Debut Arai Agaska di ajang World Sportbike langsung disambut ujian berat. Di seri perdana yang berlangsung di Portimao, Portugal, akhir Maret lalu, pembalap berusia 18 tahun ini finis ke-20 di Race 1 dan ke-23 di Race 2.

Buat Arai, tantangannya jadi berlapis. Selain adaptasi sirkuit, dia juga masih dalam proses memahami karakter Yamaha R7. Saat race berlangsung, ban belakang motornya kerap spin yang bikin banyak waktu terbuang sia-sia di lintasan.

“Saya banyak belajar dari hasil balapan di Portimao, khususnya mengenal lebih dalam Yamaha R7 buat balapan. Butuh latihan lagi yang akan saya jalani di Misano, sekaligus memperkuat fisik,” kata Arai.

Hasil putaran pembuka memang tidak menghasilkan poin buat Arai. Saat ini, rider muda asal Nusa Tenggara Barat tersebut menempati posisi 26 klasemen sementara. Tapi kalender musim ini masih menyisakan tujuh seri, dan itu banyak peluang buat comeback.

Di sisi tim, pihak PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tak tinggal diam. Evaluasi menyeluruh sudah dilakukan, dan program latihan tambahan di Eropa langsung disiapkan. Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT YIMM bilang langkah ini memang bagian dari proses yang sudah diantisipasi sejak awal.

“Kami sudah melakukan sejumlah evaluasi yang bermanfaat untuk perbaikan pada seri-seri berikutnya. Tambahan latihan di Eropa juga disiapkan guna memperbaiki performa. Kami harapkan pembenahan itu akan terlihat hasilnya pada lanjutan round mendatang,” ujar Wahyu.

Debut yang berat, tapi tim dan pembalapnya sama-sama tahu apa yang harus dikerjakan. Seri berikutnya jadi tolok ukur pertama seberapa cepat Arai bisa belajar dan beradaptasi di level dunia.