Geely Auto Indonesia mulai mempercepat langkahnya di pasar otomotif nasional. Bukan dengan meluncurkan model baru, melainkan memperkuat fondasi bisnis melalui kerja sama strategis dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Kolaborasi ini menjadi salah satu modal penting bagi Geely untuk mewujudkan target ambisius membangun hingga 80 dealer resmi di Indonesia sepanjang 2026.

Dukungan pembiayaan dari BCA diharapkan membuat para dealer memiliki kondisi finansial yang lebih kuat sehingga mampu memperluas bisnis dan meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen.

Kerja sama ini tidak hanya mencakup fasilitas pembiayaan modal kerja, tetapi juga solusi perbankan terintegrasi yang dapat dimanfaatkan jaringan dealer Geely. Dana tersebut dapat digunakan untuk menjaga ketersediaan stok kendaraan, mengembangkan showroom dan bengkel, hingga mendukung operasional sehari-hari agar lebih stabil dan responsif terhadap permintaan pasar.

Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, mengatakan kemitraan dengan BCA bertujuan memastikan setiap dealer memiliki dukungan finansial yang memadai untuk mengembangkan bisnisnya.

“Sebagai salah satu institusi perbankan dengan basis nasabah yang luas di Indonesia, BCA menjadi mitra strategis yang tepat untuk mendukung Geely dan jaringan diler dalam menghadirkan pengalaman pembelian kendaraan yang semakin mudah dan nyaman bagi konsumen,” ujar Constantinus.

Bagi BCA, kerja sama ini juga menjadi bagian dari dukungannya terhadap perkembangan industri otomotif nasional. Bank swasta terbesar di Indonesia tersebut berharap fasilitas pembiayaan yang diberikan dapat membantu jaringan dealer Geely tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memperkuat ekosistem bisnis otomotif di Tanah Air.

Target menghadirkan 80 dealer menunjukkan bahwa Geely tidak ingin sekadar menjadi pemain pelengkap di Indonesia. Setelah mulai menghadirkan berbagai model kendaraan elektrifikasi, kini fokus perusahaan bergeser pada pembangunan infrastruktur bisnis agar produk-produknya semakin mudah dijangkau masyarakat di berbagai daerah.

Jika ekspansi ini berjalan sesuai rencana, maka persaingan merek otomotif, khususnya pabrikan asal Tiongkok diperkirakan akan semakin menarik. Bukan hanya soal menghadirkan mobil dengan teknologi terbaru, tetapi juga soal siapa yang mampu membangun jaringan dealer paling kuat dan memberikan layanan purnajual yang lebih mudah diakses konsumen.