Nama NMAX sudah punya tempat tersendiri di dunia skutik.

Bodinya besar.
Posisi berkendara nyaman.
Punya aura sporty yang selama ini menjadi salah satu identitas keluarga MAX milik Yamaha.

Tapi, bagaimana kalau karakter tersebut dipindahkan ke sebuah skutik listrik? Bukan sekadar mengganti mesin bensin dengan motor listrik, Yamaha ternyata menyiapkan sesuatu yang cukup menarik lewat NMAX E.

Yamaha Motor Eropa resmi memperkenalkan NMAX E pada Senin (2/11/2026). Kehadirannya jadi anggota baru keluarga MAX yang selama ini diisi model bermesin konvensional. Motor ini sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik dan disiapkan untuk mobilitas perkotaan di Eropa.

Jangan buru-buru membayangkan skutik ini bakal menggantikan NMAX yang biasa kita temui di Indonesia. Yamaha memposisikannya sebagai kendaraan listrik setara 125 cc dalam kategori lisensi A1 di Eropa. Targetnya pengendara pemula maupun mereka yang sudah akrab dengan skutik Yamaha. Soal kemungkinan masuk Indonesia, belum ada informasi yang disampaikan.

Platform Baru, Bukan NMAX yang Sekadar Ganti Mesin

Dari sisi konstruksi, NMAX E menggunakan platform A1 EV yang benar-benar baru. Artinya, Yamaha tidak sekadar mengambil rangka skutik bermesin bensin lalu menyisipkan baterai dan motor listrik di dalamnya.

Jantung penggeraknya menggunakan unit eAxle kompak yang menggabungkan motor listrik Interior Permanent Magnet Synchronous Motor (IPMSM) berpendingin udara, Motor Control Unit (MCU), serta roda gigi reduksi primer. Motor listrik tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 7,5 kW pada 3.500 rpm dengan torsi puncak 33,3 Nm pada 500 rpm.

Tenaga langsung disalurkan ke roda belakang melalui belt drive yang diklaim lebih senyap dan efisien. Unit eAxle juga dipasang kaku ke rangka untuk menjaga pemusatan massa kendaraan.

Sumber energinya berasal dari baterai lithium-ion berkapasitas 3,5 kWh. Dalam kondisi baterai bersuhu 25 derajat Celsius, Yamaha mengklaim NMAX E mampu menempuh jarak hingga 104 km berdasarkan pengujian WMTC1.

Bentuk baterainya cukup menarik karena menyerupai huruf L. Posisinya berada di bawah bagian depan jok hingga area footboard. Penempatan ini membuat massa baterai tetap dekat dengan pengendara sekaligus membantu mempertahankan titik berat kendaraan agar tetap rendah.

Bukan cuma itu, Yamaha juga memberikan pelat logam di bagian bawah baterai untuk melindunginya dari benturan. Battery Management System bertugas memantau tegangan, arus, dan suhu, sementara konstruksinya menggunakan standar perlindungan setara IP67 terhadap debu dan air.

Tampang MAX, Kaki-Kaki Lebih Serius

Secara visual, NMAX E masih membawa DNA keluarga MAX. Lampu depan dan belakang mengusung desain minimalis dengan karakter mata ganda. Lampu sein dibuat ringkas, sementara motif boomerang di sisi bodi tetap dipertahankan sebagai salah satu identitas desainnya.

Namun, bagian belakang punya cerita berbeda. Karena tidak membutuhkan transmisi seperti skutik bermesin bakar, Yamaha bisa menggunakan konstruksi lengan ayun ganda. Komponen ini diklaim memiliki bobot sekitar sepertiga lebih ringan dibandingkan suspensi belakang skutik pada umumnya.

Rangkanya menggunakan desain backbone baru yang dikembangkan untuk mengakomodasi sistem penggerak listrik. Wheelbase tercatat 1.425 mm, dengan penempatan baterai dan motor penggerak di dalam cradle rangka. Distribusi bobot depan dan belakang pun dibuat mendekati 50:50.

Ground clearance minimum mencapai 135 mm. Cukup untuk menghadapi polisi tidur perkotaan sekaligus memberikan ruang ketika skutik diajak menikung dengan sudut kemiringan lebih besar.

Tinggi joknya 770 mm dengan desain bodi bagian tengah yang ramping, sehingga memudahkan pengendara menapak ke aspal ketika berhenti. Area jok dibuat cukup panjang agar pengendara bisa menyesuaikan posisi duduk, sementara footboard panjang memberikan keleluasaan posisi kaki.

Urusan kaki-kaki juga tidak dibuat asal-asalan. Suspensi depan menggunakan fork teleskopik dengan diameter tabung 33 mm. Di belakang terdapat sepasang shockbreaker yang ditempatkan tepat di bawah area pinggul pengendara untuk mendukung kenyamanan dan traksi roda belakang.

Velgnya berdiameter 13 inci dengan ban depan 110/70-13 dan belakang 130/70-13. Sistem pengereman mengandalkan cakram 245 mm di kedua roda dengan kaliper piston tunggal. Sudah dilengkapi ABS untuk membantu mencegah roda terkunci ketika pengereman mendadak, termasuk saat melewati permukaan jalan licin atau berpasir.

