Bentuk kendaraan yang sederhana tidak selalu mudah diproduksi. Permukaan bodi yang bersih justru membuat ketidaksempurnaan kecil lebih mudah terlihat, terutama pada pertemuan antarpanel. Tantangan tersebut dihadapi Nissan ketika mengembangkan Kicks terbaru untuk pasar Jepang, yang mengandalkan proporsi kokoh dengan minim lekukan.
Dalam wawancara yang diterbitkan Nissan Global pada 5 November 2026, Teppei Kusunoki, Program Design Director Kicks, mengungkap proses di balik pendekatan tersebut. Pengalamannya sebagai desainer, inspirasi dari objek sehari-hari, hingga kolaborasi dengan tim produksi turut membentuk karakter SUV kompak ini. Kicks generasi kedua diluncurkan di Jepang pada 18 Juni 2026, menggunakan basis model yang lebih dahulu debut di Amerika Utara pada 2024.
Filosofi Kusunoki berangkat dari prinsip Simplicity and Toughness. Pandangan tersebut terbentuk ketika bertugas di California, tempat intensitas sinar matahari dapat membuat detail kecil kendaraan tidak terlalu terlihat. Menurutnya, proporsi kuat dan bentuk yang mudah dikenali menjadi lebih penting daripada banyak ornamen atau garis karakter.

Ia sebelumnya terlibat dalam pengembangan eksterior Nissan Titan dan Patrol. Pengalaman tersebut turut membentuk pendekatannya terhadap Kicks. “The design expression changes over time and by model, but simplicity and strength remain at the heart of my design,” ujar Kusunoki.
Prinsip itu diterapkan melalui permukaan bodi yang relatif bersih, proporsi kokoh, serta pengurangan lekukan yang tidak diperlukan. Salah satu inspirasinya berasal dari helm American football, yang memiliki bentuk sederhana tetapi memperlihatkan karakter kuat melalui struktur dan volumenya.
Gagasan tersebut diterjemahkan pada bagian depan Kicks melalui grille horizontal lebar dan signature lighting. Pendekatan serupa diterapkan ke seluruh bodi dengan mengandalkan hubungan antara volume, proporsi, dan transisi antarpanel, alih-alih menambahkan banyak garis karakter.
Permukaan yang minim lekukan ternyata membawa tantangan tersendiri. Ketidaksejajaran kecil pada pintu, fender, atau panel lainnya akan lebih mudah terlihat karena tidak banyak elemen visual yang dapat menyamarkannya.
Bodi kendaraan dibentuk melalui proses pengepresan pelat baja. Salah satu persoalan yang harus diperhitungkan adalah springback, yaitu kecenderungan material logam untuk bergerak kembali mendekati bentuk awal setelah dilepaskan dari cetakan. Respons material ini membuat hasil akhir tidak selalu persis mengikuti bentuk dies.

Nissan mengungkapkan bahwa tim desain dan produksi memprediksi pergerakan springback hingga akurasi 0,5 mm. Hasilnya digunakan untuk menyesuaikan cetakan pembentuk panel, kemudian diuji melalui pembuatan prototipe berulang kali. Angka tersebut merujuk pada ketelitian prediksi pergerakan material, bukan toleransi keseluruhan celah panel kendaraan.
Kusunoki juga terlibat langsung dengan mengunjungi bengkel prototipe dan fasilitas produksi komponen untuk memeriksa hasil pengerjaan. Proses ini mempertemukan keputusan visual dengan kemampuan manufaktur sebelum kendaraan masuk tahap produksi massal.
Dalam pengembangan Kicks, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antardepartemen, mulai dari desain, riset dan pengembangan, rekayasa produksi, hingga quality assurance. Prinsip yang dibawanya adalah “never compromise but always have fun”, menjaga kualitas tanpa menghilangkan kegembiraan dalam mengeksplorasi gagasan.
Semangat tersebut melahirkan konsep “Playfully Kicks”. Salah satu penerapannya terlihat pada pola dimple yang terinspirasi dari sol sepatu sneakers. Detail berbentuk poligonal ini hadir pada bumper depan, side sill, dan bumper belakang untuk grade X, X+, serta X Simple Package.

Aksen tersebut memberi karakter berbeda di tengah permukaan bodi yang bersih. Nissan ingin mempertahankan kesan tangguh sekaligus menghadirkan sentuhan playful tanpa membuat keseluruhan tampilannya terasa berlebihan.
Pendekatan Kusunoki juga berkaitan dengan pandangannya terhadap identitas Nissan. Menurutnya, sebuah merek tidak harus menyeragamkan wajah seluruh model agar mudah dikenali. Setiap kendaraan dapat memiliki karakter visual sendiri sesuai fungsi dan kepribadiannya. “Every vehicle can have its own unique personality. They do not all need the same face to be recognizable as Nissan. That is what makes Nissan, Nissan,” jelas Kusunoki.
Pada Kicks, kebebasan tersebut diterjemahkan melalui bentuk yang terinspirasi helm American football, aksen sneakers, serta permukaan bodi yang minim ornamen. Kesederhanaan yang terlihat dari luar membutuhkan perhitungan material, penyesuaian cetakan, dan pengujian berulang agar setiap panel dapat diwujudkan sesuai rancangan. ![]()
Sumber:
– Nissan Global, “Playful yet powerful: Behind the design of the all-new Nissan Kicks”, 5 November 2026.
– Nissan Newsroom, “All-new Kicks launched in Japan”, 17 Juni 2026.
