Kia menerapkan proses pengukuran digital untuk memastikan presisi kendaraan sejak tahap pengembangan melalui Digital Measuring Center (DMC) di Namyang Research and Development Center, Korea Selatan. Fasilitas ini mampu mengukur hingga 1.000 titik pada struktur bodi satu kendaraan berdasarkan sekitar 600 kriteria kualitas. Pengukuran tersebut mencakup dimensi, posisi dan keselarasan komponen, celah antarkomponen, hingga fungsi dan kelayakan perakitan, sehingga engineer dapat mengetahui penyimpangan yang tidak selalu dapat terlihat secara langsung.

Pengukuran struktur dasar kendaraan dilakukan menggunakan Coordinate Measuring Machine (CMM), yang memanfaatkan sensor kontak berpresisi tinggi untuk membaca koordinat tiga dimensi pada titik-titik yang telah ditentukan. Dari data tersebut, engineer dapat menghitung jarak dan penyimpangan antartitik, memeriksa kesejajaran, serta memastikan setiap bagian berada pada posisi sesuai rancangan. DMC juga digunakan untuk mengevaluasi kualitas eksterior, Noise, Vibration and Harshness (NVH), kekedapan terhadap air, serta aspek fungsi dan kelayakan perakitan sebagai bagian dari sekitar 600 kriteria kualitas yang diterapkan.

Pemeriksaan juga mencakup komponen bergerak seperti pintu dan liftgate. Untuk kebutuhan tersebut, DMC menggunakan pemindai optik 3D yang terpasang pada lengan robot, sementara Autonomous Mobile Robots (AMR) membawa komponen ke area pemeriksaan. Pemindai kemudian membaca bentuk komponen untuk memastikan ukuran dan posisinya sesuai rancangan serta dapat bekerja dengan baik ketika dipasang pada kendaraan. Sebelum masuk ke tahap perakitan akhir, komponen ditempatkan pada alat inspeksi yang mereplikasi bentuk bodi kendaraan, kemudian diperiksa menggunakan pemindai 3D portabel.

Setelah seluruh komponen terpasang, DMC melakukan pemindaian kendaraan secara lengkap untuk melihat penyimpangan yang mungkin terakumulasi dari struktur bodi, komponen bergerak, bagian yang telah terpasang, hingga trim kendaraan. DMC juga memeriksa komponen dalam kondisi pengoperasian. Kamera berkecepatan tinggi dan sejumlah sensor mampu menangkap hingga 500 data pengukuran per detik ketika pintu, liftgate, dan komponen bergerak lainnya dibuka serta ditutup. Data tersebut memungkinkan engineer menganalisis perubahan bentuk yang tidak dapat ditangkap mata manusia, termasuk pengaruh bobot komponen dan tekanan dari luar.

Seluruh hasil pengukuran DMC terhubung dengan pusat data yang menggabungkan informasi dari berbagai tahap pengembangan, sistem, dan pemasok. Kia menggunakan algoritma DATA-FIT untuk mengolah hasil pengukuran dan mencari konfigurasi perakitan paling optimal dalam ruang virtual. Sementara itu, DATA-AUDIT digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan sumber penyimpangan serta memberikan rekomendasi perbaikan. Dengan data tersebut, engineer dapat membandingkan hasil pengukuran, melacak sumber perbedaan kualitas, dan menentukan penyempurnaan secara lebih tepat.

Standar pengukuran yang dihasilkan DMC kemudian diteruskan ke fasilitas produksi sebagai acuan kualitas ketika kendaraan memasuki tahap produksi. Kia juga berencana memanfaatkan data yang telah terkumpul untuk membangun infrastruktur berbasis kecerdasan buatan yang mendukung pengembangan kendaraan berikutnya. Proses ini memungkinkan pengelolaan kualitas dilakukan sejak tahap pengembangan, mencakup bagian kendaraan yang terlihat maupun tersembunyi, sekaligus menjaga kesesuaian antara standar yang ditetapkan engineer dan proses perakitan kendaraan di fasilitas produksi.