Balapan di GP Brasil jadi momen penting buat Honda Team Asia. Di tengah kondisi ekstrem Sirkuit Autódromo Internacional de Goiânia – Ayrton Senna, Mario Suryo Aji akhirnya sukses mengamankan poin pertamanya di musim ini setelah finis di posisi ke-13.

Sepanjang balapan, Mario sebenarnya tampil cukup menjanjikan. Rider asal Indonesia ini sempat menempel rombongan 10 besar di paruh awal lomba, menunjukkan pace yang solid di tengah suhu lintasan yang brutal. Namun memasuki fase akhir, manajemen ban jadi faktor krusial yang membuatnya sedikit kehilangan posisi.

Meski finis di P13 bukan hasil yang diincar setelah performa apik sepanjang akhir pekan, raihan ini tetap jadi sinyal positif. Setidaknya, Mario berhasil membuka keran poin dan memberi fondasi untuk hasil yang lebih baik di seri-seri berikutnya.

“Yang terpenting hari ini adalah menyelesaikan balapan dan membawa motor sampai garis finis. Saya mengalami sedikit kesulitan dengan cengkeraman ban sejak pertengahan balapan, dan kami masih tertinggal sekitar tiga persepuluh detik dari para pembalap terdepan. Perasaan mengendarai motornya tidak buruk, tapi kami tahu kami bisa meningkatkan performa baik dari sisi saya maupun dari sisi motor. Posisi ke-13 bukanlah hasil yang buruk, dan saya ingin memanfaatkan ini untuk membangun kepercayaan diri saya. Sekarang kami fokus pada perbaikan dan kembali lebih kuat minggu depan,” ujar Mario.

Di sisi lain, rookie asal Jepang Taiyo Furusato tampil tak kalah kompetitif dan sempat berada di sekitar posisi ke-16, bersaing ketat di grup perebutan poin. Sayangnya, kesalahan kecil membuat posisinya melorot sebelum akhirnya terjatuh di sisa beberapa lap terakhir.

Walau gagal finis, performa Furusato tetap menunjukkan progres yang menjanjikan. Mengingat ini baru balapan keduanya di kelas Moto2, pengalaman yang didapat jelas jadi bekal penting untuk berkembang lebih jauh.

“Secara keseluruhan, perasaan selama balapan tidak buruk. Saya bisa tetap bersaing di posisi-posisi yang berhak mendapat poin dan berjuang bersama rombongan, yang merupakan hal positif bagi saya. Selangkah demi selangkah, saya mulai lebih memahami motor dan dinamika balapan di Moto2. Tentu saja, saya membuat kesalahan dan kemudian terjatuh, sehingga tidak bisa menyelesaikan balapan. Itu adalah hal yang harus saya pelajari. Itu bagian dari proses sebagai pembalap pemula, dan sekarang fokusnya adalah mengambil pengalaman ini, memperbaiki diri, dan kembali lebih kuat di balapan berikutnya,” tutur Furusato.

Tim kini langsung mengalihkan fokus ke seri berikutnya di Circuit of the Americas, Amerika Serikat. Harapannya, momentum yang mulai terbentuk ini bisa diterjemahkan jadi hasil yang lebih maksimal.

“Balapan ini berlangsung sangat panas dan panjang, dan kedua pembalap berjuang keras dalam kondisi seperti ini. Mereka tampil konsisten dan sama-sama memiliki peluang untuk memperebutkan poin selama balapan. Sayangnya, Taiyo terjatuh menjelang akhir balapan saat ia masih berjuang untuk meraih poin, tetapi hal positifnya adalah ia baik-baik saja,” ujar Hiroshi Aoyama, Honda Team Asia Manager

“Di sisi Mario, dia telah memberikan yang terbaik hari ini dan finis di posisi ke-13. Mengingat kecepatannya sepanjang akhir pekan, kami mengharapkan hasil yang sedikit lebih baik, jadi tentu saja kami belum sepenuhnya puas. Namun, kini kami menerima poin ini, belajar dari balapan ini, dan fokus pada balapan berikutnya di Amerika Serikat,” pungkas Aoyama.