“I felt we couldn’t let this chance slip away.”
Kalimat ini diucapkan Akio Toyoda ketika menjelaskan dukungannya terhadap kesempatan Ryo Hirakawa bergabung dengan McLaren sebagai pembalap cadangan Formula 1 pada 2024. Bagi Akio, tawaran tersebut merupakan kesempatan yang tidak seharusnya dilewatkan oleh pembalap Toyota.

Akio memahami ambisi para pembalapnya untuk mengemudikan mobil tercepat dan bersaing di tingkat tertinggi. Ia mengatakan bisa merasakan keinginan itu, meskipun mereka tidak selalu menyampaikannya secara langsung. Ketika McLaren menawarkan posisi kepada Hirakawa, Akio mendukung langkah tersebut.

Dukungan itu datang dari dua peran Akio di dunia balap: sebagai pimpinan Toyota dan sebagai Morizo, identitas yang digunakannya ketika turun langsung sebagai pembalap. Dalam penjelasannya kepada Toyota Times, ia berbicara tentang Hirakawa sebagai sesama pembalap. Akio juga menyebut bahwa McLaren telah melakukan evaluasi sebelum memilih Hirakawa, dengan statusnya sebagai pemenang Le Mans menjadi salah satu pertimbangan.

Hirakawa menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut. Nasihat Akio kepadanya adalah agar tidak menyia-nyiakan kesempatan mengemudikan mobil yang bisa memberinya pengalaman dan perkembangan sebagai pembalap.

Lahir di Hiroshima pada 7 Maret 1994, Hirakawa memulai karier balap melalui karting pada usia 13 tahun. Pada 2012, ia meraih dua gelar sekaligus! Japanese Formula 3 Championship dan Porsche Carrera Cup Japan.

Namanya kemudian berkembang di kompetisi balap Jepang. Pada 2017, ia menjuarai kelas GT500 Super GT bersama Nick Cassidy. Gelar tersebut diraih ketika keduanya menjadi pasangan pembalap termuda yang menjuarai kategori itu.

Karier internasional Hirakawa mencapai puncak baru setelah bergabung dengan Toyota Gazoo Racing di World Endurance Championship (WEC). Ia mengemudikan Toyota GR010 Hybrid nomor 8 bersama Sébastien Buemi dan Brendon Hartley di kelas Hypercar.

Pada 2022, ketiganya memenangi 24 Hours of Le Mans sekaligus merebut gelar juara dunia pembalap WEC. Mereka mempertahankan gelar tersebut pada musim 2023. Kemenangan di Le Mans menjadi salah satu pencapaian terbesar Hirakawa dalam balap ketahanan.

Berbeda dari Formula 1 yang mengandalkan satu pembalap dalam satu mobil sepanjang balapan, WEC merupakan kompetisi ketahanan dengan beberapa pembalap bergantian mengemudikan mobil yang sama. Mereka harus menjaga konsistensi, mengelola ban dan bahan bakar, serta menyesuaikan strategi dengan kondisi balapan yang berlangsung berjam-jam.

McLaren menunjuk Hirakawa sebagai pembalap cadangan untuk musim 2024. Ia tetap menjalankan komitmennya bersama Toyota di WEC, sekaligus mengikuti program simulator dan pengembangan mobil McLaren. Pada Grand Prix Abu Dhabi 2024, ia mendapat kesempatan mengemudikan mobil Formula 1 dalam sesi latihan bebas pertama.

Pada 2025, Hirakawa bergabung dengan Alpine sebagai pembalap tes dan cadangan sebelum pindah ke Haas pada April tahun yang sama. Ia melanjutkan perannya sebagai pembalap cadangan Formula 1 sembari tetap membalap untuk Toyota di WEC.

Di Grand Prix Meksiko 2026, Hirakawa menjalani FP1 bersama Haas. Tim kemudian menunjuknya menggantikan Esteban Ocon untuk sisa akhir pekan balapan. Dengan keputusan tersebut, Hirakawa mendapat kesempatan untuk pertama kalinya tampil dalam balapan Grand Prix Formula 1.