Dominasi Toyota di pasar otomotif Indonesia masih sulit digoyang. Sepanjang 2025, merek asal Jepang ini mencatat pangsa pasar sekitar 31,2 persen, menjadikannya pemimpin pasar dengan jarak cukup jauh dari para rival.

Capaian tersebut ditopang oleh penjualan wholesales yang menembus lebih dari 250 ribu unit sepanjang tahun lalu. Angka ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk Toyota tetap kuat, bahkan di tengah dinamika pasar otomotif yang terus berubah.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menyebut angka tersebut menggambarkan posisi Toyota yang masih sangat dominan di Indonesia.

“Kalau dikonversi menjadi market share (pangsa pasar), masih di atas 30 persen, artinya satu dari tiga mobil di Indonesia pada 2025 masih Toyota,” ujar Ernando di sela-sela acara Media Iftar Gathering di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Tak hanya berjaya di pasar domestik, Indonesia juga memegang peran penting dalam rantai produksi global Toyota. Sejak memulai ekspor kendaraan pada 1987 hingga 2025, total unit yang dikirim ke berbagai negara telah mencapai sekitar 3,15 juta kendaraan.

Mobil-mobil produksi dalam negeri tersebut kini dipasarkan ke sekitar 100 negara di berbagai kawasan dunia. Hal ini mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu basis manufaktur strategis bagi Toyota.

Selain memperkuat produksi dan ekspor, perusahaan juga mulai mengarahkan fokus ke pengembangan kendaraan elektrifikasi. Strategi ini sejalan dengan tren industri otomotif global yang semakin mengarah pada teknologi ramah lingkungan.

Dukungan jaringan layanan purnajual yang luas juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga loyalitas pelanggan. Dengan ratusan outlet dan ribuan toko suku cadang di seluruh Indonesia, Toyota berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain paling kuat di industri otomotif nasional.