Tidak banyak iklan otomotif yang mampu membuat penonton melupakan bahwa mereka sedang menyaksikan sebuah materi komunikasi merek. Namun itulah yang dilakukan Mazda melalui film dokumenter “Goodbye RX-7: Saying Farewell to a Dear Friend”, yang baru saja meraih Bronze Lion pada kategori Entertainment Lions di ajang Cannes Lions International Festival of Creativity 2026. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama Mazda sepanjang sejarah keikutsertaannya di festival kreativitas paling bergengsi di dunia itu.

Alih-alih berbicara mengenai teknologi, performa, atau spesifikasi kendaraan, film berdurasi sekitar 15 menit tersebut mengangkat hubungan sederhana antara seorang perempuan dengan Mazda RX-7 miliknya selama 25 tahun. Cerita mencapai puncaknya ketika sang pemilik, Naoko Nishimoto, yang mendekati usia 80 tahun, memutuskan untuk mengembalikan surat izin mengemudinya. Keputusan tersebut bukan sekadar mengakhiri kebiasaan mengemudi, tetapi juga menjadi momen perpisahan dengan mobil yang telah menemaninya melewati berbagai fase kehidupan.

Di situlah film ini menemukan kekuatannya. RX-7 tidak diposisikan sebagai produk, melainkan sebagai teman perjalanan yang menyimpan memori, kebiasaan, dan emosi yang tidak dapat digantikan oleh kendaraan baru sekalipun. Perspektif tersebut membuat kisahnya terasa personal, sekaligus universal bagi siapa pun yang pernah memiliki ikatan dengan sebuah mobil.

Mazda sendiri meyakini bahwa mobil bukan hanya alat transportasi, melainkan partner yang mampu memperkaya kehidupan melalui Joy of Driving. Filosofi tersebut diterjemahkan ke dalam film ini tanpa narasi yang berlebihan. Cerita berkembang melalui keseharian sang pemilik, hingga akhirnya memperlihatkan bagaimana sebuah kendaraan dapat menjadi bagian dari identitas seseorang selama puluhan tahun.

Yang menarik, kisah tersebut tidak berhenti ketika proses syuting selesai. Mazda kemudian mengambil alih RX-7 milik sang pemilik dan memberikan peran baru sebagai kendaraan public relations (PR car), sehingga perjalanan mobil tersebut tetap berlanjut. Langkah ini menjadi simbol bahwa hubungan antara manusia dan mobil tidak harus berakhir ketika pemiliknya memutuskan berhenti mengemudi.

Film dokumenter ini pertama kali dirilis pada 31 Maret 2025 melalui kanal resmi Mazda. Selain menampilkan kisah lengkap pemilik RX-7 tersebut, Mazda juga menerbitkan artikel lanjutan yang menjelaskan bagaimana perusahaan mempertahankan hubungan emosional antara pelanggan dan kendaraan klasik mereka sebagai bagian dari filosofi Radically Human yang menjadi dasar pengembangan produk maupun pengalaman berkendara.

Bagi industri otomotif, kemenangan ini menjadi pengingat bahwa cerita paling kuat tidak selalu datang dari mobil terbaru atau teknologi tercanggih. Terkadang, sebuah penghargaan internasional justru lahir dari kisah sederhana tentang seseorang yang harus mengucapkan selamat tinggal kepada mobil yang telah menemaninya selama seperempat abad.