Drama soal masa depan Max Verstappen di Formula 1 akhirnya menemukan titik terang. Oracle Red Bull Racing mengonfirmasi bahwa juara dunia empat kali ini memperpanjang kontraknya bersama tim asal Milton Keynes tersebut hingga akhir musim 2030. Pengumuman ini datang tepat menjelang balapan kandang Verstappen di Zandvoort, yang tahun ini juga menjadi edisi terakhir Dutch Grand Prix di kalender F1 untuk sementara waktu.
- MILTON KEYNES, UNITED KINGDOM – AUGUST 20: Max Verstappen and Laurent Mekies photographed during a re-signing of contracts, extending his deal with the team until 2030. (Photo by Mark Thompson/Getty Images) // Getty Images / Red Bull Content Pool // SI202608190425 // Usage for editorial use only //
Yang bikin momen ini terasa lebih berat dari sekadar seremoni tanda tangan kontrak, sepanjang 2026 nama Verstappen sempat dikaitkan dengan opsi hengkang. Kontrak lamanya sebenarnya masih berlaku sampai akhir 2028, tapi di dalamnya terselip klausul terkait performa yang berpotensi membuka pintu keluar lebih awal jika Red Bull terus tertinggal dari rival. Musim 2026 sendiri bukan musim yang mudah buat tim ini, Red Bull kesulitan mengejar laju Mercedes yang mendominasi di bawah regulasi baru.
Spekulasi makin liar setelah muncul laporan soal pertemuan antara pihak manajemen Verstappen dengan petinggi McLaren pada Juni lalu. Meski begitu, CEO McLaren Zak Brown akhirnya buka suara bahwa timnya tidak punya kursi kosong untuk Verstappen dan tetap berkomitmen pada duet Lando Norris serta Oscar Piastri. Satu nama lain yang sempat disebut sebagai kandidat pengganti Verstappen di Red Bull, Carlos Sainz Jr, justru baru saja meneken kontrak baru bersama Williams sehari sebelum pengumuman ini keluar.
- MILTON KEYNES, UNITED KINGDOM – AUGUST 20: Max Verstappen and Laurent Mekies photographed during a re-signing of contracts, extending his deal with the team until 2030. (Photo by Mark Thompson/Getty Images) // Getty Images / Red Bull Content Pool // SI202608190414 // Usage for editorial use only //
Ada juga faktor yang jarang dibahas di rilis resmi tapi sempat bikin Verstappen frustrasi berat sepanjang musim, yaitu masalah sayap belakang aktif Red Bull yang dijuluki Macarena wing. Desain ini memungkinkan sayap berputar untuk mengurangi drag di trek lurus, tapi dua kali menyebabkan Verstappen kehilangan downforce mendadak dan crash pada kecepatan tinggi, di Austria dan di Silverstone. Verstappen sampai menyebut kondisi itu “super dangerous” dan mengaku beruntung lolos tanpa cedera serius dari kedua insiden tersebut. FIA pun turun tangan meminta klarifikasi ke Red Bull dan Ferrari, satu-satunya dua tim yang memakai konsep sayap berputar musim ini, terkait kepatuhan terhadap standar keselamatan.
Di tengah semua tekanan itu, Red Bull juga kehilangan sejumlah figur kunci dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari mantan bos tim Christian Horner yang dipecat tahun lalu sampai perancang mobil legendaris Adrian Newey yang hengkang lebih dulu. Laurent Mekies naik menjadi Team Principal sejak Juli 2025 menggantikan Horner, dan proses pembenahan tim di bawah kepemimpinannya belum berjalan mulus, termasuk keputusan memaksimalkan peluang musim lalu dengan konsekuensi mobil yang kurang matang di awal 2026.
- MILTON KEYNES, UNITED KINGDOM – AUGUST 20: Max Verstappen photographed during a re-signing of contracts, extending his deal with the team until 2030. (Photo by Mark Thompson/Getty Images) // Getty Images / Red Bull Content Pool // SI202608190427 // Usage for editorial use only //
- MILTON KEYNES, UNITED KINGDOM – AUGUST 20: Max Verstappen photographed during a re-signing of contracts, extending his deal with the team until 2030. (Photo by Mark Thompson/Getty Images) // Getty Images / Red Bull Content Pool // SI202608190428 // Usage for editorial use only //
Namun menurut rilis resmi tim, keputusan Verstappen untuk tetap tinggal justru berakar dari kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun bersama Red Bull, juga keyakinannya terhadap arah dan visi yang dibawa Mekies. Sejak bergabung dengan program junior Red Bull pada 2014 dan naik ke tim utama pada 2016 dengan kemenangan di balapan debutnya, Verstappen sudah mengoleksi 71 kemenangan Grand Prix, empat gelar juara dunia pembalap, dan dua gelar juara dunia konstruktor bersama tim ini.
- MILTON KEYNES, UNITED KINGDOM – AUGUST 20: Laurent Mekies photographed during a re-signing of Max Verstappen’s contracts, extending his deal with the team until 2030. (Photo by Mark Thompson/Getty Images) // Getty Images / Red Bull Content Pool // SI202608190422 // Usage for editorial use only //
Mekies menyebut mempertahankan Verstappen sebagai kabar besar buat Red Bull, Oracle Red Bull Racing, sekaligus F1 secara keseluruhan. Ia menggambarkan Verstappen sebagai representasi dari segala hal yang membuat Red Bull Racing berbeda, mulai dari daya saing yang tak kenal kompromi sampai keberanian menantang konvensi. Menurutnya hubungan ini terus menguat lewat kombinasi momen juara maupun periode sulit yang dilalui bersama, dan ambisi tim ke depan tidak berubah meski banyak hal akan terus berkembang.
- MILTON KEYNES, UNITED KINGDOM – AUGUST 20: Max Verstappen photographed during a re-signing of contracts, extending his deal with the team until 2030. (Photo by Mark Thompson/Getty Images) // Getty Images / Red Bull Content Pool // SI202608190419 // Usage for editorial use only //
Verstappen sendiri mengaku senang dengan perpanjangan kontrak ini dan menyebut tim sebagai keluarga kedua baginya. Ia menyinggung soal betapa nyamannya bekerja sama dengan Mekies selama lebih dari setahun terakhir, dan merasa seluruh orang di markas Milton Keynes percaya pada apa yang sedang dibangun bersama. Bagi Verstappen, mengumumkan perpanjangan ini bertepatan dengan Grand Prix terakhir di Zandvoort punya arti tersendiri, dan ia berharap bisa memberi perpisahan spesial untuk para penggemar di trek yang sudah jadi rumah keduanya.
Perpanjangan kontrak ini juga muncul di momen yang dianggap krusial bagi evolusi Red Bull ke depan. Tim baru saja memasuki musim pertama sebagai produsen unit tenaga sendiri lewat Red Bull Ford Powertrains, sembari terus menggenjot investasi di infrastruktur teknis dan fasilitas mereka. Dengan Verstappen tetap berada di jantung proyek jangka panjang ini, era berikutnya Oracle Red Bull Racing baru saja mulai dibangun fondasinya. ![]()






