Setelah menyapa Kuningan di Jawa Barat akhir Juli lalu, giliran Sumatera Selatan yang kebagian jatah MAXi Yamaha Day 2026. Kali ini lokasinya agak beda dari biasanya, bukan Palembang yang jadi ibu kota provinsi, melainkan Prabumulih, kota kecil yang baru pertama kali dipercaya jadi tuan rumah gelaran ini pada 8 Agustus 2026 kemarin.

Lebih dari 500 bikers pengguna MAXi Yamaha datang dari berbagai kota di Sumsel dan sekitarnya. Bukan cuma dari Palembang, rombongan dari Bengkulu pun ikut menyeberang jarak jauh buat gabung di acara ini. Sebelum sampai lokasi utama, peserta dari Palembang menempuh touring ratusan kilometer, jadi bukan sekadar hadir lalu pulang, tapi benar-benar dibikin jadi perjalanan bareng.

Joseph Kurniawan Agieta Purba, Chief Yamaha Area Territory 6 yang membawahi Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Bangka, menyebut Sumsel punya dua modal sekaligus buat digarap serius. Tren pertumbuhan konsumen MAXi di wilayah ini terus bergerak positif, sementara basis komunitasnya sendiri sudah terbentuk kuat dan solid. Menurutnya acara ini nggak cuma soal touring dan gathering biasa, tapi jadi cara Yamaha menunjukkan apresiasi lewat semangat yang mereka sebut “More Than Ride”, mendorong rasa bangga pengguna buat terus memilih MAXi sebagai kendaraan andalan sehari-hari.

Line-up yang dipajang di lokasi juga jadi representasi lengkap segmen MAXi Yamaha saat ini, mulai dari NMAX “TURBO”, AEROX ALPHA, LEXi, sampai XMAX. Kehadiran keempat model ini sekaligus menegaskan bahwa yang dirayakan bukan cuma satu motor andalan, tapi keseluruhan ekosistem MAXi scooter Yamaha yang makin variatif dari segi harga dan segmen pemakainya.

Pemkot Prabumulih pun turun tangan langsung. Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, hadir menyambut ratusan bikers sekaligus ikut riding bareng dalam sesi rolling city. Buat pemerintah daerah, momentum ini rupanya dilihat sebagai kesempatan memperkenalkan Prabumulih ke peserta dari berbagai daerah, sambil sekaligus mempererat komunitas otomotif setempat.

Bagian yang bikin acara ini beda dari MAXi Yamaha Day di kota-kota lain ada di sesi budayanya. Tari Gending Sriwijaya ditampilkan sebagai bagian dari rangkaian acara, tarian yang jadi simbol kebanggaan sejarah kejayaan Kerajaan Sriwijaya di masa lalu. Pemilihan elemen budaya lokal semacam ini menunjukkan pendekatan yang lebih personal dari Yamaha.

Rangkaian acara lain juga tak kalah padat, mulai dari MAXi Yamaha exhibition, games and quiz, bazaar kuliner, sampai service and apparel corner. Ada juga seremoni potong tumpeng yang dilakukan oleh 11 perwakilan komunitas MAXi dari Sumsel dan Bengkulu, jadi simbol keterlibatan komunitas bukan cuma sebagai penonton tapi bagian dari acara itu sendiri.

Kompetisi MAXi Modification turut memeriahkan hari itu, menampilkan karya-karya modifikator lokal dengan gaya yang disebut panitia sebagai out of the box. Acara ditutup dengan penampilan musik dari artis lokal serta pembagian hadiah untuk pengunjung.

Rahman, salah satu peserta asal Palembang, mengaku bangga kotanya bisa jadi bagian dari perhelatan MAXi Yamaha Day tahun ini. Ia menyoroti antusiasme warga yang menurutnya makin terasa berkat kehadiran rombongan touring dari Palembang dan Bengkulu, ditambah sajian Tari Gending Sriwijaya yang menurutnya memberi identitas khas dibanding kota-kota lain yang pernah jadi lokasi acara serupa.