Klaten bukan cuma jadi tempat perebutan poin pada Kejuaraan Internasional dan Kejuaraan Nasional Motocross 2026 Round 6. Di Sirkuit Bokong Semar, Jawa Tengah, Ducati justru mendapat panggung untuk menunjukkan satu hal yang lebih menarik dari sekadar jumlah podium.
Empat Ducati Desmo450 MX yang turun bersama tiga tim berbeda berhasil masuk enam besar klasemen akhir MX1 Internasional. Diva Ismayana dan Hilman Maksum membela Ducati MX Team Indonesia, M Zidane turun bersama No Limit Racing Team, sementara Witsarut Salangam memperkuat Montana MX Team.
Hasil itu datang setelah empat pembalap Ducati tampil kompetitif sejak sesi awal. Pada time practice Sabtu (22/8/2026), Diva menjadi pembalap tercepat. Sementara M Zidane kemudian memenangi qualifying race sebelum persaingan berlanjut ke dua race utama pada Minggu (23/8/2026).
Di Race 1, Zidane langsung mengambil posisi terdepan setelah gate start dibuka. Lewis Stewart dari Australia membuntuti, sementara Diva dan Witsarut terlibat duel untuk posisi ketiga.

Zidane sempat terlihat nyaman memimpin dan mulai menjauh dari Stewart. Situasi berubah menjelang akhir balapan ketika pembalap No Limit Racing Team itu melakukan kesalahan dan terjatuh.
Stewart kemudian mengambil alih posisi pertama. Zidane masih bisa melanjutkan balapan dan finis kedua. Diva menyusul di posisi ketiga, Witsarut keempat, sedangkan Hilman yang memulai balapan dari posisi kesembilan mampu memperbaiki posisinya hingga finis kedelapan.
Race 2 kembali memperlihatkan empat Desmo450 MX berada di area persaingan depan. Zidane mengamankan holeshot, dengan Diva, Stewart dan Witsarut berada di belakangnya.

Hilman harus menghadapi situasi berbeda. Ia terlibat insiden di tikungan pertama setelah sejumlah pembalap masuk secara bersamaan dan membuatnya keluar lintasan.
Drama kemudian kembali menghampiri Zidane. Saat bertarung dengan Stewart, keduanya mengalami kontak ketika melompat. Zidane jatuh saat mendarat dan motor mengalami kerusakan cukup berat.
Motor Zidane harus masuk pit lane untuk diperbaiki mekanik. Setelah kembali ke lintasan dari posisi paling belakang, ia masih mampu mengejar dan menyelesaikan Race 2 di posisi ketujuh.

Di depan, Witsarut mengambil keuntungan dari situasi tersebut. Pembalap Thailand itu menemukan ritme balap dan mulai membuka jarak dari Diva. Witsarut akhirnya finis kedua, disusul Diva di posisi ketiga. Hilman juga terus naik dari kelompok belakang dan menutup race di posisi keenam.
Kalau hasil kedua race digabung, empat Desmo450 MX akhirnya mengisi empat posisi di enam besar MX1 Internasional. Witsarut berada di posisi kedua dengan 40 poin, jumlah yang sama dengan Diva di posisi ketiga. Zidane menempati posisi keempat dengan 36 poin, sedangkan Hilman berada di posisi keenam dengan 28 poin.
Menariknya, keempat hasil tersebut tidak datang dari satu tim saja. Ducati MX Team Indonesia menyumbang Diva dan Hilman, No Limit Racing Team membawa Zidane, sedangkan Montana MX Team menjadi tempat Witsarut berkompetisi.
“Empat Ducati Desmo450 MX dari tiga tim berbeda mampu berada di enam besar kelas MX1 Internasional, bahkan bersaing langsung di barisan depan sepanjang race,” kata Jimmy Budhijanto, Team Principal dan Owner Ducati MX Team Indonesia.
Menurut Jimmy, hasil tersebut bukan cuma soal posisi akhir. Ia melihat kecepatan para pembalap Ducati dalam menghadapi persaingan internasional menjadi bagian penting dari hasil di Klaten.
“Diva, Hilman, Zidane, dan Witsarut menunjukkan karakter serta fighting spirit yang luar biasa. Bagi kami, ini menjadi bukti bahwa Ducati Desmo450 MX semakin kompetitif dan memiliki kemampuan untuk bersaing di level internasional,” ujarnya.

Diva sendiri mengakui persaingan MX1 Internasional di Klaten berlangsung ketat. Finis ketiga pada Race 1 dan Race 2 menjadi hasil positif buatnya, meski pembalap Ducati MX Team Indonesia itu masih merasa ada bagian dari gaya balapnya yang perlu diperbaiki.
“Saya kurang puas dengan riding style saya hari ini. Hasil ini saya jadikan motivasi untuk terus berkembang dan memberikan hasil yang lebih baik di balapan berikutnya,” ujar Diva.
Hilman juga harus melewati balapan yang tidak sederhana, terutama setelah insiden di awal Race 2. Dari posisi belakang, ia memilih tetap fokus mengejar ritme pembalap di depannya sampai akhirnya finis keenam.
“Hasil hari ini belum maksimal, tetapi saya melihat ini sebagai tantangan sekaligus kesempatan untuk terus berkembang,” kata Hilman.
Sementara itu, Zidane sebenarnya punya peluang untuk membawa pulang hasil lebih besar. Ia sempat memimpin Race 1 dan Race 2, tetapi dua balapan tersebut justru berakhir dengan drama berbeda.
“Di Race 1 saya membuat kesalahan dan di Race 2 terjadi insiden yang membuat motor harus masuk pit. Saya tetap mencoba kembali ke track dan mengejar sampai lap terakhir,” kata Zidane.
Meski begitu, ada satu hal yang menurutnya tetap bisa dibawa pulang dari Klaten.
“Kami sudah menunjukkan bahwa Ducati bisa bertarung untuk kemenangan di kelas internasional,” ujarnya.
Witsarut menjadi pembalap Ducati dengan hasil keseluruhan terbaik di kelas MX1 Internasional. Setelah finis keempat di Race 1, pembalap Montana MX Team itu naik satu posisi pada Race 2 dan akhirnya mengamankan posisi kedua secara keseluruhan.
“Persaingan di kelas MX1 Internasional sangat kuat, dan bertarung bersama tiga pembalap Ducati lainnya membuat balapan semakin menarik,” ujar Witsarut.
Di kelas MX1 Nasional, dominasi Ducati bahkan lebih jelas. Tiga pembalapnya menguasai seluruh podium setelah akumulasi dua race. Diva menjadi juara dengan 47 poin, Zidane di posisi kedua dengan 43 poin, sedangkan Hilman finis ketiga dengan 36 poin.

Dengan demikian, akhir pekan Ducati di Klaten punya dua cerita sekaligus. Di level nasional, tiga Desmo450 MX mengisi seluruh podium. Di level internasional, empat motor dari tiga tim berbeda mampu menembus enam besar. ![]()



