Sasis karbon dan teknologi balap McLaren 720S, tinggal kenangan.
Those who do not remember the past are condemned to repeat it.
Andra ST melewatinya dengan teramat ikhlas.

What DeepEnd knows is that Andra works hard for his dreams.
From a Honda Civic Turbo Gen 10 to a 720S and an MKV.
Dan minggu lalu…, DeepEnd melihat sorot mata Andra penuh semangat dengan GR Supra 3.0 A/T B58.

Boleh dibilang ini adalah “The Andra Saga”.
Sebagai perjalanan epik Andra.
Tentang perjuangannya.

Berhasil, sebab MKV ini mencuri perhatian DeepEnd.
Berkat ADRO, merek asal Irvine, California, yang merupakan singkatan dari Aerodynamic Development and Race Optimization.

ADRO, merek asal Irvine, California, menggabungkan desain otomotif dengan rekayasa aerodinamika dan pengembangan komponen serat karbon. Timnya mencakup Sean Yoon, co-founder sekaligus CEO berlatar teknik kedirgantaraan dari KAIST dan master aerodinamika mobil balap dari University of Southampton; Scott Beeton, yang pernah menjadi aerodynamicist di tim Williams Formula 1; serta Davis Lee, Chief Design Officer dengan pengalaman desain Vision Mercedes-Maybach 6, Mercedes-Benz CLS, S-Class, dan Hyundai Ioniq 5.

Dalam pengembangannya, ADRO menggunakan pemindaian 3D, pemodelan digital, serta simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk mengevaluasi interaksi komponen dengan aliran udara. Pendekatan ini diterapkan pada paket aerodinamika Toyota GR Supra MKV, termasuk front lip, side skirts, rear wing, dan rear diffuser yang digunakan pada mobil Andra.

ADRO mencantumkan hasil simulasi GR Supra dengan downforce meningkat dari 125 N menjadi 1.217 N, sementara drag naik dari 971 N menjadi 1.072 N. Data tersebut menunjukkan peningkatan gaya tekan ke bawah yang disertai tambahan hambatan udara.

Sasis karbon dan teknologi balap McLaren 720S, tinggal kenangan.
Those who do not remember the past are condemned to repeat it.
Andra melewatinya dengan teramat ikhlas.

What DeepEnd knows is that Andra works hard for his dreams.
From a Honda Civic Turbo Gen 10 to a 720S and an MKV.
Dan minggu lalu…, DeepEnd melihat sorot mata Andra penuh semangat dengan GR Supra 3.0 A/T B58.

MK V ini mencuri perhatian DeepEnd.
Musababnya berkat ADRO, merek asal Irvine, California, yang merupakan singkatan dari Aerodynamic Development and Race Optimization.

ADRO, merek asal Irvine, California, menggabungkan desain otomotif dengan rekayasa aerodinamika dan pengembangan komponen serat karbon. Timnya mencakup Sean Yoon, co-founder sekaligus CEO berlatar teknik kedirgantaraan dari KAIST dan master aerodinamika mobil balap dari University of Southampton; Scott Beeton, yang pernah menjadi aerodynamicist di tim Williams Formula 1; serta Davis Lee, Chief Design Officer dengan pengalaman desain Vision Mercedes-Maybach 6, Mercedes-Benz CLS, S-Class, dan Hyundai Ioniq 5.

Dalam pengembangannya, ADRO menggunakan pemindaian 3D, pemodelan digital, serta simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk mengevaluasi interaksi komponen dengan aliran udara. Pendekatan ini diterapkan pada paket aerodinamika Toyota GR Supra MKV, termasuk front lip, side skirts, rear wing, dan rear diffuser yang digunakan pada mobil Andra.

ADRO mencantumkan hasil simulasi GR Supra dengan downforce meningkat dari 125 N menjadi 1.217 N, sementara drag naik dari 971 N menjadi 1.072 N. Data tersebut menunjukkan peningkatan gaya tekan ke bawah yang disertai tambahan hambatan udara.

Setelah ADRO, sektor eksterior GR Supra Andra berlanjut ke kap mesin Seibon TS-style dry Setelah ADRO, sektor eksterior GR Supra Andra berlanjut ke kap mesin Seibon TS-style dry carbon fiber dan Rexpeed fender. Kap mesin berbahan dry carbon fiber memperlihatkan tekstur serat karbon, sementara fender Rexpeed melengkapi ubahan pada sisi bodi.

Beralih ke kaki-kaki, Andra memilih WORK Wheels ZR10 2P Black. Di tengah pilihan TE37 yang kerap dijumpai pada GR Supra MKV, WORK menjadi alternatif dengan karakter desain tersendiri.

ZR10 2P mengusung konstruksi two-piece yang terdiri dari disc dan barrel. Konfigurasi ini memberi fleksibilitas dalam menentukan fitment sesuai pilihan spesifikasi yang tersedia, sementara desain palang sepuluh dan konstruksi dua bagian menghadirkan tampilan berbeda dari velg monoblock. Pada mobil Andra, WORK ZR10 2P berukuran 19×9,5 inci di depan dan 19×10,5 inci di belakang, dibalut Michelin Pilot Super Sport 265/35 ZR19 dan 295/30 ZR19. Ketinggian kendaraan ditopang HKS height-adjustable lowering springs.

Perjalanan Andra memang tidak berhenti pada satu mobil. Dari Civic Turbo, berlanjut ke McLaren 720S, hingga sekarang GR Supra MKV. Mobilnya berbeda, pendekatannya pun berkembang. Dan dari sorot matanya minggu lalu, DeepEnd melihat satu hal yang belum berubah. Semangat Andra untuk kembali membangun sesuatu yang benar-benar ia inginkan.


Workshop:
Drivetech Auto Garage @drivetechautogarage

Data Mods:
FI Exhaust valvetronic full system + downpipe, xHP Flashtool Stage 3 transmission tune, Eventuri EVE-A90-CF-INT carbon fiber intake system, carbon fiber steering wheel, Rexpeed fender, Seibon TS-style dry carbon fiber hood, ADRO GR Supra aero kit (front lip, side skirts, rear diffuser), ADRO AT-R2 Swan Neck Wing, WORK Wheels ZR10 2P Black 19×9.5 + 19×10.5 inches, HKS height-adjustable lowering springs, Michelin Pilot Super Sport 265/35 ZR19 + 295/30 ZR19, ECU remap + CCV unlock, red LED interior ambient lighting kit