Kebanyakan pabrikan cuma menawarkan satu jenis hybrid buat satu model. GWM justru mengambil jalan berbeda lewat Wey G9 Hi4. Luxury MPV yang baru saja debut di BCA Expo 2026, Jumat (11/9/2026) ini dibekali dua pilihan powertrain, HEV dan PHEV, yang sama-sama mengandalkan sistem Hi4 alias Hybrid Intelligent 4WD, tapi dengan karakter tenaga yang cukup jauh berbeda satu sama lain.
Hi4 sendiri adalah sistem penggerak all-wheel drive cerdas berbasis hybrid yang dikembangkan sendiri oleh GWM, dirancang untuk memadukan tenaga listrik dan bensin secara mulus sambil menyesuaikan distribusi tenaga ke roda sesuai kebutuhan.
Di varian HEV, sistem hybridnya ditopang baterai berkapasitas 1,67 kWh dengan tenaga sistem maksimum mencapai 263 kW dan torsi 782 Nm. Konsumsi bahan bakarnya diklaim rata-rata sekitar 15 km per liter, angka yang cukup kompetitif untuk mobil seukuran dan seberat luxury MPV tujuh penumpang.

Sementara varian PHEV justru bermain di angka yang lebih besar lagi. Tenaga sistem maksimumnya tembus 325 kW dengan torsi 642 Nm. Ia bisa melaju sepenuhnya dengan tenaga listrik hingga 170 km tanpa menyentuh setetes bensin sama sekali. Buat mobilitas harian di kota besar seperti Jakarta, jarak segitu sudah lebih dari cukup buat bolak-balik kantor rumah tanpa perlu menyalakan mesin bensin.
Begitu kapasitaas baterai mulai menipis dan mesin bensin ikut turun tangan, total jangkauan GWM Wey G9 Hi4 PHEV diklaim bisa tembus lebih dari 1.000 km dalam sekali perjalanan penuh. Ini artinya mobil yang sama bisa dipakai buat commuting harian sekaligus perjalanan lintas provinsi tanpa perlu berganti kendaraan. Efisiensi bahan bakarnya sendiri tercatat hingga 83,33 km per liter berdasarkan pengujian standar NEDC, meski GWM mengingatkan angka aktual bisa bervariasi tergantung gaya berkendara, kondisi jalan, dan pola pengisian daya.

Soal pengisian daya, varian PHEV dirancang cukup fleksibel. Ada opsi pengisian cepat DC hingga 60 kW yang bisa mengisi dari 30 sampai 80 persen dalam waktu sekitar 26 menit. Buat penggunaan di rumah, tersedia juga pengisian AC 6,6 kW yang lebih ekonomis walau butuh waktu lebih lama.
Fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW juga jadi nilai tambah khusus varian PHEV, karena secara praktis menjadikan mobil ini sumber energi portabel buat mendukung aktivitas luar ruang, entah itu buat menyalakan peralatan camping atau alat elektronik lain saat listrik utama tidak tersedia.
Bagus Susanto, CEO Inchcape GWM Indonesia, menyebut kehadiran dua pilihan teknologi ini sejalan dengan filosofi besar GWM. “Kehadiran dua pilihan ini sejalan dengan filosofi kami, All Scenarios, All Powertrains, All Users,” ungkapnya, menegaskan bahwa strategi GWM memang mengarah ke memberi opsi sebanyak mungkin ketimbang memaksa satu solusi buat semua orang.
Dari sisi keselamatan, baterai yang dipakai di GWM Wey G9 Hi4 sudah mengantongi sertifikasi lima bintang C-EVFI 2024 lewat rangkaian pengujian ketat, didukung struktur bodi berkekuatan tinggi dan lebih dari 20 fitur bantuan berkendara cerdas L2 Intelligent Driving Assistance.
Kombinasi antara dua karakter powertrain dan lapisan keselamatan ini yang bikin Wey G9 Hi4 terasa seperti dua mobil berbeda tenaga dalam satu bodi yang sama. ![]()
