Cadillac Formula 1 Team tidak main-main. Pada 28 Oktober 2026, mereka mengumumkan dua hal penting: perpanjangan kontrak multi-tahun Sergio “Checo” Perez hingga setidaknya 2029 dan perayaan 300 Grand Prix start di rumahnya sendiri, Mexico City. Sebuah pencapaian yang menempatkannya dalam kelompok elite pembalap Formula 1. Bukan angka kosong: 15 musim, enam kemenangan, 39 podium, dan comeback setelah setahun absen dari grid pada 2025.

Perjalanan Perez dimulai pada 2011 bersama Sauber. Podium pertamanya datang di Malaysia 2012, ketika kemampuan mengelola ban mulai menarik perhatian. Sempat menjalani musim sulit bersama McLaren pada 2013, ia kemudian menemukan tempat di Force India, tim yang berkembang menjadi Racing Point.

Bersama mereka, Perez mencatat kemenangan pertama tim tersebut. Kemenangan pertamanya sendiri baru datang pada start ke-190, di Sakhir 2020. Setelah terlibat insiden pada lap pertama dan terlempar ke belakang, ia bangkit, menyalip satu demi satu, hingga akhirnya meraih kemenangan. Ia menjadi pembalap Meksiko pertama yang menang di F1 dalam 50 tahun.

Setelah itu, Red Bull memanggil. Pada periode 2021–2024, Perez menambah lima kemenangan: Azerbaijan 2021, Monaco dan Singapura 2022, serta Arab Saudi dan Azerbaijan 2023. Ia juga memainkan peran penting dalam keberhasilan Red Bull mengunci gelar konstruktor pada 2022 dan 2023. Puncaknya, Perez finis sebagai runner-up dunia pada 2023. Lalu datang masa jeda. Setelah berpisah dengan Red Bull, ia tidak mendapatkan kursi pada 2025. Setahun kemudian, ia kembali melalui proyek baru bersama Cadillac, dengan Valtteri Bottas sebagai rekan setim.

Di sinilah pengalaman 300 start menjadi penting. Cadillac bukan tim mapan yang tinggal mengejar kemenangan, melainkan proyek yang harus membangun fondasi dari awal. Dengan pusat operasional di Silverstone, Indianapolis, dan Charlotte, mereka membutuhkan pengalaman untuk mengembangkan mobil sekaligus merapikan operasional tim. Cadillac menyebut umpan balik teknis dan kemampuan balap Perez turut mempercepat pengembangan chassis serta menyempurnakan operasi di lintasan. Karena itu, perpanjangan kontrak hingga 2029 menjadi langkah strategis untuk menjaga kontinuitas, bukan sekadar mempertahankan pembalap.

Perez sendiri menyebut keputusan tersebut sebagai kelanjutan alami dari proyek yang sudah ia percayai sejak hari pertama. “Building a Formula 1 team from the ground up takes time, relentless work and patience,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dan Towriss, Mark Reuss, TWG Motorsports, dan General Motors atas kesempatan untuk terus membangun tim bersama. Sementara itu, CEO Cadillac F1, Dan Towriss, menilai pengalaman dan kepemimpinan Perez memberikan stabilitas yang dibutuhkan tim untuk memasuki fase berikutnya. Targetnya bukan sekadar bertahan di grid, melainkan terus memperbaiki posisi dan menjadi lebih kompetitif.

Momentum pengumuman itu terasa semakin istimewa karena berlangsung menjelang Grand Prix Mexico City. Bagi Perez, tidak ada yang bisa menggantikan perasaan pulang ke rumah, bertemu keluarga, dan merasakan dukungan penggemar sendiri. Show run di Paseo de la Reforma menjadi pembuka perayaan, dengan ribuan penggemar memadati jalanan ibu kota Meksiko. Tiga ratus start, kontrak baru hingga 2029, dan sambutan publik di tanah kelahirannya menjadi satu rangkaian cerita. Bagi Cadillac, mereka baru saja mengamankan salah satu aset terpenting untuk membangun masa depan di Formula 1.