Sirkuit Korat Motocross di Nakhon Ratchasima jadi saksi dua cerita yang jauh berbeda buat Ducati MX Team Indonesia di putaran kesembilan FMSCT Thailand Motocross 2026.
M. Zidane sempat menempel ketat di barisan tiga besar sebelum akhirnya kehilangan posisi di menit-menit akhir, sementara Diva Ismayana harus mengandalkan mental baja untuk menuntaskan balapan meski Ducati Desmo450 MX yang ditungganginya bermasalah di suspensi belakang sejak awal.

Round 9 yang digelar Minggu (30/8/2026) ini bukan seri yang mudah. Persaingan di kelas ini sedang ketat-ketatnya musim ini. Sesi kualifikasi jadi indikator awal soal seberapa kompetitif kedua rider Ducati. Zidane start dari posisi ketiga, Diva menyusul di posisi keempat, modal yang cukup menjanjikan sebelum gate start diturunkan untuk race utama.
Begitu gate terbuka, keduanya langsung terseret ke dalam kerumunan rider terdepan. Start yang bagus bikin posisi kompetitif mereka di awal balapan relatif terjaga, tapi jalannya lomba berubah cepat begitu roda mulai berputar lebih dari satu lap.

Diva yang lebih dulu merasakan masalah. Suspensi belakang Desmo450 MX-nya tidak dalam kondisi ideal, sesuatu yang langsung terasa begitu motor dipacu di karakter lintasan KMC yang menuntut kestabilan tinggi. Pembalap asal Bali itu jadi harus kerja dua kali lebih keras dibanding rider lain hanya untuk menjaga motor tetap terkendali.
“Sejak awal saya merasakan ada masalah di bagian suspensi belakang, jadi motor terasa berbeda dan saya harus lebih berhati-hati sekaligus mencari cara untuk tetap bisa mengontrol tunggangan di sepanjang race. Kondisi ini cukup menguras tenaga karena saya harus bekerja lebih keras, terutama di bagian-bagian lintasan yang membutuhkan stabilitas motor,” ungkap Diva Ismayana.
Bukannya menyerah, Diva memilih terus menekan sampai lap terakhir. Ia menyelesaikan balapan di posisi kesembilan dan membawa pulang 7 poin buat klasemen. “Tapi saya tidak mau menyerah dan terus push sampai lap terakhir. Finis di posisi kesembilan memang bukan hasil yang saya targetkan, tetapi saya tetap bersyukur bisa menyelesaikan race dan mendapatkan 7 poin untuk championship. Sekarang kami akan fokus mengevaluasi masalah ini dan kembali lebih kuat di seri berikutnya,” lanjut Diva.

Di bagian lain lintasan, M. Zidane justru tampil dalam versi terbaiknya sepanjang balapan. Rider asal Blitar yang baru bergabung dengan Ducati MX Team Indonesia sejak awal musim ini terlibat duel langsung dengan Kirk Gibbs, veteran asal Australia yang punya rekam jejak sebagai juara nasional MX1 negaranya dan tampil dominan di Round 9 kali ini. Di posisi kedua ada Jiraj Wannalak, rider tuan rumah yang musim lalu jadi rider Thailand pertama yang menyabet gelar juara nasional Premier MX-1 sekaligus double champion di kelas MX2 Pro, prestasi yang bahkan membawanya masuk program factory Honda HRC Asia.
Zidane sendiri bukan orang baru soal menekan Wannalak. Di Round 4 musim ini ia sempat mengalahkan rider Thailand tersebut dan finis P2 di belakang Gibbs, jadi duel ulang di Korat ini bukan tanpa sejarah.

Selama sebagian besar race, Zidane mampu bertahan di posisi ketiga. Tapi tekanan dari rider lokal Thailand, Kritsada, terus datang bergelombang. Memasuki 10 menit terakhir, tekanan itu makin sulit dibendung, dan Zidane akhirnya harus melepas posisi ketiganya.
“Balapan hari ini benar-benar menguras tenaga. Saya sempat bertahan di posisi ketiga dan mencoba menjaga jarak dengan pembalap di belakang, tetapi di 10 menit terakhir tekanan semakin besar,” kata M Zidane. “Di saat yang sama, tangan saya mulai keram sehingga kontrol motor sedikit terganggu dan saya tidak bisa push seperti sebelumnya. Saya akhirnya kehilangan posisi ketiga, tetapi saya tetap fight sampai lap terakhir untuk mengamankan posisi keempat.”

Meski kehilangan podium, Zidane tetap menjaga ritme dan mempertahankan posisinya di barisan depan sampai bendera finis dikibarkan. Ia menutup race di posisi keempat dengan tambahan 13 poin. “Hasil ini belum sesuai target saya, tapi 13 poin ini tetap penting untuk championship dan menjadi motivasi untuk seri berikutnya,” tutupnya.
Team Manager Ducati MX Team Indonesia, Johny Pranata, tidak menutupi bahwa hasil Round 9 belum sesuai harapan tim. “Di atas kertas, hasil Round 9 memang belum sesuai target kami. M Zidane punya kecepatan untuk podium, tetapi kondisi fisiknya di akhir race membuat dia harus kehilangan posisi. Diva juga menghadapi masalah teknis pada suspensi belakang yang jelas mempengaruhi performanya. Namun inilah balapan, ketika situasi tidak ideal, pembalap harus tetap fight sampai finis. Sekarang tugas kami adalah memperbaiki apa yang kurang dan memastikan Ducati Desmo450 MX kembali bertarung di depan pada seri berikutnya,” ujarnya.
Dengan tambahan poin dari Korat, M Zidane kini duduk di posisi keenam klasemen pembalap dengan total 74 poin. Diva Ismayana mengoleksi 50 poin dan berada di posisi kesepuluh klasemen. ![]()
