinya jelas: kabin CLE 646 bukan tempat untuk mengejar kelengkapan. Ia dirancang untuk menghilangkan distraksi dan memusatkan pengalaman pada posisi duduk, kontrol, serta respons mobil. Bahkan apa yang tidak lagi tersedia menjadi bagian dari karakter Spezialanfertigung ini.

Dari luar, CLE 646 mungkin berbicara mengenai performa melalui proporsi dan perangkat aerodinamika. Dari balik kemudi, pesannya jauh lebih sederhana. Mercedes-AMG mengurangi sebanyak mungkin lapisan antara pengemudi dan mesin, sehingga sebuah coupe yang secara dasar tetap legal digunakan di jalan raya mendapatkan suasana kabin yang semakin dekat dengan mobil untuk closed circuit.