British Racing Green bukan sekadar pilihan warna. Sejak 1903, ketika tim balap Inggris menggunakan warna hijau untuk membedakan diri dari Prancis yang identik dengan biru, warna ini berkembang menjadi salah satu identitas paling kuat dalam sejarah otomotif Inggris. Kini, MINI membawa kembali karakter tersebut ke Cooper SE J01, generasi modern yang sepenuhnya bertenaga listrik.

Cooper SE J01 merupakan Battery Electric Vehicle (BEV) murni. Tidak ada mesin bensin, sistem hybrid, maupun range extender. Ini juga yang membedakannya dari MINI Cooper bermesin pembakaran internal berkode F66. J01 dikembangkan menggunakan platform khusus kendaraan listrik, bukan sekadar hasil konversi dari model bermesin konvensional.

Motor listrik ditempatkan di depan untuk menggerakkan roda depan, menghasilkan tenaga 218 hp (160 kW) dan torsi 330 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam tuntas dalam 6,7 detik, sedikit lebih lambat dari Cooper S bermesin bensin pada beberapa konfigurasi, tetapi menawarkan karakter penyaluran tenaga berbeda. Torsi maksimum tersedia sejak putaran awal, tanpa jeda turbo maupun perpindahan gigi. Respons pedal akselerator terasa spontan, meneruskan karakter go-kart yang selama ini menjadi bagian dari identitas MINI melalui pendekatan elektrifikasi.

Baterai NMC berkapasitas 54,2 kWh menjadi sumber tenaga utama. Berdasarkan standar WLTP, jarak tempuhnya mencapai 402 km untuk trim Classic dan 377 km pada Favoured dengan konfigurasi roda lebih besar. Pengisian cepat DC mendukung daya hingga 95 kW, dengan waktu pengisian 10–80 persen sekitar 30 menit. Dibandingkan Cooper SE generasi F56 yang memiliki jarak tempuh sekitar 270 km, peningkatan jangkauannya cukup signifikan.

Dari sisi desain, British Racing Green pada J01 memiliki karakter hijau gelap dengan kedalaman warna yang berubah mengikuti pencahayaan. Permukaannya terlihat hampir hitam dalam kondisi minim cahaya, kemudian memperlihatkan pantulan hijau ketika terkena sorotan lampu. Kombinasi atap dan spion putih memberikan kontras klasik, sementara JCW Trim menghadirkan bumper depan dan belakang dengan karakter lebih tegas.

Detail lain mencakup desain pelek aerodinamis, permukaan bodi yang lebih bersih, serta lampu belakang dengan pilihan grafis pencahayaan yang terinspirasi Union Jack. Pendekatan ini mempertahankan identitas MINI tanpa harus mengandalkan ornamen krom berlebihan atau elemen dekoratif yang tidak lagi relevan dengan karakter kendaraan listrik.

Dimensi kompak tetap menjadi salah satu modal utamanya. Baterai yang ditempatkan di bawah lantai membantu menurunkan pusat gravitasi, sementara wheelbase 2.526 mm dan konfigurasi sasis baru mendukung karakter pengendalian yang lebih stabil. Setir responsif, gerakan bodi yang terkendali, serta sistem pengereman yang terintegrasi dengan regenerative braking menjadi bagian dari pengalaman berkendara Cooper SE J01.

Pada J01, British Racing Green tidak berhenti sebagai pengingat masa lalu. Warna tersebut justru mempertemukan warisan desain MINI dengan konstruksi kendaraan listrik yang lebih modern. Siluetnya tetap mudah dikenali, tetapi teknologi dan cara mobil ini bergerak sudah memasuki babak berbeda.