NMAX E juga memiliki regenerative braking yang menyesuaikan karakter pengereman dengan mode berkendara. Sensasinya dirancang menyerupai engine brake pada skutik bermesin bensin.

Bisa Mundur Tanpa Perlu Didorong

Nah, ini salah satu fitur yang cukup menarik perhatian. NMAX E punya kemampuan berjalan mundur atau reverse mode. Buat skutik berbodi besar, fitur seperti ini tentu berguna ketika harus keluar dari area parkir sempit atau menghadapi posisi parkir di tanjakan landai.

Pengoperasiannya juga tidak rumit. Pengendara cukup menekan tombol REVERSE di stang kiri bersamaan dengan tombol MODE di stang kanan. Setelah aktif, motor akan bergerak mundur dengan kecepatan di bawah langkah orang berjalan.

Menariknya, pengendara tidak perlu memutar gas. Kedua kaki tetap bisa menapak ke tanah selama skutik bergerak mundur. Jadi, tidak perlu lagi mengeluarkan tenaga ekstra untuk menarik bodi skutik besar keluar dari ruang parkir yang mepet.

Panel Digital dan Konektivitas

Area kokpit NMAX E mengandalkan layar TFT berukuran 5 inci dengan tampilan siang dan malam. Speedometer ditempatkan di bagian tengah, sementara sisi kiri menampilkan ikon status smartphone yang sudah terhubung.

Di sebelah kanan terdapat power visualizer yang memperlihatkan output daya baterai, sisa kapasitas, hingga status pengisian regeneratif. Ada indikator berbentuk jarum yang bergerak mengikuti akselerasi dan deselerasi, sehingga pengendara bisa melihat bagaimana tenaga listrik digunakan selama perjalanan.

Konektivitasnya menggunakan aplikasi Yamaha Motor On. Ada empat menu utama yang disediakan, yakni Home, Ride, Memories, dan Account. Melalui aplikasi tersebut, pengendara bisa mengakses informasi baterai, jadwal perawatan, lokasi parkir, hingga catatan perjalanan.

Navigasi turn-by-turn juga tersedia untuk membantu perjalanan harian maupun riding santai di akhir pekan.

Yamaha menyediakan tiga pilihan mode berkendara. Mode S menawarkan respons akselerasi paling cepat untuk karakter sporty. Mode T masih punya performa serupa, tetapi respons gas dibuat lebih halus. Sementara mode E mengurangi sedikit akselerasi dan kecepatan maksimum demi mengejar jarak tempuh lebih jauh.

Fitur lainnya mencakup Traction Control System untuk membatasi output motor ketika roda belakang terdeteksi selip. Ada pula Accelerator Position Sensor Grip (APSG) yang memberikan hambatan putaran handgrip secara progresif agar feedback ketika membuka gas terasa lebih natural.

Isi Daya Bisa dari Rumah atau Charging Station

Untuk pengisian daya, NMAX E dibekali onboard charger berkapasitas 800 W. Port pengisian ditempatkan di dalam laci depan, bersebelahan dengan soket USB Type-C.

Sistem pengisian mendukung charger publik AC Type 2 yang umum digunakan kendaraan listrik. Pengisian dari stopkontak rumah juga dimungkinkan melalui kabel khusus yang disediakan Yamaha.

Dengan sumber listrik 200 V dan suhu baterai 25 derajat Celsius, pengisian dari 0 hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar 5,5 jam. Charger-nya bahkan tidak menggunakan kipas pendingin, sehingga proses pengisian berlangsung lebih senyap.

Untuk kebutuhan praktis, tersedia bagasi di bawah jok yang diklaim mampu menampung helm full face, tergantung ukuran dan bentuk helm. Bagian dalamnya sudah dilengkapi lampu LED. Jok juga dibuat untuk mengakomodasi pembonceng, lengkap dengan pijakan kaki lipat dan grab bar yang menyatu dengan bodi.

Dua Warna dan Segudang Aksesori

Yamaha menawarkan NMAX E dalam dua pilihan warna, yaitu Avio Blue dan Platinum Silver. Avio Blue menjadi warna baru di keluarga MAX, dipadukan aksen boomerang perak glossy. Sementara Platinum Silver mengandalkan bodi perak dengan area sekitar lampu depan berwarna hitam glossy.

Buat yang ingin menyesuaikan tampilan maupun fungsi, Yamaha juga menyiapkan sejumlah aksesori resmi. Mulai dari tuas rem, apron, grip heater, hand muff, console bag, top case 34 liter, high screen, hingga soket USB-C.

NMAX E dijadwalkan mulai dijual pada musim semi 2027. Harga akan berbeda di setiap negara dan calon pembeli diminta menghubungi distributor Yamaha setempat.

Menariknya, peluncuran skutik ini juga dibarengi layanan YOU Charge. Yamaha menggandeng penyedia jaringan pengisian daya publik di Eropa untuk menawarkan sistem berlangganan dengan pilihan paket fleksibel dan tarif kompetitif. Pendaftarannya bisa dilakukan melalui dealer resmi Yamaha, dengan layanan yang mulai tersedia di pasar pertama pada awal 2027 sebelum diperluas ke pasar EV utama Eropa lainnya.