Gelaran World Supersport musim 2026 sudah berakhir. Tapi Aldi Satya Mahendra belum mau pulang.

Pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia itu masih bertahan di Spanyol. Pada 22-23 Oktober dia kembali menggeber Yamaha R9 di Sirkuit Jerez.

Sirkuit yang sama menjadi lokasi seri penutup World Supersport 2026. Kali ini tidak ada poin yang diperebutkan.

Musim ini ditutup Aldi di peringkat 13 dengan koleksi 132 poin. Dia dua kali naik podium, yakni di Phillip Island Australia dan Misano Italia.

Podium Phillip Island tercatat sebagai podium pertama Indonesia di World Supersport. Aldi meraihnya dari start urutan ke-28 setelah motornya bermasalah di kualifikasi.

Dia juga dua kali masuk lima besar dan tujuh kali masuk sepuluh besar. Di putaran pamungkas Jerez dia finis ke-19 dan ke-17.

Rider asal Yogyakarta berusia 20 tahun itu melihat hasil musim ini dari sudut yang lebih luas. Bukan cuma soal cara menggeber motor.

“Hasil World Supersport 2026 mengajarkan banyak aspek yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan untuk performa di 2027. Bukan hanya teknik berkendara, juga faktor penting lainnya seperti mental dan ketenangan menghadapi berbagai kondisi yang terjadi saat race di sirkuit,” ungkap Aldi Satya Mahendra.

“Ada situasi yang terjadi di luar kontrol dan saya mempelajari bagaimana solusinya untuk pembenahan selanjutnya. Latihan di Jerez setelah musim ini selesai meneruskan momen selalu melangkah menuju development positif,” lanjutnya.

Dua musim di World Supersport membuat Aldi kenal baik karakter Yamaha R9. Yang masih asing adalah ban Michelin yang akan dipakai seluruh peserta mulai 2027.

Pirelli memegang peran pemasok tunggal di kejuaraan ini sejak 2004. Michelin datang dengan kontrak lima tahun sampai 2031.

“Saya latihan test ban Michelin pakai tipe soft, medium, hard. Sebelumnya belum pernah pakai ban Michelin di kejuaraan dunia yang saya ikuti,” kata Aldi.

“Jadi ini pengalaman baru buat saya dan harus adaptasi cepat untuk set up motor yang sesuai,” tambahnya.

Setelah dua hari di Jerez dia kembali ke Indonesia. Selama musim berlangsung Aldi lebih banyak tinggal di Andorra Spanyol agar lebih konsentrasi dan cepat beradaptasi.

Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), menjelaskan alasan latihan ini.

“Memanfaatkan waktu di Jerez setelah seri terakhir selesai, kami mengarahkan Aldi Satya Mahendra untuk berlatih di sirkuit itu. Bersama tim juga set up baru memakai ban Michelin, jadi penyesuaian buat musim depan,” ujarnya.

“Kami juga sudah melakukan evaluasi dari hasil yang dicapai tahun ini baik dari segi teknis maupun mengasah mental terutama untuk merebut kemenangan race maupun podium. Performanya semakin meningkat, pengembangan bersama tim akan terus diimplementasikan,” lanjutnya.

AS BLU CRU Racing Team sendiri baru saja merebut gelar juara tim World Supersport 2026 bersama Albert Arenas sebagai juara dunia.

“Juga tahun depan bersama rekan setim di AS BLU CRU Racing Team, Jeremy Alcoba yang ada di posisi 3 klasemen akhir World Supersport 2026 serta berpengalaman tampil di Moto2 dan Moto3, kami harapkan membantu buat pertumbuhan Aldi Satya Mahendra,” tutur Wahyu.