GWM Wey G9 Hi4 PHEV menawarkan satu karakter yang tidak dimiliki mobil hybrid konvensional. Baterainya mampu membawa mobil melaju hingga 170 km hanya dengan tenaga listrik, sementara mesin bensin tetap tersedia ketika perjalanan membutuhkan jarak yang lebih panjang. Angka 170 km tersebut dimungkinkan karena G9 Hi4 PHEV menggunakan sistem plug-in hybrid. Baterai tidak hanya mendapatkan energi dari regenerative braking atau kerja mesin, tetapi juga dapat diisi dari sumber listrik eksternal. Artinya, kapasitas energi listrik bisa dipersiapkan sebelum mobil digunakan.

Dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh, G9 Hi4 PHEV memiliki total jarak tempuh lebih dari 1.000 km. Kombinasi ini membuat karakter penggunaannya berbeda antara mobil listrik murni dan hybrid biasa. Untuk perjalanan rutin, energi listrik dapat menjadi sumber utama. Ketika rute semakin jauh dan baterai tidak lagi mencukupi, mesin bensin mengambil peran.

Untuk mobilitas harian, kemampuan EV hingga 170 km menjadi salah satu bagian paling menarik dari sistem tersebut. Jika jarak perjalanan masih berada dalam cakupan kemampuan listriknya, G9 Hi4 PHEV dapat digunakan tanpa menyalakan mesin bensin. Setelah kapasitas baterai berkurang, sistem hybrid tetap memungkinkan perjalanan dilanjutkan menggunakan kombinasi sumber tenaga.

G9 Hi4 PHEV memiliki output sistem maksimum 325 kW dengan torsi 642 Nm. Tenaga tersebut bekerja bersama sistem Hi4 atau Hybrid Intelligent 4WD yang mendistribusikan tenaga ke seluruh roda sesuai kebutuhan. Jadi, teknologi hybrid pada G9 bukan hanya berkaitan dengan efisiensi, tetapi juga menjadi bagian dari sistem penggerak kendaraan.

Konsekuensinya, pengisian baterai menjadi bagian penting dalam pola penggunaan G9 Hi4 PHEV. GWM membekali mobil ini dengan kemampuan DC fast charging hingga 60 kW. Pengisian baterai dari 30 hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 26 menit.

Untuk penggunaan di rumah, tersedia pengisian AC 6,6 kW. Metode ini memang membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan DC, tetapi lebih masuk akal digunakan ketika mobil terparkir dalam durasi lama. Baterai dapat diisi setelah kendaraan digunakan sepanjang hari dan kembali siap untuk perjalanan berikutnya.

Sementara itu, keberadaan Vehicle-to-Load atau V2L membuat baterai G9 Hi4 PHEV tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi untuk kendaraan. Sistem tersebut mampu mengalirkan daya hingga 3,3 kW ke perangkat listrik eksternal, sehingga energi yang tersimpan di dalam baterai dapat digunakan untuk kebutuhan lain ketika berada di luar rumah.

GWM juga mencantumkan konsumsi bahan bakar hingga 83,33 km/liter untuk G9 Hi4 PHEV. Angka tersebut merupakan hasil pengujian dengan standar NEDC, sehingga penggunaannya tidak bisa dijadikan patokan langsung untuk konsumsi bahan bakar dalam kondisi jalan sehari-hari.

Pada PHEV, hasil konsumsi bahan bakar sangat berkaitan dengan pola penggunaan. Seberapa sering baterai diisi, seberapa jauh perjalanan harian, kondisi lalu lintas, kecepatan, hingga gaya mengemudi akan memengaruhi seberapa sering mesin bensin bekerja. Mobil yang rutin mendapatkan suplai listrik tentu memiliki pola konsumsi berbeda dibandingkan kendaraan yang lebih sering digunakan dalam kondisi baterai rendah.

Di sinilah konfigurasi G9 Hi4 PHEV menjadi relevan untuk penggunaan yang mencampurkan perjalanan dalam kota dan luar kota. Jarak hingga 170 km dalam mode listrik dapat menangani kebutuhan perjalanan rutin, sedangkan mesin bensin menjaga kendaraan tetap memiliki kemampuan menjangkau jarak lebih jauh tanpa bergantung sepenuhnya pada ketersediaan charging station.

GWM Wey G9 Hi4 PHEV dipasarkan dengan harga Rp1.368.000.000 OTR Jakarta. Mobil ini tersedia dalam pilihan warna Aurora White dan Nebula Black. Untuk paket kepemilikan, G9 Hi4 PHEV mendapatkan bebas biaya servis dan suku cadang selama 6 tahun atau 60.000 km. Garansi kendaraan berlaku selama 6 tahun atau 200.000 km, sedangkan baterai mendapatkan garansi selama 8 tahun atau 200.000 km, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.