Misano seharusnya menjadi panggung yang menyenangkan bagi Aprilia Racing. Marco Bezzecchi memulai balapan dari pole position, Jorge Martín berada di posisi kelima, dan dua RS-GP26 datang dengan modal performa yang cukup untuk bersaing di depan. Namun, MotoGP tidak pernah mengenal rencana yang terlalu rapi. Pada akhirnya, satu pembalap sempat memimpin balapan, satu lagi bahkan tidak sempat menyelesaikan lap pertama, dan Aprilia menutup Minggu di Misano dengan cerita yang jauh lebih rumit daripada sekadar hasil finis.
Bezzecchi mengawali balapan dengan cara yang diharapkan dari seorang pemilik pole position. Start-nya berjalan baik dan ia mampu mempertahankan posisi terdepan pada fase awal. Masalahnya, Misano rupanya memiliki agenda sendiri. Pada lap pertama, sebelum pengereman menuju Turn 13, Bezzecchi melewati sebuah bump kecil. Saat mencoba memasukkan motor ke tikungan, bagian depan RS-GP26 kehilangan grip. Balapan pun berakhir sebelum ceritanya sempat berkembang.

Bagi Jorge Martín, situasinya berbeda. Start dari posisi kelima, ia langsung naik dua posisi dan kemudian mengambil alih pimpinan balapan pada lap ketujuh. Pace Martín menunjukkan bahwa RS-GP26 memang memiliki kecepatan untuk berada di depan. Sayangnya, tubuh pembalap ternyata tidak selalu membaca situasi seoptimistis data telemetri.
Seiring balapan berlangsung, Martín mulai mengalami masalah pada lengan kanannya. Kekuatan pada lengan bawah semakin berkurang sehingga pengereman dan kontrol motor tidak lagi berjalan seperti yang diinginkannya. Aprilia menduga masalah tersebut berkaitan dengan compartment syndrome, kondisi yang di dunia balap dikenal sebagai arm pump. RS-GP26 masih bekerja, tetapi alat pengendalinya mulai kehilangan tenaga.
“Saya senang dengan speed yang saya miliki dan dengan bagaimana saya mengelola balapan selama saya masih mampu melakukannya. Saya memulai dengan kuat dan merasa nyaman di atas motor. Sayangnya, lengan saya kemudian mulai bermasalah. Saya merasa tidak bisa melakukan pengereman dengan baik dan tidak bisa se-fluid yang saya inginkan. Seiring berjalannya lap, kekuatan di lengan bawah saya semakin berkurang dan pada akhirnya saya tidak lagi mampu mengendalikan motor,” ujar Jorge Martín.
Martín akhirnya finis kelima. Marco Bezzecchi, sementara itu, harus menerima kenyataan bahwa sebuah bump kecil bisa memiliki pengaruh jauh lebih besar daripada ukuran fisiknya. Dua pembalap utama Aprilia sama-sama memiliki alasan berbeda untuk tidak membawa pulang hasil maksimal dari Misano, meski keduanya sempat menunjukkan potensi kuat sepanjang akhir pekan.
“Saya mengenai bump kecil sebelum melakukan pengereman di antara Turn 12 dan 13, sehingga saya tidak dapat menutup trajectory dengan sempurna. Ketika saya mencoba membawa motor masuk ke tikungan, bagian depan motor kemudian kehilangan grip dan menutup,” kata Marco Bezzecchi.
Setidaknya Aprilia tidak sepenuhnya meninggalkan Misano dengan tangan kosong. Raul Fernández dari Trackhouse MotoGP Team finis keenam, menempatkan satu lagi RS-GP26 di enam besar. Hasil tersebut menjadi gambaran bahwa performa paket Aprilia tetap kompetitif, sementara perhatian tim kini beralih ke Austria dan evaluasi masalah lengan Martín. “Jelas ini bukan hari Minggu yang kami impikan, terutama dengan Marco yang start dari pole position dan fakta bahwa ia menunjukkan pace yang sangat kompetitif dengan ban medium,” ujar Massimo Rivola. Untuk Aprilia, Misano akhirnya menjadi akhir pekan ketika satu RS-GP26 sempat memimpin, satu lainnya tergelincir, dan keduanya membawa pulang cerita masing-masing. ![]()


