Keselamatan berkendara kini tidak lagi hanya disampaikan melalui pelatihan di ruang kelas atau praktik di lintasan. Media sosial mulai menjadi salah satu kanal utama untuk menjangkau generasi muda, dan pendekatan inilah yang dimanfaatkan Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) melalui program Safety Riding Camp (SRC) 2026.
Program tersebut berhasil mencatatkan lebih dari 4,8 juta tayangan di berbagai platform media sosial melalui 247 konten yang diproduksi para duta keselamatan berkendara Astra Honda. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pesan mengenai budaya berkendara yang aman dapat menjangkau audiens lebih luas ketika dikemas dengan pendekatan kreatif dan dekat dengan keseharian anak muda.
Safety Riding Camp 2026 melibatkan 128 duta keselamatan berkendara hasil seleksi regional yang telah berlangsung sejak April 2026. Setelah melalui proses penyaringan, sebanyak 53 peserta terbaik mengikuti tahap lanjutan untuk memperebutkan posisi sebagai finalis utama.
Pada akhirnya, sebanyak 36 peserta terpilih mengikuti rangkaian final Safety Riding Camp 2026 yang berlangsung di Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center Deltamas, Bekasi. Mereka berasal dari siswa dan guru SMA sederajat di enam Safety Riding Lab Astra Honda, mahasiswa dari dua perguruan tinggi, serta guru PAUD dari Medan, Yogyakarta, dan Karawang.

Ketua Yayasan Astra Honda Motor, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan bahwa Safety Riding Camp merupakan bagian dari kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk membangun budaya keselamatan berkendara secara berkelanjutan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan, terutama ketika mampu memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat dengan cara yang lebih menarik.
Selain berkompetisi, para peserta juga memperoleh pembekalan mengenai teori keselamatan berkendara, praktik berkendara, simulasi menggunakan Honda Riding Trainer (HRT), hingga kemampuan menyampaikan edukasi yang dinilai langsung oleh Astra Honda Licence Instructor (AHLI). Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi peserta agar mampu menjadi duta keselamatan yang aktif di lingkungan masing-masing.
Salah satu peserta, Imam Utomo dari SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, menilai keikutsertaannya dalam Safety Riding Camp menjadi kesempatan untuk memperluas dampak edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dapat membantunya mengajak lebih banyak orang memahami pentingnya berkendara secara aman dan bertanggung jawab.
Melalui Safety Riding Camp 2026, Yayasan AHM menunjukkan bahwa edukasi keselamatan berkendara tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan mengendarai sepeda motor. Program ini juga mendorong peserta memanfaatkan media digital sebagai sarana menyebarkan pesan positif, sehingga budaya tertib berlalu lintas dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas melalui konten yang relevan dengan perkembangan zaman. ![]()
