Minggu (25/10/2026), DeepEnd sudah bersiap menunggu live Moto3 Australia pukul 07.00 WIB.

Namun, di Phillip Island yang waktunya empat jam lebih cepat dari Indonesia, situasinya jauh dari kata tenang. Hujan, angin kencang, dan jarak pandang yang memburuk membuat nasib balapan hari itu menggantung.

Sebenarnya, kekhawatiran ini bukan muncul mendadak pada Minggu pagi. Sejak Sabtu siang, prakiraan cuaca sudah memperingatkan hujan lebih deras dengan potensi curah hujan 15 hingga 35 mm, disertai angin kencang dan suhu dingin. Semua tim di paddock sudah mengetahui prediksi tersebut setelah Sprint MotoGP selesai.

Skenario 2023 pun kembali dibicarakan. Saat itu, penyelenggara memindahkan balapan utama ke Sabtu demi menghindari cuaca buruk pada Minggu. Sprint kemudian dijadwalkan pada Minggu, meski akhirnya ikut dibatalkan.

Pertanyaannya, kenapa strategi serupa tidak dipakai lagi tahun ini?

MotoGP tidak mengulang strategi tersebut. Padahal, Sabtu masih menyediakan kesempatan untuk menggelar balapan utama. Kualifikasi MotoGP dan Moto3 memang berlangsung dalam kondisi basah, tetapi cuaca sempat membaik pada sore hari sehingga Sprint tetap bisa digelar dan dimenangi Marc Marquez. Sementara itu, Jorge Martin mengalami fraktur pergelangan tangan akibat kecelakaan dalam Sprint dan dinyatakan tidak fit untuk balapan Minggu.

Di Phillip Island, jam menunjukkan 09.40 waktu setempat. Warm-up MotoGP seharusnya dimulai, tapi jarak pandang di sekitar sirkuit dan Melbourne belum memenuhi syarat untuk penerbangan helikopter medis. Tanpa helikopter yang bisa beroperasi, pitlane belum boleh dibuka. Keputusan pertama pun keluar, sesi ditunda sambil menunggu kemungkinan cuaca membaik sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

Empat puluh lima menit kemudian, harapan pertama mulai pupus. Kondisi di Bass Strait belum menunjukkan perbaikan yang dibutuhkan. Helikopter medis memerlukan jendela cuaca yang memungkinkan penerbangan selama sekitar 60 menit, baik dari Phillip Island maupun di rumah sakit Alfred di Melbourne. Kedua lokasi masih terkendala jarak pandang. Warm-up yang semula hanya tertunda kini terancam dibatalkan sepenuhnya.

Pukul 07.00 WIB, keputusan berikutnya memastikan tidak ada aktivitas trek sebelum pukul 13.00 waktu setempat atau 09.00 WIB. Tim medis terus memantau kondisi penerbangan, sementara penyelenggara harus menghitung sisa waktu yang tersedia. Di luar, tribun masih dipenuhi penonton dengan ponco di tengah hujan. Marquez, yang sudah merebut pole position dan memenangi Sprint sehari sebelumnya, menyebut kondisi trek masih bisa diterima untuk balapan. Namun, persoalannya memang bukan sekadar apakah motor bisa melaju di atas aspal basah.

Sekitar pukul 08.30 WIB, strategi jadwal mulai diubah. Race Director memutuskan MotoGP menjadi prioritas pertama jika aktivitas trek bisa dimulai. Dalam jadwal normal, Moto3 digelar lebih dahulu, disusul Moto2 dan MotoGP. Kali ini urutannya dibalik demi memanfaatkan kesempatan sekecil apa pun untuk menyelamatkan balapan utama. Status Phillip Island sebagai tuan rumah Grand Prix Australia untuk terakhir kalinya membuat keputusan ini terasa semakin berat.

Namun, waktu terus berjalan tanpa kepastian. Pukul 10.00 WIB, Moto3 dan Moto2 akhirnya resmi dibatalkan. Bagi masyarakat Indonesia, kabar ini menjadi pukulan tersendiri karena Veda Ega Pratama baru saja merebut pole position Moto3 Australia. Sementara itu, pitlane MotoGP kembali ditunda hingga pukul 16.00 waktu setempat atau 12.00 WIB. Ini menjadi salah satu kesempatan terakhir untuk menggelar balapan dengan mempertimbangkan cuaca dan sisa waktu siang.

Pukul 11.35 WIB, keputusan final akhirnya keluar. Kondisi cuaca di Melbourne diperkirakan tidak akan membaik dalam waktu yang dibutuhkan. Artinya, helikopter medis tetap tidak bisa dipastikan beroperasi sesuai persyaratan. Phillip Island berjarak sekitar 140 km dari Melbourne, sedangkan perjalanan darat menuju rumah sakit membutuhkan waktu jauh lebih lama daripada batas yang diperbolehkan. Dalam situasi seperti ini, balapan tidak bisa dimulai tanpa dukungan evakuasi udara yang memenuhi regulasi keselamatan.

MotoGP Australia 2026 pun resmi dibatalkan. Bukan karena trek semata-mata terlalu basah, melainkan karena risiko keselamatan jika terjadi insiden yang membutuhkan penanganan medis darurat.

Buat penonton yang sejak pagi menunggu di tribun, keputusan ini mengakhiri harapan menyaksikan balapan terakhir di Phillip Island.

Buat tim dan pembalap, semua persiapan yang sudah dilakukan sejak akhir pekan berakhir tanpa kesempatan untuk bertarung pada Grand Prix hari Minggu.

Yang tersisa hanya sebuah perpisahan. Pukul 15.45 waktu setempat, para pembalap menjalani satu putaran di belakang safety car sebelum berhenti di lintasan utama untuk menyapa penonton. Marc Marquez ikut berkeliling dengan bendera Australia di motornya.

Tidak ada perebutan posisi.
Tidak ada podium.
Tidak ada poin.

Hanya salam perpisahan kepada sirkuit yang telah menjadi rumah Grand Prix Australia sejak 1997 dengan jeda pada beberapa musim.

Mulai 2027, Grand Prix Australia dijadwalkan pindah ke sirkuit jalanan baru di Adelaide. Phillip Island yang dikenal dengan tikungan cepat dan pemandangan pesisir Bass Strait seharusnya menutup masa baktinya lewat balapan terakhir, yang digadang-gadang sebagai The Final Roar. Hujan membuat rencana itu tak pernah terwujud. Pole position Marquez di MotoGP dan Veda di Moto3 tetap tercatat sebagai statistik kualifikasi, tetapi tidak ada kemenangan atau poin dari balapan yang tak pernah dimulai.

Bagi Veda, hasil kualifikasi itu tetap menjadi catatan penting dalam perjalanan kariernya. Namun, kesempatan mengubah pole position menjadi hasil balapan harus menunggu kesempatan berikutnya.

Phillip Island sendiri harus melepas statusnya sebagai tuan rumah Grand Prix Australia tanpa sebuah balapan penutup, setelah puluhan tahun menjadi salah satu sirkuit paling khas di kalender MotoGP.