Mobil asli AMG dari lahir.
Cuma upholstery kemaren itu sudah menua.
Walaupun masihan Leather Royal Blue (272A).

Wood trim juga ikutan berubah.
Termasuk pada console box di tengah jok belakang.
Warnanya kini agak bersinar.

Termasuk tuas persnelingnya.
Sudah diganti dengan Sportline.
Mungkin dimakan umur.

Akan tetapi…, mau nyari aslinya begitu syulit.
Walau masih diupayakan oleh Mr P.
Hanya soal waktu dan kesabaran belaka.

DeepEnd lalu mencari ciri-ciri AMG pada W124 ini. Tentu yang pertama kali dengan memasukkan VIN number ke VIN check lewat www.mbdecoder.com. Tertera bahwa ini “300 E-24, AMG 300 E 3.4”, dengan kode warna 348U (Pearl Blue Metallic), mesin 104980 22 026466 dan transmisi 722501 03 544903.

Well, yang dicari memang mesinnya.
Dapur pacu 3.0 liter M104 oleh AMG telah dibore-up dan ditingkatkan jadi 3.4 liter, yang dilengkapi camshaft AMG khusus. Menghasilkan 268 tenaga kuda dan torsi 243 lb-ft. Tenaga dikirim ke roda belakang melalui transmisi otomatis 5-percepatan.

Saat mesin hidup, serem sih suaranya. Sejak dari header hingga ke buritan. Bariton bin ngebas saat idle maupun rev up.

W124 itu identik dengan kesuksesan.
Sebab sejak awal dikenal sebagai mobil bos.
Dan hingga hari ini, stempel tersebut masih nempel.

Umumnya yang beredar adalah versi sedan alias W124. Di samping coupe C124 dan estate S124 yang ada, tapi sangat jarang. Apalagi cabriolet A124 dan limusin V124 yang hampir-hampir tak pernah kelihatan di Tanah Air.

W124 itu penuh sejarah.
Punya velg 15 hole yang ikonik.
Julukannya Gullideckel atau penutup lubang got, karena menyerupai penutup lubang got atau drainase di Jerman. Menjadi cikal bakal velg versi facelift W126 S-Class, R107 SL dan W201 190E, dan juga menjadi roda ‘non-opsi’ pada roadster R129 SL-Class.

Punya wiper kaca depan tunggal yang memiliki mekanisme eksentrik pada bagian dasarnya. Tujuannya memperluas jangkauan wiper ke sudut atas kaca depan. Dimana lebih banyak daripada jika wiper bergerak dalam lengkungan sederhana.

 

Pada W124 juga pertamakalinya diperkenalkan sistem penggerak 4 roda matic (4Matic).
Sebuah nama pemasaran sistem penggerak semua roda yang dikembangkan oleh Mercedes-Benz yang berguna untuk meningkatkan traksi dalam kondisi licin.

Nah, semua itu membuat AMG gatal tangan!

Merujuk kepada sejarah Mercedes-Benz W124 AMG, ini adalah cerita tentang salah satu model yang sangat dihargai dan bersejarah dalam dunia mobil sport dan prestasi tinggi.

Menampilkan bumper depan-belakang AMG yang diukir, memakai lampu kabut, ketempelan side skirt, punya lengkungan roda yang digulung (rolled wheel arches) dan tersemat duck tail yang benar-benar nyentrik. Yang sedikit beda adalah velg AMG Aero I oleh Mr. P sudah diganti dengan versi modern dengan tetap bermodel retro dari HRE.

Mr. P kemudian mengubahnya menjadi “modern tuner”.
Konsep tuner AMG full part number masih dipertahankan, “Tapi kami beri sentuhan modern melalui airsus + management + height sensor dan velg HRE Vintage 501,” ucap kelahiran Yogyakarta 7 Februari 1992.

Kalau jalan sih macam ceper dewasa.
Begitu enaknya dilihat.
Pun tetap nyaman ditunggangi.

Tapi kalau ada yang kasih challenge, bisa dibuat drop dead sedikit. Cukup modal sentuhan jari. Masih jos tanpa rubbing issue. Walaupun tegak, bukan miring.

Keunggulan mobil ini yang pertama adalah suspensi depan yang special order ke pabrik, diubah menjadi strut bag. Sebelumnya, sockbreaker sama balon terpisah. Sistem “baru” ini lebih nyaman karena Mercy terbaru pun sekarang sudah mengadopsi strut bag semua untuk depan. Ubahan sejenis ini mungkin belum ada yang melakukannya di Tanah Air.

Dengan model strut bag akan bisa menghindari bentuk balon miring alias tak kordinat. Sebaliknya bila balon terpisah banyak kasus balon enggak awet karena posisi temunya kerap bergeser, sehingga butuh coak-coak lower arm atau butuh adaptor biar bentuk balon bisa bagus di posisi 0 Psi ataupun ride mode.

Bukan tanpa kendala, sebab pengubahan sistem ini ternyata makan ruangan fender. Velg lebar 8.5 pun sudah mentok sama balon, dan bila fender dikasih spacer velg jadi out. Kalau enggak pakai barrel, kena balon. Sebabnya, waktu pesan air sus, velgnya belum dapat. Di sisi lain, Mr. P ogah camber fitment.

Solusinya, “Mengubah posisi bracket shockbreaker bagian bawah dan posisi support atasnya juga,” ucap Topan, pungggawa Godwheels Company. Hasilnya memuaskan, velg bisa celup dan dapat perfect fitment.

Keunggulan kedua adalah penggunaan manajemen Magic Air + height sensor. Sebenarnya penggunaan manajemen ini sudah sangat wajar, namun fitur real time di Magic Air ini sangat membantu buat kenyamanan berkendara. Ditambah dengan height sensor yang mengubah sistem sensor dari sistem tekanan ke sistem ketinggian. Sebenarnya merek lain banyak yang sudah memakai height sensor tapi banyak instalatur airsus yang tidak memasangnya dengan sempurna sehingga hasilnya jadi malah enggak nyaman di mobil.

Keunggulan ketiga yaitu kombinasi barang jadul dan modern. Head unit Blaupunkt yang sudah dikoneksikan dengan stick Cobra Blaupunkt (depan) dan selektor Cobra Blaupunkt (belakang) yang keduanya merupakan barang langka, apalagi ini fungsi dan kondisinya juga ciamik. Dikombinasikan dengan prosesor DSP 5.1, power Zapco dan speaker Cello depan serta sub MTX Terminator 10 inci sebanyak 2 buah. Dengan spec ini, tampilan interior audio 90-an tetap sangat terasa tapi suara yang dihasilkan kental kekiniannya.


Workshop:
Wheels & undercarriage: Godwheels Company @godwheelscompany
Audio: 54 Autosound @54autosound

Data Mods:
HRE Vintage 501 18x(8.5+9.5) inches, Yokohama Advan Sport 225/35ZR18 & 245/35ZR18, Magic Air suspension, AMG body kit, AMG heck spoiler, AMG tail pipe, Hirschmann antenna, Blaupunkt full system