Rob Dahm nampaknya tidak tertarik dengan resep modifikasi yang biasa-biasa saja agar Mazda MX-5 Miata generasi pertama miliknya jadi pusat perhatian.
YouTuber sekaligus rotary enthusiast asal Amerika Serikat ini justru punya ide ‘agak laen’. Bagaimana tidak, mobil mungil seperti Miata dijejali total 13 rotor, empat turbocharger, dan konstruksi mesin yang membuat tingginya menjulang sampai sekitar tujuh kaki atau 2,1 meter.
Mobil ini diperkenalkan di SEMA Show 2026, Las Vegas, Amerika Serikat. Bukan sekadar proyek engine swap, melainkan demonstrasi betapa jauhnya imajinasi seorang rotary addict ketika diberi kebebasan mengolah sebuah Mazda MX-5.
- Photo: YouTube/Rob Dahm (robdahm)
Bagian paling mencolok dari proyek ini tentu saja mesin 12 rotor berkapasitas 960 cubic inch atau sekitar 15,7 liter. Blok mesin berbahan billet aluminum ini punya bobot sekitar 408 kg. Ukurannya begitu besar sampai-sampai mesin tersebut harus ditempatkan bertumpuk di atas mesin rotary satu rotor yang menjadi penggerak utama Miata.
Jadi, jangan salah membaca angka 13 rotor yang diusungnya. Ini bukan satu mesin dengan 13 rotor dalam satu poros eksentrik. Rob Dahm menggabungkan dua mesin rotary terpisah, yakni mesin 12 rotor raksasa dan mesin satu rotor berkapasitas 654 cc.
- Photo: YouTube/Rob Dahm (robdahm)
Lucunya, justru mesin paling kecil yang punya tugas paling penting. Mesin satu rotor itulah yang menggerakkan mobil, lengkap dengan turbocharger Garrett GBC22. Sementara mesin 12 rotor di atasnya hanya menjadi pajangan mekanis yang sengaja dibuat terlihat seperti mesin siap tempur.
Tapi bukan berarti mesin 12 rotor tersebut dibuat asal-asalan. Seluruh perangkat pendukung seperti fuel rail, sistem pendingin, intake manifold, kabel kelistrikan, hingga saluran buang tetap dipasang. Bahkan, tiga turbocharger Garrett tambahan ikut menghiasi bagian atas mesin.
Kalau dihitung bersama turbocharger pada mesin satu rotor, total ada empat turbocharger. Masing-masing dari tiga turbo tambahan tersebut punya bobot sekitar 32 kg. Mesin 12 rotor sendiri diklaim punya potensi tenaga mencapai 4.500 dk, meskipun angka tersebut bukan tenaga yang disalurkan ke roda Miata.
- Photo: YouTube/Rob Dahm (robdahm)
Penempatan mesin bertumpuk ini jelas bukan perkara memasukkan blok besar ke ruang mesin. Rob dan tim harus merancang engine mount khusus menggunakan pipa baja berdiameter satu inci. Konstruksinya dibuat dengan sistem triangulasi agar mesin tidak bergerak ke samping maupun mengalami gerakan jungkat-jungkit akibat distribusi bobot yang tidak biasa.
Beban di bagian depan juga langsung terasa. Saat mesin 12 rotor mulai ditempatkan di atas mesin satu rotor, suspensi depan Miata sampai amblas. Bahkan, salah satu dudukan mesin harus menyesuaikan posisinya ketika blok aluminium raksasa tersebut mulai diturunkan ke rangka.
- Photo: YouTube/Rob Dahm (robdahm)
Urusan distribusi bobot kemudian menjadi pekerjaan tambahan. Tim harus memindahkan beberapa komponen ke belakang untuk membantu mengimbangi beban yang menumpuk di depan. Salah satunya dengan memanfaatkan bagian rumah starter ganda dari proyek sebelumnya sebagai tambahan bobot di belakang.
Menariknya, mesin satu rotor yang menjadi penggerak utama juga harus dibangunkan lebih dulu. Kondisi apex seal yang melengkung membuat kompresinya sempat merosot hingga sekitar 60 psi. Rob kemudian melakukan perbaikan dengan memasang rotor billet aluminum hasil pemesinan CNC dari Selandia Baru.
- Photo: YouTube/Rob Dahm (robdahm)
Setelah urusan mesin kecil beres, giliran mesin 12 rotor yang harus dipasang lengkap dengan segala pernak-perniknya. Proses pengerjaan berlangsung dalam waktu sangat singkat, sekitar 72 jam, setelah Haltech mengundang Rob untuk membawa mobil ke booth mereka di SEMA 2026.
Hasil akhirnya memang bukan mobil yang dirancang untuk mengejar lap time. Bahkan, ketika harus dinaikkan ke trailer, distribusi bobotnya sempat bikin repot. Ban belakang kehilangan traksi dan mobil bergeser ketika melewati ramp aluminium. Posisi turbo dan saluran knalpot yang menjulang juga harus disesuaikan agar bisa masuk ke dalam trailer.
- Photo: YouTube/Rob Dahm (robdahm)
Namun, Miata ini bukan sekadar properti pajangan yang diam di booth. Rob sempat mengendarainya berkeliling kawasan industri pada malam hari. Dengan mesin satu rotor sebagai penggerak, mobil ini benar-benar bisa berjalan meskipun membawa beban mesin 12 rotor seberat ratusan kilogram di atasnya. ![]()






