Bikin ornamen mewah di dalam mobil mungkin terdengar seperti pekerjaan sepele. Tinggal pilih material, potong sesuai desain, lalu pasang.
Tapi Rolls-Royce Phantom Hummingbird satu ini ternyata jauh lebih ribet dari itu.
Untuk membuat salah satu detail kabin mobil ini, Rolls-Royce harus menghabiskan waktu lebih dari sembilan bulan hanya untuk mengembangkan teknik pengerjaan material baru. Bukan karena desainnya terlalu rumit, melainkan karena material yang dipakai memang punya karakter yang sulit diajak kompromi.
Material tersebut adalah abalone shell, bagian dalam cangkang moluska laut yang dikenal punya efek warna biru dan hijau ketika terkena cahaya. Phantom Hummingbird menjadi Rolls-Royce pertama dalam sejarah yang menggunakan material ini sebagai marquetry di interior.
Material tersebut dipadukan dengan mother-of-pearl untuk membuat motif burung kolibri pada dua Picnic Table di bagian belakang kabin. Masing-masing burung tersusun dari 53 potongan material, dengan 18 potongan khusus digunakan untuk membentuk bagian sayap.
Di antara dua kursi belakang, Rolls-Royce juga memasang motif botani pada Rear Waterfall panel. Bagian ini terdiri dari 84 potongan abalone shell dan mother-of-pearl. Semua elemen tersebut kemudian ditanam ke dalam veneer Ash Burr.
Masalahnya, abalone shell punya sifat yang sangat tipis dan rapuh. Tim Bespoke Rolls-Royce yang terdiri dari desainer, engineer dan craftspeople harus mencari cara supaya material tersebut bisa dipotong, dibentuk dan dipasang dengan presisi tinggi, tapi tetap cukup kuat untuk digunakan di mobil yang dirancang bertahan selama beberapa generasi.
Mereka sampai harus melewati enam iterasi sebelum menemukan teknik yang dianggap sesuai. Pada proses akhirnya, ketebalan pearl dan abalone lebih dulu dikurangi agar setiap potongan bisa ditanam dengan lembut tetapi tetap kuat ke dalam veneer, sebelum kemudian dilapisi lacquer.
- Rolls-Royce Bespoke
- Rolls-Royce Bespoke
Presisinya juga sudah masuk wilayah yang sulit dilihat mata. Setiap potongan abalone shell dan mother-of-pearl dipotong menggunakan laser dengan ukuran 0,06 mm lebih besar dari ukuran akhirnya. Lebihan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi burn margin dari proses laser.
Setelah itu pekerjaan berpindah ke tangan manusia. Setiap potongan dikikir lagi sampai mencapai bentuk akhirnya dan setiap sisi harus bertemu dengan potongan di sebelahnya tanpa menyisakan sambungan yang terlihat. Bagian sayap burung kolibri menjadi salah satu area paling rumit karena menurut Rolls-Royce, tingkat presisi yang dibutuhkan hanya bisa dicapai dengan tangan manusia.
Setelah seluruh potongan selesai dipotong dan dipasang, masing-masing Picnic Table dan Rear Waterfall panel masih membutuhkan delapan jam pengerjaan tambahan. Jika ditotal, tiga panel tersebut membutuhkan 45 jam pengerjaan pada tahap itu saja.
Phil Fabre de la Grange, Head of Bespoke Rolls-Royce Motor Cars, mengatakan penggunaan abalone shell menghadirkan tantangan kreatif sekaligus teknis baru bagi timnya.
“Alam selalu menjadi sumber inspirasi yang kaya bagi proyek-proyek Bespoke Rolls-Royce, menawarkan bentuk dan warna yang luar biasa untuk ditafsirkan oleh para desainer dan pengrajin kami. Para klien kami terus mengajak kami untuk mengeksplorasi inspirasi tersebut dengan cara-cara baru dan tak terduga, sebagaimana ditunjukkan dengan sempurna oleh Proyek Pesanan Pribadi yang luar biasa ini. Penggunaan cangkang abalone dalam seni marquetry Rolls-Royce menghadirkan tantangan kreatif dan teknis yang segar bagi para desainer dan pengrajin kami, yang menghasilkan sebuah penghormatan yang elegan terhadap kehadiran burung kolibri yang memukau,” ujar Phil.

Hasil akhirnya adalah Phantom Extended yang dibuat sebagai Private Commission melalui Private Office Dubai, sebagai bentuk penghormatan seorang klien kepada istrinya. Tema hummingbird kemudian diteruskan ke bagian luar melalui burung kolibri yang dilukis dengan tangan pada White Sands Coachline.
Kabin mobil ini menggunakan Creme Light leather dengan detail Moccasin dan Tan, Seashell carpet serta Starlight Headliner. Sementara bagian eksterior memakai kombinasi Wildberry pada bodi bawah dan White Sands di bagian atas.
Menariknya, Rolls-Royce tidak berhenti pada penggunaan abalone shell. Silver Birch yang menjadi bagian dari motif Picnic Table juga dipotong dari satu batang kayu yang dipilih secara khusus berdasarkan pola seratnya, supaya karakter kayu tersebut ikut menyatu dengan komposisi marquetry.
Phantom Hummingbird sendiri diperkenalkan Rolls-Royce pada 15 September 2026 di Goodwood, West Sussex. Mobil ini bukan model produksi baru, melainkan sebuah Phantom Extended Private Commission yang memang dibuat untuk satu klien dengan tingkat personalisasi yang sangat jauh dari konfigurasi standar. ![]()




