Mobil modern zaman sekarang makin lama mirip gadget berjalan.
Fitur makin pintar.
Bantuan elektronik makin ramai.
Bahkan beberapa dilengkapi integrasi kecerdasan buatan (AI).
Semua dibuat supaya mobil semakin mudah dikendarai, sampai kadang pengemudinya sendiri nyaris cuma kebagian tugas memutar setir.
Kabar baiknya. tak semua pabrikan ikut arus tersebut. Salah satunya adalah AMG.
Saat kebanyakan mobil performa berlomba menambah teknologi, AMG justru sibuk mencari barang atau fitur apa lagi yang bisa dibuang. Mulai dari jok belakang, peredam suara, fitur kenyamanan, bahkan siste pengerak empat roda.
Maka lahirlah CLE 646 Spezialanfertigung, sebuah CLE yang sengaja dibuat lebih ringan, lebih berisik, lebih liar dan jauh lebih menuntut keterlibatan pengemudinya. Ironisnya, justru setelah banyak hal dibuang, mobil ini terasa semakin dekat dengan alasan kenapa orang masih membeli mobil sport.

Menurut Dr. Stefan Weckbach, Chairman of the Management Board Mercedes-AMG GmbH, CLE 646 Spezialanfertigung adalah esensi AMG yang sesungguhnya, lahir karena insinyur yang sangat rasional justru bermimpi tentang mobil yang sangat irasional, lalu mimpi itu diwujudkan jadi dinamika berkendara maksimal dan pengalaman mengemudi yang tak tertandingi.
Lebih lanjut, Bastian Baudy, Chief Design Officer Mercedes-Benz Group AG, melihatnya lebih ke sisi visual. Dia menyebut mobil ini menetapkan standar baru lewat kehadiran dan dinamika yang tanpa kompromi, dengan penggunaan carbon fiber masif yang menciptakan tampilan sangat khas serta proporsi berani, lengkap dengan ukuran grille besar sebagai penegas ambisi menghadirkan mobil berkarakter ekstrem.

Bagian paling radikal dari proyek ini justru bukan soal tambahan tenaga, melainkan soal apa yang dihilangkan. AMG Performance 4MATIC+ yang jadi andalan CLE 53 dibuang total. Tenaga sekarang cuma disalurkan ke roda belakang. Karakter mobil pun berubah drastis, dari yang tadinya aman dan bisa diandalkan di segala cuaca jadi liar dan menuntut skill lebih.
Sebuah limited-slip differential elektronik terpasang di gardan belakang buat mengatur distribusi torsi antar roda secara variabel. Fungsinya mendukung traksi dan stabilitas, sekaligus tetap membuka ruang buat drifting terkontrol kalau kondisi memungkinkan.

Soal jantung mekanis, andalannya tetap AMG M177 EVO, V8 biturbo 4.0 liter yang sudah dikembangkan lebih jauh sampai keluar angka 646 hp atau 475 kW, angka yang langsung dipasang jadi nama modelnya. Torsi maksimum tembus 850 Nm dan tersedia lebar dari 2.500 sampai 4.500 rpm. Crankshaft flat-plane yang dipakai memangkas massa berputar dan membuat karakter putaran mesin jauh lebih responsif.
Urusan pendinginan digarap serius lewat tiga sirkuit terpisah, satu untuk suhu tinggi di mesin itu sendiri, dua lagi untuk suhu rendah yang menangani udara pengisian, oli transmisi, dan komponen 48-volt. Semua sirkuit ini diperkuat khusus buat menghadapi pemakaian intensif di sirkuit sampai suhu ambient yang ekstrem.
Suara V8 khasnya makin dipertegas lewat sistem exhaust custom berkapasitas aliran lebih besar. Cold end-nya dikembangkan bareng Akrapovič, sementara penggunaan titanium di sistem ini juga ikut menyumbang pengurangan bobot.

Transmisi tetap mengandalkan AMG SPEEDSHIFT TCT 9G, girboks sembilan percepatan dengan fungsi double declutch yang bikin perpindahan gigi terasa emosional. Tergantung mode berkendara yang dipilih, karakternya bisa berubah dari galak dan cepat sampai halus nyaris tak terasa.
Sistem Launch Control juga disesuaikan ulang khusus buat konfigurasi rear wheel drive ini. Hasilnya, CLE 646 Spezialanfertigung sanggup berlari dari diam ke 100 km per jam dalam 3,9 detik, tembus 200 km per jam dalam 11,4 detik, dan berhenti di top speed 310 km per jam.
Kaki-kakinya pakai suspensi coilover baja hasil kerja sama Mercedes-AMG dengan KW automotive. Dampernya bisa diatur empat arah secara independen untuk rebound dan compression, baik di setelan low speed maupun high speed.
Setelan low speed mengurus pergerakan bodi saat pengereman, akselerasi, dan turn in, dikalibrasi buat handling tajam dan feedback pengemudi yang lebih jelas. Setelan high speed mengurus respons damper saat roda kena hentakan cepat dari jalan bergelombang atau kerb, dengan hasil akhir berupa feedback langsung dan traksi maksimal bahkan di kondisi paling menuntut.
Sistem pengereman mengandalkan AMG Ceramic High Performance Composite Brake, dilengkapi konsep pendinginan rem khusus lewat air intake besar di bumper depan. Di gardan depan terpasang cakram keramik berventilasi ukuran 420 x 40 mm dengan caliper fixed enam piston, sementara di belakang cakramnya 360 x 32 mm dengan caliper floating satu piston berwarna emas.

