Skutik harian biasanya diuji lewat hal-hal yang dekat dengan rutinitas pemiliknya. Mulai dari konsumsi bensin, kelincahan membelah kemacetan, sampai kemampuan membawa belanjaan atau boncengan.
Yamaha GEAR ULTIMA mendapat tantangan yang sedikit berbeda. Skutik bermesin 125 cc ini dibawa melibas sekitar 60 tanjakan ekstrem di Jawa Barat, termasuk sejumlah jalur yang cukup populer di kalangan pengendara motor dan pesepeda.
Pengujian tersebut dilakukan Sabar Pria Gunawan, pria asal Jawa Barat yang dikenal lewat akun TikTok @apihmototv. Yamaha menyebut GEAR ULTIMA yang dipakai masih dalam kondisi standar pabrikan alias tanpa modifikasi. Sejumlah rute yang dilalui di antaranya Tanjakan Gogog di Cisarua, Tanjakan Gantole di Cililin, Tanjakan Monteng menuju Kamojang, Tanjakan Endog di Sariwangi, dan Tanjakan Naga di Punclut, Lembang.
Buat pengguna harian, kemampuan menanjak bukan sekadar urusan menaklukkan jalur ekstrem yang ramai dibicarakan di media sosial. Kondisi jalan menanjak juga ditemui saat melewati kawasan perbukitan, gang permukiman, akses menuju tempat wisata, atau ketika motor dipakai berboncengan sambil membawa barang. Bedanya, pengujian di tanjakan viral memberikan beban yang lebih berat buat melihat bagaimana mesin merespons ketika jalan mulai menanjak tajam.

Menariknya, Yamaha tidak hanya mengandalkan pengujian dengan satu pengendara. Ada tiga metode yang digunakan untuk mengevaluasi kemampuan GEAR ULTIMA. Pertama, motor melibas tanjakan secara lurus tanpa ancang-ancang dengan pengendara tunggal. Kedua, pengujian dilakukan sambil berboncengan dengan total bobot sekitar 130 kg. Terakhir, ada metode Stop & Go, yakni motor dihentikan di titik paling curam sebelum kembali berakselerasi dari posisi diam.
Metode terakhir ini cukup relevan dengan kondisi di jalan sehari-hari. Pengendara bisa saja harus berhenti karena kendaraan di depan melambat, ada persimpangan, atau situasi lalu lintas memaksa motor berhenti ketika sedang menanjak. Untuk bisa melanjutkan perjalanan, mesin harus kembali menghasilkan tenaga ketika motor belum memiliki momentum untuk membantu pergerakannya.
Sabar mengaku awalnya tidak terlalu yakin dengan kemampuan mesin GEAR ULTIMA untuk menghadapi medan tersebut. Ia menduga kekuatan rangka dan kualitas pembuatannya mungkin memadai, tetapi belum tentu diikuti kemampuan mesin yang cukup untuk melewati tanjakan ekstrem.

“Sejujurnya waktu sebelum memulai pengujian ini saya sangat penasaran dengan kemampuan GEAR ULTIMA karena saya berpikir mungkin motor ini kuat secara rangka dan build quality, tapi soal ketangguhan mesin saya pikir biasa saja dan tidak akan bisa melibas tanjakan-tanjakan viral yang ada di area Jawa Barat sekitarnya seperti Tanjakan Monteng, Tanjakan Naga, dan yang lainnya, dan di pengujian kali ini saya sengaja tidak cuma sekedar melintas tapi ada beberapa cara pengujian agar lebih tergambarkan dan ternyata setelah kurang lebih 60 tanjakan yang telah saya taklukan bareng GEAR ULTIMA, memang mesin Blue Core Hybrid 125cc bikin tenaga motor ini bisa menuntaskan seluruh tanjakan ekstrem viral,” ujar Sabar Pria Gunawan.
Hasil yang disampaikan Yamaha tersebut menarik, tetapi ada batasan yang perlu diperhatikan. Pengujian ini menunjukkan pengalaman seorang pengendara dalam melewati sejumlah tanjakan dengan metode tertentu. Belum ada data pengukuran independen yang disertakan mengenai kemiringan setiap rute, kecepatan saat menanjak, suhu mesin, ataupun perbandingan langsung dengan skutik lain di kelas yang sama. Jadi, klaim bahwa GEAR ULTIMA tak tertandingi masih merupakan pernyataan promosi Yamaha, bukan kesimpulan dari pengujian komparatif.

Lima Tanjakan Dengan Karakter Berbeda
Dari sejumlah rute yang disebut Yamaha, Tanjakan Gogog di Cisarua menjadi salah satu medan yang menguji lebih dari sekadar tenaga mesin. Jalurnya memiliki kombinasi aspal dan bebatuan yang biasa menarik perhatian pesepeda serta penggemar off-road. Di sini, kondisi permukaan jalan ikut memengaruhi traksi ban, sementara rangka dan suspensi berperan menjaga kestabilan motor saat melaju di jalur yang tidak rata.
Tantangan berbeda muncul di Tanjakan Gantole, Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Jalur menuju kawasan olahraga paralayang tersebut memiliki tanjakan panjang sekitar 4 kilometer. Yamaha menyebut GEAR ULTIMA berhasil melewatinya, termasuk ketika diuji dengan metode Stop & Go di tengah tanjakan. Namun, tidak ada informasi mengenai titik kemiringan tempat motor dihentikan ataupun berapa kali metode tersebut diulang.
Sementara itu, Tanjakan Monteng yang menghubungkan Majalaya dengan kawasan Jembatan Kuning Kamojang memiliki kombinasi tanjakan dan tikungan tajam. Dalam pengujian yang disampaikan Yamaha, GEAR ULTIMA berhasil melewati rute ini dalam kondisi berboncengan tanpa berhenti. Kondisi tersebut memberi gambaran mengenai penggunaan motor dengan beban tambahan, meski belum tersedia data pengukuran untuk mengetahui seberapa besar penurunan kecepatan selama menanjak.
Tanjakan Endog di Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat, disebut sebagai salah satu tantangan paling berat dalam rangkaian pengujian. Jalur alternatif yang menghubungkan kawasan Parongpong dengan Gegerkalong ini diklaim memiliki kemiringan hingga 45 derajat. Angka tersebut cukup ekstrem jika benar mengacu pada sudut kemiringan jalan terhadap bidang horizontal. Akan tetapi, Yamaha tidak menyertakan metode pengukuran atau dokumentasi teknis untuk memverifikasi angka itu secara independen.
Ada pula Tanjakan Naga di Punclut, Lembang, dengan jalur meliuk sepanjang sekitar 300 meter. Rute ini dikenal di kalangan pengendara karena kombinasi tanjakan dan tikungannya yang menantang. Yamaha menyatakan GEAR ULTIMA berhasil melewatinya tanpa kendala berarti.

