AION UT kembali mendapat pengakuan di kancah internasional. Kali ini, city car listrik dari GAC tersebut pulang membawa gelar Best Exterior Design City Car dalam ajang 2026 Torino Automotive Design Award (TADA), kompetisi desain yang digelar berdampingan dengan Turin Auto Show 2026 di Italia pertengahan September ini.

TADA sendiri bukan penghargaan otomotif biasa. Ajang bertajuk Piemonte Meets China ini digagas oleh China Design Center (CDC Milano) khusus untuk menilai desain mobil-mobil asal China yang dipasarkan di Eropa, dengan lima kategori mulai dari eksterior, interior, sampai integrasi teknologi human centric. AION UT bersaing di kategori city car dan berhasil menyingkirkan sejumlah nama lain untuk gelar desain eksterior terbaik.

Kemenangan ini praktis menegaskan hasil kerja tim desain GAC di Milan, bukan cuma sekadar showroom pajangan. Studio Advanced Design Milan yang berlokasi di kawasan Tortona itu dipimpin Stéphane Janin, desainer asal Prancis yang sebelumnya menghabiskan puluhan tahun berkarier di Renault, Alpine, hingga Infiniti sebelum bergabung dengan GAC pada 2022. Di tangan Janin dan timnya, AION UT digarap dengan filosofi mengurangi elemen dekoratif yang tidak perlu namun tetap menjaga karakter desain agar mobil ini terasa dekat dengan penggunanya sehari hari.

Momen ini turut dikomentari Andry Ciu, CEO GAC Indonesia. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap proses kreatif pengembangan AION UT. “Kami percaya bahwa desain kendaraan listrik tidak hanya mengenai bagaimana sebuah kendaraan terlihat, tetapi juga bagaimana desain tersebut dapat menghadirkan fungsi, kenyamanan, dan karakter yang relevan bagi penggunanya. Pencapaian ini menjadi bagian dari komitmen GAC untuk terus menghadirkan kendaraan listrik dengan pendekatan desain yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan manusia,” ujar Andry.

Sebelum mendapat pengakuan lewat TADA, desain AION UT sejatinya sudah lebih dulu diperkenalkan ke publik internasional lewat Milan Design Week 2025. Mobil ini kemudian kembali unjuk gigi di Turin Auto Show 2026, memperluas eksposurnya di kota yang punya sejarah panjang dalam dunia desain otomotif dunia.

Dari segi tampilan, AION UT mengandalkan proporsi bodi yang kompak namun seimbang, permukaan panel yang halus tanpa ornamen berlebihan, serta detail yang digarap teliti untuk menghasilkan kesan dinamis dan mudah dikenali. Wheelbase-nya tercatat 2.750 mm, angka yang cukup panjang untuk kelas city car dan berkontribusi pada ruang kabin yang terasa lega untuk mobil berdimensi kompak. Pendekatan yang sama diteruskan ke interior, di mana identitas eksterior diterjemahkan ke kabin tanpa mengorbankan kebutuhan penggunaan harian dan fleksibilitas ruang.

Soal jarak tempuh, AION UT diklaim sanggup menempuh hingga 500 km berdasarkan standar NEDC. Kombinasi desain, dimensi ringkas, kabin lega, dan jarak jelajah tersebut jadi modal GAC untuk memposisikan AION UT sebagai city car listrik yang tak cuma menarik secara visual tapi juga relevan untuk mobilitas harian, baik dalam kota maupun perjalanan yang lebih jauh.

Secara global, AION UT resmi meluncur di Milan pada Maret 2026 dan kini sudah dijual di sejumlah negara Eropa seperti Yunani, Polandia, Portugal, Spanyol, dan Inggris. Untuk memenuhi permintaan di benua biru, unit-unit AION UT dirakit di fasilitas Magna Steyr di Graz, Austria, pabrik yang juga memproduksi model-model Mercedes-Benz, BMW, hingga Jaguar.

Di Indonesia sendiri, AION UT bukan pemain baru. Mobil ini pertama kali diperkenalkan ke publik lewat GIIAS 2025 dan sempat menyabet gelar Most Inspiring Hatchback of The Year 2025 dari Indonesia Automotive Awards. Saat ini GAC Indonesia memasarkan AION UT dalam dua varian, Standard dibanderol Rp 345.000.000 dan Premium Rp 395.000.000, harga on the road Jakarta.

Dengan tambahan penghargaan Best Exterior Design City Car dari TADA 2026, daftar prestasi AION UT di kancah internasional kian panjang, melengkapi jejak yang sebelumnya sudah dibangun lewat Milan Design Week dan Turin Auto Show.