Dari sisi bodi, ini bukan cuma soal tempelan aero. Bodyshell diperkuat dan dilebarkan sampai menambah 60 mm lebar di depan dan belakang, membuka ruang buat ban dan velg yang jauh lebih tapak.
Carbon fiber dipakai di fender depan yang melebar, front apron baru dengan air intake besar, side sill panel, bonnet dengan cold air intake di tengah, atap, sampai rear apron baru dengan diffuser. Boot lid dan rear wing manual di dua penyangga trapesium juga dari carbon fiber, sementara kaca belakang pakai polycarbonate dan baterai starter yang lebih ringan ikut menyumbang total pengurangan bobot sekitar 170 kg dibanding mobil donornya.

Fender carbon fiber yang melebar itu menaungi velg tempa AMG Performance ukuran 11.0 J x 20 di depan dan 12.0 J x 20 di belakang. Ban yang dipakai 305/30 ZR20 di depan dan 335/30 ZR20 di belakang, hasil pengembangan lebih jauh dari teknologi yang awalnya dibuat buat Mercedes-AMG ONE.

Soal warna, bagian depan dilapisi Mojave Silver Magno sementara bodi dari B-pillar ke belakang pakai Obsidian Black Magno, dipertegas lambang AMG di kedua pintu. Ride height diturunkan 22 mm di depan dan 16 mm di belakang, plus tambahan penguatan bodyshell serta roll over bar terintegrasi buat rigiditas ekstra.
Aerodinamikanya juga digarap serius, bukan cuma buat gaya-gayaan. Front diffuser bisa diubah manual lewat tiga baut ke posisi Street atau Race, dengan posisi Race yang cuma buat dipakai di sirkuit dan langsung menambah downforce gardan depan lewat efek Venturi.
Kalau diffuser depan diperpanjang ke posisi Race, rear wing carbon fiber di bagian tengah bisa diatur manual buat menambah downforce belakang sekaligus menyeimbangkan setelan aero. Louver terbuka di fender, channel udara dekat headlamp, sampai longitudinal fin di lantai rata ikut menyumbang total downforce lebih dari 250 kg di top speed.
AMG Traction Control dikalibrasi ulang dengan sembilan tahap penyesuaian wheel slip di gardan belakang, dipakai khusus saat ESP dimatikan di sirkuit tertutup. Demi pengalaman berkendara yang seliar dan sedirect mungkin, fitur infotainment dan sistem bantuan justru dikurangi, termasuk PARKTRONIC yang dihilangkan sama sekali.

Masuk ke kabin, filosofi lightweight tetap dijaga konsisten. Jok belakang dan material peredam suara dicopot, fitur kenyamanan dipangkas, dan sistem audio disederhanakan.

Setir AMG Performance dilapisi microfiber DINAMICA dengan bentuk pipih ala motorsport, jumlah tombolnya juga lebih sedikit karena banyak mode berkendara yang dihilangkan. Bucket seat racing ultra ringan dengan side support kuat jadi standar, dilengkapi roll over bar dan panel pintu carbon fiber, sementara six point harness tersedia lewat opsional Performance Package.
Setiap unitnya diproduksi secara hand-made di Affalterbach berbasis platform CLE 53, meneruskan tradisi manufactory eksklusif AMG yang dulu melahirkan ikon seperti AMG 300 CE 6.0 “The Hammer”.

CLE 646 Spezialanfertigung sendiri jadi model kedua Mercedes-Benz Mythos Series, lini eksklusif untuk mobil kolektor produksi sangat terbatas setelah sebelumnya diisi AMG PureSpeed yang dibatasi 250 unit dalam konfigurasi roadster tanpa atap.

Berbeda dari pendahulunya, CLE 646 Spezialanfertigung tetap berstatus road legal namun cuma diproduksi 30 unit di seluruh dunia dengan fokus penuh ke performa sirkuit.
Mobil ini sudah terjual habis bahkan sebelum world premiere-nya digelar, dengan konsumsi bahan bakar combined 15,8 liter per 100 km. ![]()










