Kalau dengar nama Aston Martin, biasanya langsung terbayang mobil sport dengan lekuk bodi eksotis. Atau merek mobil yang jadi ikon franchise film mata-mata James Bond.

Tapi tahukah DeepEnder, kalau jenama asal Inggris ini juga bikin motor?

Motor bikinannya pun bukan hasil akuisisi merek lain lantas ditempel logo Aston Martin, atau sekadar proyek gaya-gayaan belaka. Tapi kolaborasi serius dengan Brough Superior, salah satu nama paling prestise dalam sejarah sepeda motor Inggris.

Kolaborasi ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2019 lewat kelahiran AMB 001 yang cuma dibuat 100 unit. Tiga tahun kemudian muncul penerusnya, AMB 001 Pro yang lebih brutal dengan mesin V-Twin 997 cc turbo bertenaga 225 dk, cuma 88 unit. Masalahnya sama, dua-duanya enggak boleh berkeliaran di jalan umum. Jadi kalau enggak punya akses sirkuit, ya paling realistis dipandangi dari balik kaca garasi.

Kabar baiknya, masalah tersebut akhirnya dihentikan lewat AMB 002 Roadster. Diperkenalkan 9 September 2026 di Gaydon, Inggris, motor ini menjadi kolaborasi pertama Aston Martin dan Brough Superior yang benar-benar legal dipakai di jaan raya.

Menariknya, AMB 002 bukan sekadar AMB 001 yang diberi perlengkapan jalan raya seperti lampu, spion dan pelat nomor. Motor ini dikembangkan dari nol tanpa komponen carry over dari dua pendahulunya. Desainnya pun dibuat lebih ‘bersih’ dan terpahat, dengan tangki serta fairing samping carbon fibre yang mengalir mengikuti posisi tubuh pengendara. Di kedua sisi bodi terdapat “insang” berbentuk bulan sabit untuk membantu aliran udara sekaligus pendinginan mesin, sementara spion model bar-end memberikan kesan sporti.

Aroma Aston Martin tetap kelihatan dari detailnya. Side strake khas mobil Aston Martin menembus fairing sampai ke area lampu utama. Knalpot oval bersirip mengambil inspirasi dari Vanquish, DB12 S dan DBX S. Lampu belakang model bilah juga punya garis desain yang mengingatkan pada Vulcan, Valkyrie dan Valhalla. Bahkan urusan keyless, tombol starter dengan lampu latar, sampai jok kulit jahitan tangan ikut dibawa.

Di balik bodi eksotisnya, ada jantung mekanis V-Twin 1.083 cc berpendingin cairan yang menghasilkan tenaga 130 dk dan torsi 110 Nm. Mesin ini dirancang sekaligus dirakit di fasilitas Brough Superior di Toulouse, Prancis. Blok mesinnya bahkan dipermesinan CNC dari billet solid untuk mengejar kombinasi bobot ringan dan kekakuan struktur, dengan pendekatan material dan proses yang banyak mengambil inspirasi dari industri aerospace.

Rangka titaniumnya juga bukan barang biasa. Komponen utama frame dipahat dari billet solid dan bobotnya cuma 5 kg. Dengan panel carbon fibre, bobot total AMB 002 berada di angka 190 kg dengan distribusi bobot 50:50 serta pusat gravitasi rendah. Di depan, Brough Superior mempertahankan Fior Fork, sistem double wishbone yang memisahkan fungsi kemudi dan pengereman. Tujuannya agar roda depan tetap terkontrol dan geometri tetap presisi ketika mengerem keras, termasuk saat motor sedang menikung.

Brough Superior sendiri punya sejarah yang cukup gila untuk ukuran pabrikan motor. Pada era 1920-an sampai 1940-an, merek asal Nottingham ini bahkan dijuluki “Rolls-Royce of Motorcycles”.

T.E. Lawrence alias Lawrence of Arabia tercatat pernah punya tujuh Brough Superior dan memberi nama masing-masing motornya dari George I sampai George VII. Sekarang warisan itu diteruskan Thierry Henriette lewat Boxer Design, yang mengambil alih Brough Superior pada 2013. Bedanya, kali ini resep Inggris klasik tersebut dibungkus bahasa desain Aston Martin dan akhirnya bisa benar-benar diajak jalan.

Soal ketersediaan, AMB 002 Roadster cuma dibuat 300 unit untuk pasar global dan pengiriman pertamanya baru dijadwalkan mulai kuartal ketiga 2027. Jadi statusnya memang sudah road legal, tapi kemungkinan besar tetap lebih sering masuk garasi kolektor daripada kena macet jam lima sore.

Kalau DeepEnder punya motor ini, tega enggak dipakai ke jalan atau malah jadi pajangan paling mahal di garasi?