Peran Mesin Hybrid Dan Bobot Motor
Di balik pengujian tersebut, GEAR ULTIMA mengandalkan mesin Blue Core Hybrid berkapasitas 124,86 cc. Berdasarkan spesifikasi resmi Yamaha, mesin satu silinder SOHC berpendingin udara ini menghasilkan tenaga maksimum 6,2 kW pada 6.500 rpm dan torsi puncak 10,6 Nm pada 4.500 rpm. Transmisinya menggunakan sistem otomatis V-belt.
Sistem Electric Power Assist menjadi salah satu bagian yang relevan ketika motor mulai bergerak dari posisi diam. Teknologi ini memberikan bantuan tenaga pada fase awal akselerasi selama sekitar tiga detik. Pada jalan menanjak, bantuan tersebut berpotensi membantu motor membangun momentum, terutama ketika pengendara harus kembali berjalan setelah berhenti.
Tetapi, jangan membayangkan sistem hybrid pada GEAR ULTIMA bekerja seperti motor listrik yang terus memasok tenaga tambahan sepanjang tanjakan. Bantuan Electric Power Assist berfokus pada fase awal akselerasi. Setelah itu, kemampuan motor tetap bergantung pada karakter mesin, putaran mesin, beban kendaraan, kondisi jalan, serta cara pengendara mengoperasikan gas.
Bobot kendaraan juga menjadi bagian dari perhitungan. GEAR ULTIMA memiliki berat isi 95 kg, sedangkan pengujian berboncengan disebut melibatkan total bobot sekitar 130 kg. Artinya, motor harus menggerakkan massa gabungan pengendara dan penumpang tersebut, belum termasuk barang bawaan. Di medan menanjak, tambahan beban akan meningkatkan kebutuhan tenaga untuk mempertahankan pergerakan.
Di luar mesin, Yamaha turut menyoroti dek kaki yang luas, posisi berkendara ergonomis, serta suspensi depan teleskopik dan belakang unit swing. Ban berukuran 110/70-12 di kedua roda juga menjadi bagian dari paketnya. Kombinasi ini mendukung kebutuhan berkendara harian, meski kemampuan melewati jalan berbatu tetap dipengaruhi kondisi ban, tekanan angin, permukaan jalan, dan teknik berkendara.
Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, mengatakan GEAR ULTIMA tidak hanya dirancang untuk kebutuhan komuter, tetapi juga menghadapi beragam kondisi jalan di Indonesia.
“Yamaha GEAR ULTIMA kami rancang tidak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan komuter harian yang praktis dan irit bahan bakar, tetapi juga untuk memberikan rasa percaya diri serta ketenangan bagi para pengendaranya saat harus menghadapi berbagai kondisi medan di Indonesia dan pengujian deretan tanjakan ekstrem dan viral di Jawa Barat ini menjadi salah satu bukti bahwa teknologi Blue Core Hybrid 125cc pada GEAR ULTIMA benar-benar memberikan keunggulan yang nyata soal tenaga yang selalu mengisi di setiap putaran mesin, keandalan performa saat membawa beban, ketahanan luar biasa serta konsumsi bahan bakarnya yang irit untuk melibas semua tanjakan tersebut yang menjadikannya skutik yang tak tertandingi di kelasnya sehingga sangat layak untuk disebut sebagai Motor Kuat Mantap,” ujar Rifki.

Buat pemakaian harian, kemampuan menanjak memang menarik, tetapi bukan satu-satunya parameter untuk menilai sebuah skutik. Konsumsi bahan bakar aktual, kenyamanan ketika dipakai dalam waktu lama, kemampuan membawa barang, serta kemudahan perawatan juga menentukan apakah motor cocok dengan kebutuhan pemiliknya. Dalam materi pengujian ini, Yamaha belum menyertakan angka konsumsi BBM selama melewati puluhan tanjakan tersebut.
GEAR ULTIMA sendiri dibekali sejumlah fitur praktis untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk gantungan ganda, handle belakang multifungsi, bagasi berkapasitas 18,6 liter, dan tangki bahan bakar 5,1 liter. Perlengkapan lainnya mencakup speedometer digital serta Stop & Start System, sedangkan Smart Key System tersedia pada varian Hybrid Smart.
Saat ini Yamaha GEAR ULTIMA ditawarkan dalam tiga varian, yaitu Hybrid dengan pilihan warna Putih dan Hitam, Hybrid Solid dengan warna Solid Orange dan Solid Blue, serta Hybrid Smart dengan warna Magma Black dan Matte Blue. ![]()
