Marc Marquez menang lagi di MotorLand Aragon, Minggu (20/8/2026). Hasil itu jadi yang kedelapan buat rider Ducati Lenovo Team ini di sirkuit yang sama, angka yang bikin julukan “MarquezLand” makin susah dibantah. Tapi kalau melihat proses balapannya, kemenangan ini tak datang semudah kelihatannya di papan hasil.
Start GP Aragon berjalan riskan buat Marquez. Begitu lampu start padam, ia langsung menyerang Marco Bezzecchi yang mulai balapan dari pole position, masuk tikungan pertama dengan pengereman telat khas dirinya. Sayangnya ada yang terlewat, perangkat ride height belakang motornya belum dinonaktifkan. Motor jadi melebar keluar jalur ideal menjelang tikungan tiga, dan dua Aprilia pabrikan, Bezzecchi serta Jorge Martin, langsung memanfaatkan celah itu buat menyalip.

Marquez sempat turun ke posisi tiga di lap pembuka. Ia tak butuh waktu lama buat merespons, langsung menyerang balik Martin dengan manuver agresif di tikungan 15 dan merebut kembali posisi dua. Pergerakan itu sekaligus membuka jalan buat Pedro Acosta menyodok maju dan menggeser Martin ke posisi lebih belakang.
Tiga lap berikutnya jadi ajang duel antara Marquez dan Bezzecchi di depan, dengan selisih waktu yang menipis pelan-pelan. Barulah di lap enam Marquez melancarkan serangan, keduanya sempat berdampingan di sepanjang trek lurus belakang sebelum Bezzecchi akhirnya melepas posisi terdepan di zona pengereman. Momen itu juga dimanfaatkan Acosta yang menyalip dari luar dan merebut posisi dua dari tangan Bezzecchi.
Sejak itu posisi tiga besar relatif aman. Marquez mulai menjauh dari Acosta sekitar lap 13, kali ini dengan catatan waktu konsisten di kisaran 1 menit 46 detik, sesuatu yang tak mampu diimbangi Acosta maupun Bezzecchi meski keduanya sempat mencatat waktu personal terbaik. Marquez akhirnya finis dengan waktu total 41 menit 10,969 detik, unggul 1,754 detik atas Acosta di posisi dua, sementara Bezzecchi melengkapi podium dengan selisih 3,629 detik, hasil yang cukup baik mengingat ia masih menahan sakit dari cedera di Sachsenring beberapa seri lalu.
Di belakang podium, Alex Marquez finis keempat, disusul Jorge Martin di posisi lima yang setidaknya berhasil membatasi kerugian poin usai insiden awal balapan. Fermin Aldeguer, yang baru kembali usai cedera punggung di Assen, finis keenam, diikuti Fabio Di Giannantonio di posisi tujuh. Perebutan posisi delapan antara Enea Bastianini dan Diogo Moreira berlangsung ketat sampai lap terakhir, dengan Bastianini akhirnya menang tipis, sementara Brad Binder menutup sepuluh besar setelah menyalip Jack Miller di ujung balapan.
Bukan akhir pekan yang mulus buat semua orang. Francesco Bagnaia harus mengakhiri balapan lebih awal setelah terjatuh di lap enam saat berada di posisi tujuh, disusul Franco Morbidelli yang juga tumbang tak lama setelahnya. Toprak Razgatlioglu ikut jatuh dari posisi 15 saat balapan menyisakan tiga lap, sementara Raul Fernandez harus menepi lebih dulu karena masalah teknis di motornya.

Bagnaia sendiri mengaku startnya cukup baik, tapi ia kesulitan mengikuti ritme rider di depannya, terutama soal akselerasi. “Saya tak punya grip dan setelah lima lap saya sudah mengubah engine map buat menjaga ban. Saya cuma coba menjaga pace tapi akhirnya terjatuh di titik yang sama dengan yang sudah memberi peringatan di lap sebelumnya. Bagian belakang motor keluar jalur dan saat saya coba kendalikan, bagian depan malah hilang traksi. Sayangnya kalau saya coba push, risikonya jatuh,” ujar Bagnaia.
Kemenangan ini membawa Marquez naik ke posisi dua klasemen dengan 237 poin, memangkas jarak ke Jorge Martin yang masih memimpin jadi tinggal 19 poin. Bezzecchi tertinggal 24 poin dari rekan setimnya di Aprilia itu. Sementara dengan absennya dua rider Trackhouse akhir pekan ini, Di Giannantonio justru naik ke posisi empat klasemen dengan defisit 48 poin dari puncak. Bagnaia sendiri masih tertahan di posisi delapan, tertinggal 94 poin dari Marquez yang notabene rekan satu timnya.
Di level tim, Ducati Lenovo Team ada di posisi tiga klasemen tim dengan 380 poin, sementara Ducati sebagai pabrikan naik ke posisi dua klasemen konstruktor dengan 375 poin.
General Manager Ducati Corse, Luigi Dall’Igna, menyebut performa Marquez akhir pekan ini sekali lagi menunjukkan kelasnya. “Marc benar-benar hebat lagi hari ini. Start-nya sempurna dan ia menukik bagus di tikungan satu, tapi harus membayar mahal karena belum menonaktifkan perangkat ride height belakang. Setelahnya ia menjalani balapannya sendiri, menunjukkan tipe juara seperti apa dirinya. Meski di posisi dua klasemen, ini masih akan berat, akan ada sirkuit yang menguntungkan dan yang tidak, dan seperti biasa hasil kejuaraan akan ditentukan di setiap balapan. Tapi kami sedang bekerja sangat baik dan hasilnya terlihat, jadi saya senang. Sayang buat Pecco yang sebenarnya menjalani balapan lumayan, kami masih perlu terus bekerja sama membenahi situasi ini,” kata Dall’Igna.

Marquez sendiri mengaku targetnya sejak awal akhir pekan adalah mendekati raihan 37 poin maksimal dari sprint dan race, dan itu tercapai. “Saya sangat senang dengan double victory ini. Saya memang bilang targetnya mendekati 37 poin dan sepertinya kami berhasil. Strategi sama seperti kemarin, tapi saya terlalu fokus di tikungan satu saat start sampai lupa menonaktifkan rear height device. Dengan kesalahan itu, target baru saya cuma nggak jatuh setelah tikungan satu, baru setelah itu kembali menjalani balapan saya sendiri. Saya coba jaga keausan ban sebaik mungkin sebelum mulai push dari lap sepuluh dan menjauh, dan hasilnya bagus,” ujar Marquez. ![]()
