Di saat banyak pembalap Formula 1 menghabiskan waktu luang untuk beristirahat dari padatnya musim balap, Max Verstappen justru memilih masuk ke salah satu arena paling melelahkan dan paling tidak ramah dalam dunia motorsport, yakni Nürburgring Nordschleife.
Akhir pekan ini, Max akan menjalani debut di ADAC RAVENOL 24H Nürburgring, balap ketahanan legendaris yang dikenal bukan cuma karena durasinya yang mencapai 24 jam nonstop, tapi juga karakter sirkuitnya yang brutal.
- Max Verstappen seen at the Nürburgring in Germany on March 31, 2026. // Joerg Mitter / Red Bull Content Pool // SI202605120708 // Usage for editorial use only //
Sirkuit dengan julukan The Green Hell ini punya panjang lebih dari 20 kilometer, dipenuhi tikungan cepat, blind corner, perubahan elevasi ekstrem, dan kondisi cuaca yang sering berubah tanpa peringatan.
Buat Max, ini akan jadi balapan 24 jam pertama dalam kariernya. Tapi ketertarikannya terhadap dunia GT dan endurance racing sebenarnya sudah terlihat cukup lama.
- Max Verstappen seen at the Nürburgring in Germany on March 31, 2026. // Joerg Mitter / Red Bull Content Pool // SI202605120792 // Usage for editorial use only //
Di luar Formula 1, ia makin aktif menjalani simulasi balap (racing simulator), testing mobil GT3, hingga akhirnya mendapatkan DMSB Permit Nordschleife pada 2025, lisensi khusus yang dibutuhkan untuk bisa balapan di Nürburgring.
Tidak berhenti di situ, Max juga langsung memenangkan putaran kesembilan Nürburgring Langstrecken-Serie (NLS) menggunakan Ferrari 296 GT3 di tahun yang sama. Dari sana, banyak orang mulai melihat bahwa proyek endurance Max bukan sekadar pelarian dari F1.
- Max Verstappen seen at the Nürburgring in Germany on March 31, 2026. // Joerg Mitter / Red Bull Content Pool // SI202605120705 // Usage for editorial use only //
Untuk Nürburgring 24 Jam, Verstappen Racing turun menggunakan Mercedes-AMG GT3 yang dioperasikan bersama Winward Racing. Ia akan satu tim dengan Lucas Auer, Jules Gounon, dan Dani Juncadella, tiga nama yang sudah sangat berpengalaman di dunia GT racing Eropa.
Performa mereka bahkan sempat mencuri perhatian pada sesi kualifikasi April lalu. Mercedes-AMG GT3 milik Verstappen Racing menjadi mobil pertama yang menembus waktu di bawah sembilan menit di Nordschleife. Lucas Auer membawa mobil finis kelima di sesi timed lap, sementara Max sempat memimpin balapan empat jam selama sekitar 90 menit sebelum masalah splitter membuat posisi mereka melorot.
- Max Verstappen seen at the Nürburgring in Germany on March 31, 2026. // Joerg Mitter / Red Bull Content Pool // SI202605120795 // Usage for editorial use only //
Menjelang balapan akhir pekan ini, Max juga terus memperluas adaptasinya dengan berbagai jenis mobil. Bulan lalu di Fuji Speedway, ia mencoba mobil GT500 untuk pertama kali dalam kondisi hujan deras. Menariknya, pada flying lap kedua saja, ia langsung mencatat waktu lebih cepat dibanding pembalap Super GT, Atsushi Miyake.
Meski datang sebagai pendatang baru di Nürburgring 24 Jam, target Max tetap terdengar sederhana: menang.
- The car of Max Verstappen seen at the Nürburgring in Germany on March 31, 2026. // Joerg Mitter / Red Bull Content Pool // SI202605120755 // Usage for editorial use only //
“Kesuksesan berarti menang. Itu alasan kami ada di sini. Saya tahu ini tidak akan mudah, tapi itu target semua orang,” kata Max.
Ia juga mengatakan bahwa sesi malam hari di Nordschleife jadi bagian yang paling ia nantikan sepanjang balapan nanti.
“Mungkin itu akan jadi perasaan terbaik. Saat malam hari, Anda benar-benar sendirian, terus memacu mobil di tengah gelap. Biasanya mobil juga paling cepat saat malam, jadi saya sangat menantikannya,” lanjut Juara Dunia F1 empat kali ini.
- Max Verstappen seen at the Nürburgring in Germany on March 31, 2026. // Joerg Mitter / Red Bull Content Pool // SI202605120749 // Usage for editorial use only //
Sementara itu, Dani Juncadella yang sudah dua kali finis podium overall di Nürburgring 24 Jam mengatakan bahwa Nordschleife tetap terasa mengintimidasi, bahkan untuk pembalap yang sudah sering turun di sana.
“Sirkuit ini tidak akan pernah terasa seperti trek biasa. Entah bagaimana, trek ini selalu terasa mengintimidasi, apa pun kondisinya, terutama karena cuacanya bisa berubah drastis. Bahkan saat cuaca cerah dan trek kering pun, Nordschleife tetap terasa berbeda. Apalagi ketika Anda mulai mendorong mobil sampai batas maksimal,” kata Dani.
Edisi ke-54 ADAC RAVENOL 24H Nürburgring akan dimulai Sabtu, 16 Mei pukul 15:00 waktu setempat dan berakhir 24 jam kemudian. Balapan disiarkan langsung lewat Red Bull TV, termasuk tayangan onboard Verstappen di kanal YouTube Red Bull Motorsports. ![]()






