Piaggio Group membawa banyak amunisi ke EICMA 2026 di Milan, Italia. Mulai dari roadster 500 cc yang menjadi awal generasi baru Moto Guzzi, superbike Aprilia dengan teknologi aerodinamika MotoGP, pembaruan jajaran skuter, sampai pengembangan motor listrik Vespa.
Di antara semuanya, Moto Guzzi The Trip menjadi salah satu model yang paling menarik untuk diperhatikan. Bukan karena kapasitas mesinnya paling besar atau teknologinya paling ekstrem, tetapi karena motor ini memperlihatkan perubahan pendekatan dari merek yang selama ini identik dengan mesin V-twin transversal.

The Trip menggunakan mesin parallel-twin 500 cc dengan tenaga hampir 48 hp. Bobotnya hanya 180 kg dalam kondisi tangki 15 liter terisi penuh. Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa Moto Guzzi ingin menawarkan pengalaman berkendara yang lebih mudah diakses, terutama bagi pengendara muda dan mereka yang membutuhkan motor untuk penggunaan sehari-hari.
Meski begitu, identitas mereknya tidak dibuang begitu saja. Desain minimalis, tangki metal, lampu depan LED dengan identitas elang Moto Guzzi, hingga detail panel instrumen TFT 3,6 inci tetap menjadi bagian dari karakter The Trip. Perangkat elektroniknya juga cukup lengkap, mulai dari Ride-by-Wire, ABS, traction control, hingga tiga mode berkendara Road, Sport, dan Rain. Motor ini dijadwalkan tersedia di dealer resmi pada awal 2027.

Moto Guzzi juga membawa V85 TT Napapijri, edisi khusus hasil kolaborasi dengan merek pakaian outdoor asal Italia. Tangki putih dengan grafis peta dunia, kombinasi warna biru-merah, serta tulisan NORDKAPP menjadi identitas visualnya. Ada pula jok dan grip berpemanas, sistem multimedia MIA, serta tas perjalanan Napapijri sebagai perlengkapan standar.
Berbeda dengan Moto Guzzi yang mencoba memperluas akses ke mereknya, Aprilia tetap bermain di wilayah performa. RSV4 Obscure Spe.Ed. menjadi representasi paling ekstrem melalui produksi terbatas sebanyak 500 unit.

Mesin V4 1.099 cc menghasilkan tenaga 220 hp. Penggunaan serat karbon pada bodi dan pelek membuat bobotnya turun menjadi 201 kg dalam kondisi siap jalan. Angka tersebut masih bisa ditekan menjadi 196 kg dengan sistem knalpot lengkap Aprilia Racing Technology dan ujung knalpot karbon SC Project.
Untuk pertama kalinya, Aprilia membawa teknologi Leg Wings ke kelas ini. Komponen aerodinamika berbahan serat karbon tersebut dikembangkan dari pengalaman Aprilia Racing di MotoGP untuk menghasilkan downforce tanpa mengorbankan kelincahan motor. Suspensi Öhlins NIX di depan dan TTX di belakang juga menyediakan pengaturan mekanis untuk kebutuhan berkendara di sirkuit.
Aprilia turut memperkenalkan RS 660 Phillip Island Tribute dengan livery khusus yang terinspirasi dari sirkuit legendaris Australia. Sementara keluarga Factory yang terdiri dari RSV4, Tuono V4, RS 660, dan Tuono 660 mendapatkan grafis baru bertema aPRC Backbone, terinspirasi dari jaringan elektronik yang mengatur berbagai sistem pada motor.

Di luar motor sport, Aprilia juga memperbarui lini skuternya melalui SXR 125 serta SR GT 125 dan 200. SXR mendapatkan panel instrumen TFT berwarna, lampu LED, dan bagasi bawah jok 20 liter. Sementara keluarga SR GT tetap mengusung konsep urban adventure, dengan panel TFT 5 inci, port USB-C, dan ruang penyimpanan yang kini bisa menampung helm full-face.
Piaggio punya agenda berbeda. Beverly 310 dan 400 serta Medley 125 dan 200 mendapatkan pembaruan desain dan perangkat standar. Beverly kini menggunakan panel TFT 6,88 inci, sedangkan Medley mendapat layar TFT 5 inci, fitur Start & Stop, dan kapasitas bagasi bawah jok 36,2 liter.

Nama Typhoon 125 juga kembali muncul dengan generasi terbaru. Skuter ini mempertahankan karakter ban berpola kasar yang menjadi ciri khasnya, dipadukan mesin 125 cc berstandar emisi Euro 5+, rangka baja, dan panel instrumen TFT digital yang mendukung konektivitas smartphone.
Sementara itu, Vespa membawa pembaruan yang lebih strategis dari sisi teknologi. Primavera dan Sprint S elektrik kini menggunakan motor listrik baru yang dikembangkan dan diproduksi di Italia oleh Piaggio Group. Unit penggerak tersebut tidak menggunakan komponen berbahan rare earth dan diklaim menawarkan efisiensi lebih baik serta konsumsi energi lebih rendah.
Primavera dan Sprint S elektrik memiliki kecepatan maksimum 45 km/jam dengan jarak tempuh hingga 85 km. Sementara Primavera Tech mampu mencapai 67 km/jam dan jarak tempuh 90 km berdasarkan siklus WMTC. Piaggio mengklaim efisiensi jarak tempuhnya meningkat 12,5 persen, dengan konsumsi energi turun 17 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Di tengah berbagai model baru tersebut, Piaggio juga merayakan 20 tahun MP3. Diperkenalkan pada 2006, skuter roda tiga ini membawa konsep dua roda depan independen yang bisa miring mengikuti gerakan kendaraan. Lebih dari 250.000 unit telah terjual selama dua dekade, dengan pilihan MP3 310, 400, dan 530 yang menyasar kebutuhan berbeda.
Besarnya portofolio yang dibawa ke EICMA juga punya landasan bisnis. Pada semester pertama 2026, Piaggio Group mempertahankan pangsa pasar 17,5 persen di segmen skuter Eropa. Di Amerika Utara, angkanya meningkat menjadi 37,5 persen dari sebelumnya 33,9 persen pada periode yang sama tahun lalu. Bisnis kendaraan roda duanya mencatat penjualan 185.600 unit dengan pendapatan bersih 652,8 juta euro. ![]()
