Phillip Island mungkin masih menyisakan sedikit rasa kecewa buat Veda Ega Pratama.
Sudah susah payah merebut pole position, rookie Honda Team Asia itu justru gagal merasakan balapan Moto3 Australia setelah lomba dibatalkan akibat cuaca buruk.
Namun, seminggu kemudian Sepang memberikan angin segar. Di sini Veda bukan cuma bisa balapan, tetapi juga berhasil finis podium kedua Moto3 Malaysia 2026, Minggu (1/11/2026).
Menariknya, podium ini tidak datang dengan jalan mulus. Veda harus berhadapan dengan tiga pembalap KTM sekaligus dalam perebutan posisi kedua. Seorang diri ‘menggendong’ Honda di tengah kepungan motor buatan Austria, pembalap 17 tahun asal Gunungkidul itu justru berhasil membuat mereka gigit jari.
Veda mengawali balapan dari posisi kedelapan. Bahkan, selepas start ia sempat melorot ke P9 di tikungan 2. Bukan posisi ideal untuk mengejar podium, tetapi Veda tak butuh waktu lama untuk memperbaiki keadaan.
- Veda Pratama, Moto3 Race, Malaysian MotoGP, 1 November 2026 // Gold & Goose / Red Bull Content Pool // SI202611010135 // Usage for editorial use only //
Sebelum lap pertama berakhir, ia sudah merangsek ke posisi kelima. Setelah itu, Veda mulai membidik barisan depan sambil menunggu momentum untuk menyerang.
Sementara itu, Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) punya urusan sendiri di depan. Juara dunia Moto3 2026 tersebut mengambil alih posisi terdepan dari David Almansa pada lap kelima, lalu meninggalkan rombongan di belakangnya.
Quiles akhirnya menang dengan keunggulan hampir empat detik. Itu menjadi kemenangan ke-11 baginya musim ini. Praktis, perhatian kemudian tertuju pada pertarungan posisi kedua yang jauh lebih panas.
Di sinilah Veda harus berhadapan dengan tiga motor KTM sekaligus. Ada Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo, pembalap tuan rumah Hakim Danish, serta David Almansa.
Tiga motor KTM melawan satu Honda.
Kalau melihat komposisi tersebut, Veda jelas bukan pihak yang diuntungkan.
Tetapi lintasan Sepang tidak selalu mengikuti hitung-hitungan di atas kertas. Sejak lap kesembilan, keempat pembalap terlibat aksi saling salip. Posisi kedua terus berpindah tangan, sementara Veda tetap bertahan dalam rombongan tanpa kehilangan kesempatan menyerang.
Tiga lap menjelang finis, Veda menemukan celah untuk melewati Almansa. Posisi kedua berhasil direbut. Namun, pekerjaan belum selesai karena Carpe dan Danish masih menempel ketat.
- Veda Pratama, Moto3 Race, Malaysian MotoGP, 1 November 2026 // Gold & Goose / Red Bull Content Pool // SI202611010153 // Usage for editorial use only //
Lap terakhir menjadi ujian sesungguhnya. Dua pembalap KTM itu mencoba menyerang secara bersamaan, tetapi Veda mampu menutup ruang dan mempertahankan posisinya sampai bendera finis dikibarkan.
Hasil akhirnya cukup telak untuk urusan gengsi. Carpe finis ketiga, Danish keempat, sementara Almansa harus puas di posisi kelima. Tiga KTM yang sejak awal mengepungnya akhirnya harus mengakui keunggulan satu-satunya Honda di grup perebutan podium.
Buat Veda, ini bukan sekadar podium kedua musim ini setelah sebelumnya finis ketiga di GP Brasil. Hasil di Sepang juga menjadi pencapaian terbaiknya sepanjang berkarier di kelas Moto3.
- Veda Pratama, Moto3 Race, Malaysian MotoGP, 1 November 2026 // Gold & Goose / Red Bull Content Pool // SI202611010077 // Usage for editorial use only //
Ia mengaku senang bisa naik podium, terlebih orang tua, saudara perempuan, dan sepupunya datang langsung menyaksikan balapan. Veda juga menyebut hasil ini terasa spesial setelah kekecewaan di Phillip Island. Ia ingin menikmati momen tersebut lebih dulu sebelum kembali mengalihkan fokus ke seri berikutnya di Qatar.
Tambahan poin dari Sepang mengangkat Veda ke peringkat ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 131 poin. Ia kini unggul 10 poin atas Valentin Perrone.
Belum sempat terlalu lama merayakan, Veda sudah harus bersiap menghadapi ronde ke-20 Moto3 2026 di Qatar pada 6-8 November mendatang.
Setelah bikin tiga KTM gigit jari di Sepang, menarik melihat seberapa jauh pembalap muda Indonesia ini bisa melangkah pada dua seri tersisa. ![]()



